Pemilu 2009 Kota Cirebon: Sukses Tanpa Ekses

0
635

“Saya menghimbau agar pawai kendaraan kampanye damai ini dapat berjalan secara tertib, dan para peserta pawai agar mematuhi peraturan lalulintas, dan bersikap simpatik agar menimbulkan empati masyarakat, dan kira-kira masyarakat dapat memilih simpatik partai politik tertentu”.

Itulah penggalan pidato walikota Cirebon, Subardi S.Pd dalam acara “Kampanye Damai 2009: Wujud Demokrasi Yang Sebenarnya” senin (16/3/2009) di Alun-alun Kota Cirebon.  Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membuka masa kampanye terbuka partai politik peserta Pemilu 2009 yang ada di Kota Cirebon.

Acara ini diselenggarakan berkat kerjasama antara Aparatur Pemkot Cirebon dengan KPUD Kota Cirebon. Selain wali kota, hadir dalam pada acara ini Wakil Walikota Sunaryo, Sekda Kota Cirebon Hasanudin Manaf, Ketua KPUD Kota Cirebon Didi Nursidi, Perwakilan Polres Kota Cirebon, Dinas Perhubungan, dan jajaran pemerintah daerah Kota Cirebon.

Selain itu, Subardi selaku Walikota Cirebon menghimbau agar pawai kendaraan kampenye damai yang diikuti oleh Parpol peserta Pemilu 2009 dapat menjaga ketertiban bersama selama berada di ruas jalan. Walikota berharap agar Pemilu 2009 di Kota Cirebon berjalan secara aman, lancar, damai, jujur, tertib dan adil. imbuhnya.

Disinggung mengenai adanya sejumlah protes dari calon legislatif tentang penertiban atribut di ruas Jalan Siliwangi, Wali Kota Cirebon menganggap bahwa setiap daerah memiliki kebijakan masing-masing mengenai ruas jalan yang boleh dan tidak dipergunakan oleh mereka. Dan Tentunya hal ini merupakan peraturan yang harus dipatuhi bersama.  

Menurut Ketua KPUD Kota Cirebon Didi Nursidi, “Makna tema kegiatan ini yaitu agar Pemilu berlangsung Damai, Sukses Tanpa Ekses, ini dilakukan hanya sekedar mengingatkan kita bahwa masa kampanye bukan masa untuk berselisih, tapi berkompetensi secara sehat, untuk sampai pada kompetensi secara sehat ini perlu ada kebersamaan, keharmonisan, dan oleh karena itu maka dilakukan kampanye bersama in.” terangnya. Kegiatan ini juga diharapkan agar kampanye damai akan tetap berlansung selama 21 hari masa kampanye.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah mensosialisasikan kepada masyarakat luas mengenai Pemilu 2009 yang mulai berlangsung pada tanggal 9 April 2009. Secara teknis kegiatan ini tidak mengalami gangguan substantif karena seluruh elemen pemerintah dan masyarakat diminta bersama-sama memaksimalkan proses Pemilu 2009 mendatang di Kota Cirebon.

Tindak lanjut kegiatan ini secara internal akan dibahas lebih mendalam oleh KPUD Kota Cirebon. “Kami dari sudut pandang daerah meminta agar kondisi di Kota Cirebon bisa terjaga, sebagaimana ketika saya sampaikan dalam pidato sambutan bersama partai politik, launching, sosialisasi dan pemantapan kerja. Harapan kita seperti itu, artinya kepentingan negara, kepentingan daerah diatas segala-galanya,” tambah Didy. Menurutnya, KPUD Kota Cirebon akan meminta Panwaslu agar melaporkan hal-hal yang mengindikasikan pada penyimpangan dan pelanggaran tertentu dan membuat surat kepada KPUD. Dan KPUD sendiri akan melakukan teguran kepada partai yang melakukan penyimpangan.

Disinggung mengeni persiapan KPUD dalam menghadapi 9 April mendatang, Didi Nursidi menerangkan bahwa, “Untuk persiapan Logistik, H-7 sudah sampai ke PPK dan H-1 sampai ke PPS, artinya ada rentang waktu yang dimungkinkan fleksibel, untuk Kotak Suara sudah, Penggandaan DPT dan Formulir Penghitungan Suara DPRD Propinsi dan DPRD Kota sedang berlangsung, dan sedang melengkapi kekurangan Kertas Suara. Saya kira persiapannya sudah 83%”. Mengenai sosialisasi, secara keseluruhan sedang digerakkan bersama, baik oleh pemerintah daerah maupun KPUD sendiri. Sosialisasi ini dibawah koordinasi Sekda Kota Cirebon yang akan memaksimalkan potensi-potensi dalam rangka mensosialisasikan Pemilu 2009 kepada masyarakat.

Pelepasan pawai arak-arakan kendaraan partai politik peserta Pemilu 2009 dilepaskan secara simbolis oleh Wakil Walikota Cirebon. Dengan iring-iringan kendaraan pihak pemerintah daerah (KPUD, Dinas Perhubungan, Polres Kota Cirebon, dan Dinas Kesehatan) serta seluruh peserta pawai kendaraan kampanye damai yang terdiri dari sejumlah partai politik peserta Pemilu 2009.[]