Pendiri:
KH. HUSEIN MUHAMMAD
Kyai Husein adalah Ketua Dewan Pembina Yayasan Fahmina dan Ketua Dewan Kebijakan Fahmina-institute, memiliki perhatian pada kajian Islam dan gender, hukum Islam, dan tafsir al-Qur’an yang humanis dan adil gender. Selain di Fahmina, Kyai Husein—suami dari Lilik Nihayah Fuady--aktif sebagai salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren Dâr al-Tauhîd Arjawinangun Cirebon, Komisioner Komnas Perempuan Jakarta, dan dosen ISIF (Institut Studi Islam Fahmina) Cirebon. Kyai Husein dikenal luas sebagai “kyai gender,” aktif sebagai narasumber dalam berbagai pelatihan, lokakarya, dan seminar, baik nasional maupun internasional. Kyai Husain juga pernah menerima penghargaan dari Bupati Kabupaten Cirebon sebagai Tokoh Penggerak, Pembina, dan Pelaku Pembangunan Pemberdayaan Perempuan (2003), dan Penghargaan Award for Heroisme dari Pemerintah AS untuk “Heroes Acting To End Modern-Day Slavery” (Trafficking in Person) (2006). Kyai Husein aktif juga menulis buku, modul, dan artikel di jurnal dan koran lokal dan nasional.
MARZUKI WAHID
Marzuki Wahid adalah Sekretaris Pengurus Yayasan Fahmina dan Direktur Fahmina-institute, memiliki perhatian pada kajian Islam dan gender, politik hukum, dan hukum keluarga Islam yang humanis dan adil gender. Selain bekerja di Fahmina, Kang Zekky—biasa dipanggil, suami dari Lia Aliyah al-Himmah dan ayah dari Mohammed Ahda el-Musharraf dan Nilna Zahwa Zaharah--aktif menjadi dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan ISIF Cirebon. Selama setahun (2008-2009), Kang Zekky memperoleh scholarship untuk menulis Disertasi di Department of Political and Social Change, RSPAS, ANU Canberra Australia. Kang Zekky aktif sebagai narasumber dan fasilitator dalam berbagai pelatihan, lokakarya, dan seminar, terutama isu Islam dan gender, dan participatory action research (PAR). Kang Zekky aktif juga menulis buku, modul, dan artikel di jurnal ilmiah dan koran lokal dan nasional.
FAQIHUDDIN ABDUL KODIR
Faqihuddin Abdul Kodir adalah Ketua Pengurus Yayasan Fahmina, memiliki perhatian pada kajian Islam dan gender, hukum Islam, dan kajian hadist yang humanis dan adil gender. Kang Faqih—biasa dipanggil, suami dari Mimin Mu'minah dan ayah dari Dhiya Silmi Hasif dan Isyqie bin-Nabi Hanif--pernah memperoleh scholarship untuk riset di Department of Political and Social Change, RSPAS, ANU Canberra Australia. Selain bekerja di Fahmina, Kang Faqih aktif sebagai dosen STAIN Cirebon dan ISIF Cirebon. Kang Faqih juga aktif sebagai narasumber dan fasilitator untuk isu Islam dan keadilan gender dalam berbagai pelatihan, lokakarya, dan seminar, baik nasional maupun internasional. Di samping menulis di beberapa media lokal dan nasional, Kang Faqih juga pernah menulis beberapa buku tentang isu-isu penafsiran agama, gender dan advokasi sosial.
AFFANDI MOCHTAR
Affandi Mochtar adalah Pengawas dalam struktur Yayasan Fahmina. Saat ini, Kang Fandi—biasa dipanggil— adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Departemen Agama RI. Di luar Depag, Kang Fandi tetap menekuni minatnya dalam pengembangan masyarakat. Sejak tahun 2002, Kang Fandi menginisasi dan mengembangkan program kesehatan reproduksi remaja (Adolescent Reproductive Health) dalam skema South-South Collaboration antara Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) dengan beberapa lembaga di Malaysia, Thailand, dan India dengan sponsor dari European Commission. Di samping itu, Kang Fandi juga mengembangkan program enterpreunership bagi masyarakat berbasis pesantren. Melalui lembaga pendidikan Albiruni di Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon, ia mewujudkan cita-citanya untuk kemandirian ekonomi masyarakat.
