Ustdaz Faqihuddin Abdul Kodir. (Pondok Kebon Jambu/Facebook)

Mubaadalahnews.com,- Kitab Nabiyyurrahmah sanadnya tersambung kepada ulama perempuan. Demikian disampaikan penulis kitab, Ustadz Faqihuddin Abdul Kodir pada Muludan Milenial; Ngaji Semalam Suntuk di Tunas Cendekia, Pesantren Babakan, Ciwaringin, Cirebon, pada 13 Desember 2018 lalu.

“Saya menulis kitab ini sepulang dari Kairo Mesir, setelah bertemu dengan seorang ulama perempuan, penulis berbagai kitab-kitab keislaman, Dr. Khadijah Nibrawi”, kata Faqih dalam sambutan.

Pada bulan Februari 2012, Kang Faqih berkesempatan mengikuti Seminar Internasional yang diselenggarakan Univeraitas Azhar di Kairo. Dalam acara itu dia bertemu dengan Dr. Nibrawi. Setelah berdiskusi cukup intensif, Kang Faqih diajak berkunjung ke rumah Nibrawi untuk diskusi lebih lanjut sambil melihat kitab-kitab karyanya.

“Hampir semua kitab-kitab beliau bersifat ensiklopedis, berjilid-jilid, berisi kumpulan ayat-ayat, teks-teks hadits, pernyataan-pernyataan sahabat dan ulama-ulama klasik tentang tema-tema kontemporer; aqidah, syari’ah, sosial, ekonomi, politik, pemikiran, dan peradaban,” kata Kang Faqih.

Dan dari kitab-kitab Nibrawi itu, Kang Faqih terinspirasi untuk menuliskan sebagian rujukan-rujukan mengenai konsep kasih sayang (rahmah) dalam Islam.  Dari situlah dia menulis kitab Nabiyyurahmah, kitab yang berisi ayat-ayat al-Qur’an dan teks-teks Hadits mengenai ajaran kasih sayang yang terpatri dalam karakter, sifat, sikap, dan perilaku Nabi Muhammad Saw.

“Isi dari kitab ini diambil dari para ulama yang aku belajar dari mereka, sejak di Pesantren Dar al-Tauhid Arjawinangun, KH Ibnu Ubaidillah dan KH Husein Muhammad, ulama-ulama di Syria, Malaysia, dan tempat-tempat lain, wa bil khusus, Syaikah Khadijah Nibrawi dari Cairo Mesir”, katanya.

Kitab Nabiyurrahmah berisi prinsip kasih sayang Islam, baik kepada diri, keluarga, tetangga, masyarakat umum, hewan, binatang, lingkungan, dan semesta alam.

Ketika ijazah ‘ammah (pemberian ijazah secara umum) yang disampaikan Ustadz Faqih pada akhir acara, jam 01.20 dini hari, nama Syaikhah Khadijah Nibrawi juga disebutkan sebagai silsilah sanad kitab Nabiyurrahmah.

Muludan Milenial

Muludan Milenial; Ngaji Semalam Suntuk merupakan acara yang diinisiasi mubaadalahnews.com dan Pesantren Babakan Ciwaringin. Banyak pihak terlibat dalam suksesnya acara diantaranya adalah Tunas Cendekia Islamic Boarding School, Fahmina Institute, Ponpes Kebon Jambu Al-Islamy, Cherbon Feminist, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Latar, The Rahmatan Lil ‘Alamin (TRAC) Bandung, DER radio Bandung, TV9, dan banyak lagi.

Sekira lima ratusan santri memadati lapangan sejak pukul 19.00 WIB hingga selesai acara pukul 01.20 dini hari. Ucara utama dalam kegiatan tersebut adalah ngaji kitab kuning Nabiyurrahmah karangan Ustadz Faqihuddin Abdul Kodir. Kitab kuning yang menjadi ciri khas pesantren dibacakan di depan para santri dengan konsep menarik.

Para kiai dan nyai membacakan kitab masing-masing selama empat puluh lima menit. Mereka adalah KH Husein Muhammad, Nyai Hj. Awanillah Amva, Nyai Hj. Maryam Abdullah, dan Ustadz Mumu Muhyidin. Di antara pembacaan kitab diselingi dengan pertunjukkan seni tradisi seperti tari topeng, pementasan teater santri, tari saman, dan sebuah penampilan spesial pembacaan puisi oleh pengasuh Pesantren Kebon Jambu, Nyai Hj. Masriyah Amva []

 

Sumber: mubaadalahnes.com