Dr. Haidar Bagir saat menjadi pembicara dalam Bedah Bukunya Islam tuhan, islam Manusia di Kampus Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon, Rabu (17/5). (foto/zen)

Fahmina.or.id, Cirebon. Kasus intoleransi yang dilakukan beberapa kelompok yang mengatasnamakan agama terus terjadi, bahkan ancamanan radikalisme sudah mulai mengakar di dalam kehidupan. Hal ini menjadi kehawatiran tersendiri bagi Dr. Haidar Bagir penggagas Gerakan Islam Cinta.

Menurutnya radikalisme adalah kelompok manapun yang pandangannya ekstrem namun jikadalam taraf pandangan tidak menjadi persoalan, tetapi jika sudah intoleran,  memaksa menggunakan kekerasan, itu sikap radikal yang harus ditindak keras oleh pemerintah.

“Pemerintah jangan ragu sama sekali. Toleransi itu berhenti pada kelompok intoleran, kalau orang ditoleransi berbuat intoleran akhirnya terjadi seperti sekarang ini,” katanya saat ditemui sesuai Bedah Bukunya Islam tuhan, Islam Manusia di Kampus Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon, Rabu, (17/5).

Pemerintah harus tegas memproses para pelaku dengan memperhatikan prosedur dengan tetap menghormati HAM. Keberhatian-hatian itu juga tidak menjadi alasan untuk memperlambat penindakan.

“Kita semua sepakat tidak boleh ada HAM yang dilanggar meskipun terhadap kelompok-kelompok yang diduga radikal, intoleran, menggunakan kekerasan. Tetap kita harus mengikuti prosedur yang bisa mencegah kita dari melanggar HAM,” jelas Direktur Utama Kelompok Mizan.

Ia juga melihat pergerakan radikalisme semakin tidak terbendung jika pemerintah lambat memutus matarantainya.

“Makin kita lambat makin kita tidak tegas saya kira problem radikalims di negeri kita ini akan bergerak kepada arah satu titik yang tidak bsa dikendalikan lagi,” tegasnya. (zen ab)