Dewan Kebijakan:
AHMAD SUAEDY
Ahmad Suaedy adalah anggota Dewan Kebijakan Fahmina-institute. Mas Edy—biasa dipanggil--aktivis yang mempromosikan Islam, demokrasi dan civil society di Indonesia. Mas Edy sudah lama menjadi komentator tentang Islam dan demokrasi di Indonesia, dan terlibat dengan berbagai NGO Islam di Indonesia. Mas Edy juga pernah menjadi peneliti di Interfidei (Lembaga untuk Dialog Antaragama di Indonesia). Di Jakarta, Mas Edy pernah menjabat sebagai Koordinator Program untuk mempromosikan Islam, demokrasi dan HAM di P3M (Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat) dari tahun 1997-1999, pernah mengkoordinasikan program penerbitan di ISAI (Institut Studi Arus Informasi) yang mempromosikan kebebasan berbicara dan media (1999-2001). Mas Edy juga pernah menjadi program officer untuk Islam dan civil society di The Asia Foundation (2001-2003). Mas Edy termasuk salah satu pendiri LKiS (Lembaga Kajian Islam dan Sosial) di Yogyakarta dan The Wahid Institute (WI) di Jakarta. Tulisannya sering diterbitkan di berbagai media lokal, nasional, dan internasional.
DEBRA YATIM
Debra adalah anggota Dewan Kebijakan Fahmina-institute. Debra adalah aktivis, journalis dan juga seorang konsultan media yang memiliki kantor konsultan hubungan masyarakat, Komseni, yang berspesialisasi dalam kampanye publik dan pemasaran sosial untuk kebudayaan, persamaan gender, lingkungan dan demokratisasi. Sekarang, Debra terlibat dalam beberapa kampanye media termasuk kampanye untuk mempromosikan ide tentang multikulturalisme di Indonesia kepada anak-anak kecil, kampanye untuk mempromosikan bentuk seni tradisional di media massa dan, bersama Project Office UNIFEM/UNFPA di Jakarta, kampanye untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan di media. Dalam beberapa tahun terakhir ini, ia juga terlibat dalam kampanye besar mengenai pendidikan untuk para pemilih di televisi, radio dan melalui diskusi-diskusi di gedung walikota di 26 kota. Bekerja sama dengan lebih dari 50 organisasi, Debra juga terlibat dalam kampanye perdamaian untuk perempuan Aceh.
DEWI LAILY PURNAMASARI
Dewi Laily Purnamasari adalah Pengawas dalam struktur Yayasan Fahmina. Ibu Dewi, biasa dipanggil, adalah arsitek, peneliti, penulis buku cerita anak, aktivis dan ibu rumahtangga. Dia aktif di Fahmina-institute sejak bergabung dalam program Perbaikan Tata Kelola Kota Cirebon bekerja sama dengan Partnership for Governance Reform pada tahun 2002 – 2004. Sejak tahun 2004 sampai sekarang, Ibu Dewi tinggal di Jakarta. Di sana, dia mendirikan Read’s House Kindly (RHK) (rumah baca penuh kasih sayang), tempat anak-anak dan balita bisa belajar secara gratis. Ibu Dewi juga masih aktif menulis dan sebagai moderator atau narasumber pendidikan.KAMALA CANDRA KIRANA

LIES MUSTAFSIRAH MARCOES-NATSIR
Mbak Lies - biasa dipanggil - adalah anggota Dewan Kebijakan Fahmina-institute dan salah seorang penggerak feminisme Islam pertama di Indonesia. Pada tahun 1992, Mbak Lies melakukan workshop pertama tentang Islam dan gender di Indonesia dan Mbak Lies kini menjadi salah satu trainer di Indonesia yang menguasai metode pendidikan orang dewasa berperspektif gender. Ia pernah bergabung dengan P3M (Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat) di Jakarta untuk mengembangkan program penguatan hak reproduksi perempuan dan program Fiqh an-Nisa’ sebagai cikal bakal pengembangan isu gender dan Islam di Indonesia. Mbak Lies juga aktif menulis didasarkan pada penelitiannya. Pada tahun 1999-2000, Mbak Lies mendapatkan MA dalam bidang antropologi kesehatan dari University of Amsterdam. Hasil penelitiannya telah dipublikasikan, baik dalam jurnal nasional maupun internasional.KH. MAMAN IMANULHAQ
