Jumat, 11 Oktober 2019

Penguatan Otonomi Komunitas

Baca Juga

Nama Program:Pengembangan Jurnalisme Kemanusiaan Islam Berbasis Komunitas
Alokasi waktu:Program ini tetap berlangsung.
Tujuan:Lahirnya sejumlah stasiun radio komunitas, yang dimanfaatkan oleh masing-masing komunitas sebagai media untuk mewujudkan kehidupan sosial di tingkat komunitas yang demokratis, toleran dan berkeadilan  dalam tatanan kehidupan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Wilayah Kerja:Wilayah Cirebon yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan.
Deskripsi Kegiatan:1. Kursus Pengkaderan Ulama Humanis
Kursus ini diikuti kader-kader muda pesantren dan para ustadz yang memiliki penguasaan literatur klasik Islam yang ada di komunitas. Kursus ini merupakan pendidikan penguatan risalah sosial Islam dalam mengentaskan problem kemiskinan, ketimpangan, ketidakadilan dan marjinalisasi minoritas.2. Pelatihan Penggerak Komunitas
Pelatihan ini merupakan pendidikan dan penguatan bagi mitra fahmina-institute yang sudah melakukan kerja-kerja komunitas dalam memfasilitasii keberdayaan mereka. Kerja-kerja komunitas yang dikembangkan dalam pelatihan ini, difokuskan pada upaya penggunaan radio komunitas sebagai media utama dan pusat aktivitas.3. Pengembangan Radio Komunitas
Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi ketersediaan komunitas terpilih, dalam mengembangkan radio komunitas, baik pendirian secara fisik maupun pelayanan dalam bentuk program-program siaran radio untuk kepentingan komunitas.

Kegiatan ini mencakup empat hal;

  • Fasilitasi pendirian radio komunitas
  • Pengembangan program radio komunitas, yang berupa pemberitaan, ceramah dan talkshow, tentang isu-isu komunitas dengan perspektif jurnalisme kemanusiaan dan Islam.
  • Penerbitan newsletter Blakasuta sebagai media antar pengelola radio komunitas dan anggota komunitas.
  • Pertemuan jaringan tiga kali dalam setahun, bagi para penggerak dan pengelola radio komunitas.

4. Penerbitan Buku Jurnalisme Kemanusiaan Islam Berbasis Komunitas.
Kegiatan ini merupakan kumpulan pemikiran dan pengalaman dari kerja-kerja selama dua tahun dalam mengelola program pengembangan jurnalisme kemanusiaan Islam untuk radio komunitas. Dengan diterbitkan buku ini, diharapkan akan menjadi media pembelajaran bagi aktivis radio komunitas dan media lain dalam menjalankan programnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi dan pesan kearifan Buya Husein...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh meninggal dan enam lainnya dalam...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 3)

Pertanyaan yang Ditunggu-tungguMungkin ini pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Apakah setelah Live-In ini, yang Kristen menjadi Islam, dan yang Islam menjadi Kristen? Tidak sama sekali ! Justru yang...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 2)

Pendekatan yang berbedaYang menarik, konsep acara yang kami susun pertama-tama bukan berangkat dari persamaan. Itu kuno! Bagi saya, pluralisme pertama-tama bukan bicara soal persamaan,...

Populer

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 3)

Pertanyaan yang Ditunggu-tungguMungkin ini pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Apakah setelah Live-In ini, yang Kristen menjadi Islam, dan yang Islam menjadi Kristen? Tidak...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 2)

Pendekatan yang berbedaYang menarik, konsep acara yang kami susun pertama-tama bukan berangkat dari persamaan. Itu kuno! Bagi saya, pluralisme...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 1)

Oleh Pdt. Kukuh Aji Irianda, Pendeta Jemaat di GKI Pamitran, CirebonPerkembangan toleransi antar umat beragama akhir-akhir ini, bagi saya,...

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Artikel Lainnya