Kepada Abû Thâlib, pamannya yang tercinta yang terus membujuknya agar ia menghentikan seruan Tauhidnya, namun Nabi dengan tegas mengatakan: “O, paman, demi Tuhan, andaikata mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku untuk memaksaku agar meninggalkan tugas suci ini, sungguh, tidak akan aku tinggalkan sampai Tuhan memberiku kemenangan atau aku mati karenanya”.
Ini adalah antologi refleksi intelektual, percikan perenungan, ekspresi kegelisahan, celotehan ekstatis, gemuruh dada dan banyak lagi dari sang Maestro Islam fahmina, KH. Husein Muhammad.
Google
Facebook
Twitter
Myspace
Linkedin
Yahoo
Digg
Del.icoi.us
Windows Live
Furl
Reddit
Blogger
Technorati
Rain Concert 