KH, Maman Imanulhaq adalah anggota Dewan Kebijakan Fahmina-institute. Sehari-hari, Kang Maman—biasa dipanggil--menjadi Pengasuh Pesantren al-Mizan Majalengka. Selain konsentrasi mengasuh Pesantren al-Mizan, Kang Maman mengembangkan dzikir shalawat dengan ribuan Jama’ah Reboan, merintis Pesantren Budaya Ki Buyut, mendirikan Yayasan Tikar , juga menulis artikel di beberapa media serta puisi dan beberapa buku. Tahun 2003, dengan ALIF dan Olimpiade Kebudayaan, Kang Maman keliling dalam kegiatan Syukur Pesisir. Pada Oktober 2003, Kang Maman menjadi pembicara dalam Kongres Kebudayaan V di Bukittinggi Sumatera Barat. Pada September - Oktober 2004, Kang Maman diundang dalam dialog antar-agama (Program Interreligious Dialogue Ohio University) di Amerika Serikat. Kang Maman menginisiasi lembaga SAPU (Sahabat Perempuan untuk Anti-Trafficking). Beberapa buku yang telah terbit antara lain Kupilih Sepi (Nuansa Bandung 2007), Nazam Santri (LKiS Yogyakarta 2006), Hoki (Nuansa Bandung 2008), Dzikir Cinta (Kompas Jakarta 2008) dan Pinguin (Nuansa Bandung 2009). Saat ini, Kang Maman sedang merintis beberapa program TV yang berisi tentang beberapa fenomena kebudayaan yang mengandung kearifan lokal dan universalitas nilai keagamaan di antaranya, Samudra Hikmah, Gapura Rahmat dan Indonesiaku, melalui production house yang dia dirikan yaitu GaliGo.
Abu Bakar adalah staf Departemen Islam dan Demokrasi. Abe pertama kali bergabung dengan Fahmina sejak tahun 2005 sebagai staf Kerumahtanggaan. Saat ini, ia masih menempuh S1 FISIP di Universitas Swadaya Gunung Jati, Kota Cirebon. Ia memiliki keahlian dalam bidang advokasi dan jurnalistik. Hasil karyanya sering dimuat di Warkah al-Basyar dan website Fahmina. Dia juga menjadi kontributor artikel dan berita pada media Desantara (Desantara Report) dengan isu multikulturalisme dan pluralisme. Sekarang, Abe menangani program pemantauan kebebasan beragama dan berkeyakinan di Cirebon dan program JPPR (Jaringan Pendidikan Pemilu Rakyat).ADE DURYAWAN
Ade Duryawan adalah staf Departemen Penguatan Otonomi Komunitas. Ade bergabung dengan Fahmina sejak tahun 2003 sebagai Jejaring Warkah al-Basyar untuk wilayah Majalengka. Ia juga pernah menjadi program officer untuk program JPPR pada tahun 2007-2008. Pendidikan terakhirnya ia tempuh di UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) Jurusan Administrasi tahun 2002, dan sekarang sedang menempuh S1 lagi di salah satu perguruan tinggi swasta di Majalengka, Jurusan Matematika. Ade juga pernah nyantri di PP. Babakan Ciwaringin Cirebon pada tahun 1991-1994. Ade pernah menjadi wartawan di salah satu surat kabar mingguan di Bandung selama tahun 2003-2004. Beberapa karyanya telah dimuat di media lokal dan dia pernah menulis buku bersama dengan tim, yaitu Islam dan Jurnalisme Kemanusiaan: Rekam Jejak Pengembangan Jurnalisme Radio Berbasis Komunitas (2008).AGUS
Munawir adalah staf PUSDAIM. Munawir yang biasa dipanggil Agus ini selama di Fahmina-institute pernah menjadi pengelola Perpustakaan Baytul Hikmah, dan Sekretaris Fahmina-institute. Agus masih berstatus sebagai mahasiswa di STIMIK WIT (Website Informatika Technology) Cirebon. Dia juga pernah mondok di beberapa pesantren, yaitu di PP. Tebuireng Jombang tahun 1997-2000 dan di PP. al-Amien Prenduan Madura tahun 2000-2005. Saat ini, Agus di Fahmina-institute menangani FO (Front Office) dan Pengelola Perpustakaan “Baytul Hikmah”.ALIF
