KH Husein Muhammad (foto; Zain/Fahmina)

Kohesi sosial masyarakat saat ini sedang terkoyak, terlebih bersinggungan langsung dengan isu agama. perbedaan tafsir dan pemahaman sebuah teks lantas menjadi pembeda untuk saling menjatuhkan bahkan menyalahkan yang lain. begitu juga pandangan etika terhadap agama-agama, harus mampu memberikan kesejukan yang merujuk pada akhlak Nabi Muhammad.

Fahmina Institute, merasa perlu untuk memproduksi dan menebarkan narasi damai yang mana saat ini narasi kebencian terasa begitu dominan. Melalui Pengajian Kamisan, yang diampu oleh KH Husein Muhammad setiap Hari Kamis, mengkaji kitab-kitab pesantren karya ulama salaf maupun kholaf secara kritis dan kontekstual menjawab tantangan isu kontemporer seperti Demokrasi, HAM, Pluralisme dan Keadilan Gender.

Selama kurun waktu dua tahun sejak 2016 telah mengkhatamkan dua kitab di antaranya Kitab Al Mar`ah baina Syariah wa Al Haya, karya Syaikh Muhammad Habays, Damaskus dan Kitab T`aliq wa Takhrij ala  Syarah Uqudulujain fi Huhuquqi l Jauzain, Karya Imam Nawawi al bantani dita`liq oleh Forum Kajian Kitab Kuning (FK3) Jakarta.

Di awal tahun 2018 ini, KH Husein Muhammad akan mengkaji kitab Fannutta`amul Annabawi Ma`a Ghoiril Muslimin, (Seni Interaksi Sosial dengan Non Muslim Ala Nabi), karya Syeikh Dr. Rogib Assurjani, Mesir. Kitab ini menerangkan pandangan Islam tentang pluralisme dan toleransi. Bagaiman akhlak nabi bergaul dengan kaum non muslim.

Pengajian ini terbuka untuk semua kalangan, tanpa terkecuali. Sila hadir (((Gratis))), ingat setiap Hari Kamis, Pukul 13.00-16.00 WIB.  Di kantor Fahmina-Intitute. Jl, Swasembada no 15 Majasem Kel. Karyamulya Kota Cirebon.