Fahmina.or.id, Cirebon.

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda komunitas JINGGA Media bekerjasama dengan Fahmina Institute membedah sekaligus peluncuran pertama buku berjudul “Kepada Indonesiaku.”  Buku yang memuat sebanyak 25 naskah surat yang ditulis oleh pelajar SMP dan SMA dari berbagai provinsi di Tanah Air ini, mengawali pelatihan lanjutan HAM dan Kewarganegaraan untuk Pemuda, di Hotel Bentani, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (28/10)

Direktur Riset dan Publikasi JINGGA Media, Sobih Adnan mengatakan naskah surat para pelajar yang dibukukan merupakan hasil seleksi dari sebanyak 237 surat yang masuk ke dalam kepanitiaan Lomba Menulis Surat “Kepada: Indonesiaku” yang dihelat pada tanggal 1 sampai 17 Agustus lalu.

“Kita pilih surat yang menarik berdasarkan topik yang diangkat, struktur surat, serta keaslian naskah. Kami tak menduga, para pelajar begitu antusias dan tampak cerdas dalam mengangkat isu-isu kebangsaan,” kata dia.

Sementara Direktur Fahmina Institute, Rosidin menganggap bahwa buku Kepada Indonesiaku merupakan ruang kebebasan bagi para remaja untuk  turut menyumbangkan pemikiran dan gagasannya terhadap masa depan bangsa.

“Tulisan-tulisan ini sangat tulus dalam mengangkat persoalan-persoalan yang ada. Kita patut mengapresasinya sebagai mimbar baru dalam menyampaikan pendapat dan gagasan demi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Menurut Kasubbid Kesehatan Anak dan Remaja BPPKB Kabupaten Cirebon Leny Kurniawati Sutisna, buku ini merupakan suara remaja dan anak-anak yang selama ini kurang terdengar. Dengan membaca buku ini juga, bisa melihat bagaimana pedulinya anak-anak dan remaja terhadap perkembangan Indonesia.

“Buku ini seperti memberikan ruang bicara bagi para anak-anak di Indonesia,” ujar Leny.

Senada dengana itu, Alifatul Arfiaty selaku manager program Ready (Respect and Dialogue) menyampaiakan, kegiatan ini sengaja dilakukan dalam pertemuan lanjutan pelatihan HAM dan Kewarganegaraan untuk pemuda, sebagai pemacu semangat para peserta untuk menulis.

“sengaja bedah buku ini dilakasanakan berberengan dengan pelatihan, agara teman-teman dapat ikut tergerak menuliskan setiap ide dan gagasannya terutama apa yang sudah dan akan di dapat dalam pelatihan ini,” ujar Alif. (ZA)