Alifatul Arifiati adalah staf Departemen Islam dan Gender. Alif bergabung dengan Fahmina secara resmi pada tahun 2008, tetapi sebelumnya Alif sering terlibat dalam berbagai kegiatan Fahmina. Pendidikan terakhirnya adalah S1-Pendidikan bahasa Inggris di STAIN Cirebon. Alif pernah mengajar Bahasa Inggris di MTs Nurul Islam Slatri Jawa Tengah dan menjadi Tim Survey Lembaga Penelitian Comunication Swamedia Research (CSR) Jakarta tahun 2008. Sebelum bergabung dengan Fahmina, Alif aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), termasuk sebagai Ketua KORPRI dan Sekretaris PMII Cabang Cirebon. Sekarang, ia mengelola Program Anti-Trafiking.ALIMAH
Alimah adalah staf PUSDAIM. Alimah pertama kali bergabung dengan Fahmina pada tahun 2008. Pendidikan S1-nya ditempuh di UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta Jurusan KPI (Komunikasi dan Penyiaran Islam), lulus pada tahun 2007. Pengalaman sebelumnya adalah sebagai reporter Harian Umum SOLOPOS di Kota Solo tahun 2007, dan Reporter Tabloid Sunan Kalijaga News (Suka-News) di Penerbitan Suka-Press UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 2005-2007. Saat ini, Alimah menjadi Redaktur Pelaksana Majalah Blakasuta, majalah bulanan Fahmina yang mengangkat isu keislaman, demokrasi, hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan anti-trafiking.ANAND
Muhammad Zaenal Fanani, biasa dipanggil Anand, adalah staf PUSDAIM untuk IT, desain dan layout. Asli Banyuwangi Jawa Timur ini pernah mengenyam pendidikan tinggi di AMIK Poltek Jurusan Managemen Informatika Cirebon, lulus tahun 2000. Ia juga pernah nyantri di PP. Salafiyyah Syafi’iyah Situbondo tahun 1993-1996, dan di PP. Darut Tauhid Arjawinangun Cirebon sejak tahun 1996-sekarang. Sebelum bergabung dengan Fahmina-institute, ia pernah bekerja di salah satu perusahaan sebagai designer grafis.GANI
Abdul Gani Hasyim adalah staf Kerumahtanggaan bagian pelayanan. Gani pertama kali bergabung dengan Fahmina pada tahun 2007. Pendidikan terakhirnya ia tempuh di SMA Sindang Laut Cirebon tahun 1995. Sebelum bergabung dengan Fahmina, pernah menjadi staf security Insalatur Ratelindo Jakarta dan Security HSBC.HUDA
Nurul Huda SA adalah Manager PUSDAIM. Huda menyelesaikan studi Pascasarjana (S2) bidang Manajemen dan Kebijakan Pendidikan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sebelumnya, ia aktif di LKiS dan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Sekitar sepuluh tahun menjadi kolumnis tetap di SKH. Bernas Yogyakarta, tulisannya pernah dimuat hampir oleh semua media cetak (koran, majalah, tabloid) di Indonesia. Mantan ketua umum PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) IAIN Sunan Kalijaga ini, juga terlibat di beberapa lembaga dalam pelatihan, penelitian dan pemetaan pendidikan.IHAB
Ihabuddin adalah staf Kerumahtanggaan bagian keamanan dan kebersihan. Pakde' Ihab, biasa dipanggil, pertama kali bergabung dengan Fahmina pada tahun 2001 sebagai salah satu distributor pertama Warkah al-Basyar dan sampai saat ini ia tetap menjadi distributor. Pendidikan terakhirnya diselesaikan di SMA PGRI Losari Cirebon pada tahun 1985. Sebagai staf penjaga malam, Pakde' Ihab memberikan pelayanan sangat baik terhadap para tamu dan staf Fahmina yang lembur di kantor.IKOH
