1000 Pelajar Deklarasikan Anti Radikalisme dan Anarkisme

0
659

 

484874 590158300996075 1601069089 nProses pengkaderan adalah hal penting dan perlu dilakukan bagi sebuah organisasi. Terutama dalam organisasi kepemudaan, yang dilakukan sebagai langkah regenerasi.

Hal inilah yang menjadi landasan dilakukannya pelantikan pengurus cabang IPNU (Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama) & IPPNU(Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama) kab. Cirebon pada hari Sabtu (23/03), bertempat di Aula gedung NU Center, Sumber, Kabupaten Cirebon, yang berlangsung dari jam 8 pagi hingga jam setengah 6 sore.

Kreasi seni pelajar serta tari topeng diadakan sebagai awal dibukanya acara pada jam 8 pagi. Yang kemudian berlanjut dengan pelantikan Wahyono An-Najih sebagai ketua PC. IPNU beserta jajarannya, dan juga Putri Hidayani sebagai ketua PC IPPNU.

“Pada dasarnya pelantikan PC PINU & IPPNU Kab. Cirebon, dilakukan untuk mengukuhkan komitmen kepengurusan dalam mengemban amanat organisasi. Sehingga terbentuk kader yang dinamis, idiologis dan cinta Tanah Air,” ungkap Wahyono.

Rentetan acara berlanjut dengan orasi pendidikan oleh HM. Nuruzzaman, M.S.I mengenai pendidikan berbasis agama, yang juga toleran serta tidak berbuat anarki apalagi radikal. Hal ini ditandai dengan dilakukannya deklarasi 1.000 pelajar anti radikalisme dan anarkisme.

Kegiatan lain yang juga dilaksanakan pada hari yang sama yaitu peresmian perpustakaan PC IPNU & IPPNU Kab. Cirebon serta bedah buku “Cermin Hati” karya Mamang Haerudin.

Keesokan harinya, Minggu (24/03) dilakukan rapat kerja cabang (Rakercab) yang dilakukan oleh para pengurus yang sudah dilantik, mengenai kegiatan apa yang perlu dilakukan kedepannya. (Diaz)