Roziqoh Sukardi, biasa dipanggil Ikoh, bekerja di Fahmina sebagai Manager Departemen Islam dan Gender. Ikoh pertama kali bergabung dengan Fahmina sejak tahun 2001, termasuk salah satu generasi awal penyanggah berdirinya Fahmina. Pendidikan Diploma Tiga (D3) ia selesaikan di STIKOM Poltek Cirebon, lulus tahun 2003. Sekarang sedang melanjutkan studi sarjana (S1) di Sekolah Tinggi Agama Islam Cirebon, Jurusan Tarbiyah. Selain itu, ia juga pernah mengikuti program Tahfidh al-Qur’an di Pondok Pesantren al-‘Arafat Gintung Lor Cirebon sejak SD sampai Madrasah Aliyah. Beberapa hasil karyanya telah diterbitkan di Warkah al-Basyar dan Blakasuta. Sebagai Manager Departemen Islam dan Gender, dia pernah mengawal beberapa program yang berjalan lama termasuk program Anti-Trafiking dan Program Pemberdayaan Perempuan Pesantren Pasca Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam. Rozikoh pernah mengikuti studi banding Perpolisian Masyarakat di Bangladesh (2008).INI SUARTINI
Ini Suartini adalah staf Administrasi dan Keuangan. Setelah menyelesaikan studi D3 di Computer Institute Cirebon (CIC) Jurusan Akademi Perdagangan Widya Darma tahun 2003, Ini langsung bergabung dengan Fahmina sebagai Sekretaris. Sejak tahun 2006 sampai sekarang, Ini menjadi kepercayaan Satori dalam pengelolaan keuangan program dan lembaga.MAMAN
Rohman, biasa dipanggil Maman, adalah staf Kerumahtanggaan bagian transportasi. Pendidikan terakhirnya ia tempuh di SMP Klayan Cirebon, lulus pada tahun 1991. Setelah itu, dia bekerja di beberapa tempat di hampir seluruh Jawa dan Bali sebagai driver. Setelah kembali ke Cirebon, dia bergabung dengan Fahmina pada tahun 2005. Sekarang, di samping tugas sehari-hari sebagai driver, dia juga terlibat dalam Radio Komunitas Desa Klayan yang difasilitasi oleh Fahmina-institute.MAMAY
Maimunah Mudjahid, biasa dipanggil Mamay, adalah staf PUSDAIM. Mamay adalah salah satu keluarga besar Buntet Pesantren pertama kali bergabung dengan Fahmina pada tahun 2007. Pendidikan terakhirnya ia tempuh di Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jurusan Sastra Inggris, lulus tahun 2005. Mamay pernah menjadi Pengajar Bahasa Inggris di Lembaga Toefl Indonesia (LTI) pada tahun 2001-2005 dan sekarang menjadi Dosen Bahasa Inggris di STAIN dan ISIF Cirebon. Semasa kuliah, Mamay aktif sebagai aktivis lingkungan alam. Pada tahun 2005 dan 2006, dia pernah mengikuti Connect Conference di Swiss dan Friends of the Earth Seminar di Jerman dan Belanda. Sekarang, dia berpindah fokus pada pemberdayaan santri muda dan mahasiswa melalui penguatan keilmuan dan kapasitas. Di Fahmina saat ini, Mamay menangani program kesehatan reproduksi bagi mahasiswa.MARZUKI RAIS
Marzuki Ra’is adalah Sekretaris Direktur Fahmina-institute. Lulusan Pesantren Darut Tauhid Arjawinangun, Marzuki termasuk salah satu generasi awal penyanggah berdirinya Fahmina. Pendidikan terakhirnya (S1) ia tempuh di STAIN Cirebon, Jurusan Ushuluddin, Prodi Akidah Filsafat, lulus tahun 2004. Selama di Fahmina, dia berpengalaman mengelola berbagai program dan kegiatan, di antaranya sebagai koordinator kajian untuk isu-isu keagamaan, Manager Program Islam dan Demokrasi, serta memimpin program Fahmina-institute di Nanggroe Aceh Darussalam setelah musibah Tsunami. Marzuki juga produktif dalam karya tulis dan penelitian, seputar isu demokrasi, gender, dan sosial keagamaan. Di samping itu, dia juga aktif dalam menggerakkan Forum Lintas Iman dan organisasi sosial kemasyarakatan dan kepemudaan di Cirebon, seperti GP Ansor, KNPI, dan ICMI Muda. Sekarang, dia menjabat tugas sebagai Manajer Departemen Islam dan Demokrasi (Isdem), dan Departemen Penguatan Otonomi Komunitas (POK) di Fahmina-institute serta Kepala Biro di Institut Studi Islam Fahmina (ISIF), lembaga pendidikan tinggi milik Yayasan Fahmina.OBENG
Obeng Nur Rosyid adalah Manager Kerumahtanggaan dan Kawasan Kampus di Yayasan Fahmina.Obeng pertama kali bergabung dengan Fahmina-institute tahun 2003 sebagai Staf Program Islam dan Penguatan Otonomi Komunitas (IsKom), kemudian menjadi Manager Program IsKom, pernah sambil merangkap Koordinator Manager Lembaga Fahmina. Saat ini, selain tugasnya sebagai Manager Kerumahtanggaan dan Kawasan Kampus, dia juga mengelola lembaga pendidikan milik Yayasan Fahmina, yakni SMK Buana Bahari Cirebon. Obeng sedang menempuh pendidikan S1 di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, Fakultas Hukum. Dia memiliki keahlian pengorganisasian komunitas dan advokasi. Pada tahun 2006 sampai dengan 2007, dia berperan mendampingi para pedagang kaki lima (PKL) Cirebon hingga akhirnya memperoleh penghargaan dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pemberdayaan PKL. Beberapa hasil karyanya telah diterbitkan di media lokal dan menulis beberapa buku, termasuk Bukan Kota Wali (2007), dan Islam dan Jurnalisme Kemanusiaan: Rekam Jejak Pengembangan Jurnalisme Radio Berbasis Komunitas (2008).PERA SOPARYANTI
Pera Soparianti adalah staf PUSDAIM. Pera pertama kali bergabung dengan Fahmina pada tahun 2007, mengelola program Islam dan Jurnalisme Kemanusiaan untuk Radio Komunitas, dengan fokus mengelola majalah Blakasuta sebagai Redaktur Pelaksana. Pendidikan terakhirnya ia tempuh di Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Situbondo juga alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo. Keahliannya selain dalam kajian kitab kuning, ia juga seorang penulis yang produktif. Beberapa hasil karyanya pernah dimuat di beberapa media lokal dan beberapa buku, termasuk Islam dan Jurnalisme Kemanusiaan: Rekam Jejak Pengembangan Jurnalisme Radio Berbasis Komunitas (2008) dan membuat kumpulan ayat-ayat al-Qur'an dan Hadis Kemanusiaan. Saat ini, Pera mengelola--dan menjadi Redaktur Pelaksana--Buletin Warkah al-Basyar dan website Fahmina-institute, www.fahmina.or.id.ROSIDIN
Rosidin, staf Departemen Islam dan Demokrasi. Rosidin bergabung dengan Fahmina-institute sejak tahun 2001 dan salah satu generasi pertama penyanggah berdirinya Fahmina. Rosidin juga berpengalaman sebagai aktivis dan peneliti, khususnya dalam bidang HAM dan advokasi. Dia pernah mendampingi kasus korban tragedi '65, TKW, dan korban kekerasan berbasis agama dan keyakinan. Selain itu, ia pernah menjadi Manager Program Jaringan Kerja untuk Pemantauan dan Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Jawa Barat di Bandung. Pendidikan S1-nya diperoleh di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Cirebon, Jurusan Syari’ah, prodi Ahwal al-Syakhshiyyah. Ia pernah mondok di PP. Miftahul Huda Cirebon dan PP. al-Ikhlas Cirebon. Beberapa hasil karyanya telah diterbitkan melalui media lokal dan kampus.SATORI
Satori adalah Manager Administrasi dan Keuangan Yayasan Fahmina yang berpengalaman. Dia juga menjabat sebagai Bendahara Pengurus Yayasan Fahmina. Pendidikan S1 ditempuhnya di STAIN Cirebon, lulus tahun 1999. Sebelum bergabung dengan Fahmina pada tahun 2005, Satori bekerja di Yayasan Sukses Mandiri (1999-2000) dan Yayasan Sajadah Indonesia (2001-2002) sebagai staf administrasi, kemudian di PT. Sajadah Multimedia Artistika (2002-2003) sebagai staf keuangan, dan di PT. Widya Sinergi Indonesia Jakarta (2003-2004) sebagai Manager Keuangan. Selama bekerja di Fahmina, Satori bertanggung jawab atas pengelolaan dana dari beberapa lembaga funding, termasuk untuk program Fahmina yang sudah berjalan lama seperti program pengembangan radio komunitas dan penanggulangan trafiking. Satori juga bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan Institut Studi Islam Fahmina (ISIF).WIWIT
Muharam Wijayanto, asli Purwokerto, adalah staf Administrasi dan Keuangan untuk Pembukuan. Wiwit, biasa dipanggil, bergabung dengan Fahmina pada tahun 2009. Pendidikan S1-nya diselesaikan di Universitas Sudirman Purwokerto Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi, lulus tahun 2008. Pengalaman sebelumnya bekerja di Baitul Mal Wat Tamwil pada tahun 2003-2006 sebagai Marketing dan Surveyor Purwokerto, serta pegawai tata usaha di SMP Muhammadiyah I Purwokerto tahun 2000-2003.YUNUS
Erlinus Thahar, biasa dipanggil Yunus, bekerja di Fahmina sebagai staf Departemen Islam dan Gender. Yunus, yang pernah bekerja sebagai guru bahasa Inggris dan wartawan, bergabung dengan Fahmina sejak tahun 2006. Saat itu, dia bekerja dalam rangka program PPK-IPM bekerjasama dengan Pemerintah Kota Cirebon dalam bidang daya beli, khususnya peningkatan usaha PKL. Pendidikan terakhirnya ia tempuh di Universitas Swadaya Gunung Jati, Kota Cirebon, jurusan Pendidikan Sastra Inggris. Saat ini, Yunus menangani Program Perpolisian Masyarakat (Polmas).
Ali Mursyid adalah Staf Lepas Fahmina dalam bidang penelitian. Ali pertama kali bergabung dengan Fahmina sebagai Redaktur Pelaksana Warkah al-Basyar pada tahun 2002. Selain itu, ia juga pernah mengelola program Radio Komunitas sebagai koordinator untuk bidang kajian dan wacana, dan sebagai steering committee program Jaringan Kerja Pemantauan dan Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Jawa Barat. Sekolah S1-nya ia tempuh di IAIN Yogyakarta dalam bidang studi bahasa Arab, dilanjutkan dengan S2-nya di UIN Bandung dengan Jurusan Kajian al-Qur’an. Beberapa hasil karyanya telah dimuat di beberapa media lokal dan kampus. Hasil karya lainnya adalah buku al-Qur’an, Hermeneutika dan Kekuasaan, hasil penelitiannya bersama kawan-kawannya di Bandung, dan bersama tim, ia menulis buku Islam dan Jurnalisme Kemanusiaan: Rekam Jejak Pengembangan Jurnalisme Radio Berbasis Komunitas yang diterbitkan oleh Fahmina Institute tahun 2008.JOANNE
Joanne McMillan bekerja di Fahmina-institute sebagai Translator dan Editor. Dia bergabung dengan Fahmina sejak bulan Oktober 2007 sampai sekarang, dalam rangka program Australian Volunteers International. Joanne pernah mendapat gelar honours dari University of New England, Australia, dalam bidang Kajian Indonesia, dan sekarang sedang ikut kursus S2, Masters of Applied Anthropology and Participatory Development, di Australian National University, Canberra. Selain sebagai penerjemah, Joanne juga menjadi konsultan untuk website, meningkatkan kapasitas memperluas jaringan, mempromosikan gagasan-gagasan kelembagaan ke dunia internasional dan mengajar Bahasa Inggris secara informal di Fahmina-institute.
Google
Facebook
Twitter
Myspace
Linkedin
Yahoo
Digg
Del.icoi.us
Windows Live
Furl
Reddit
Blogger
Technorati
Rain Concert 