Kamis, 10 Oktober 2019

Profil Yayasan Fahmina

Baca Juga

Yayasan Fahmina

Bahwa manusia adalah pemegang amanat Tuhan di muka bumi (khalifatullah fi al-ardl) yang mengemban tugas memuliakan martabat manusia, menegakkan keadilan, dan menebarkan kasih sayang sesama manusia, serta memakmurkan dunia untuk kehidupan yang damai dan berkelanjutan.

Bahwa pesan-pesan keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan merupakan sumber-sumber otoritatif yang seharusnya didayagunakan untuk membebaskan, mencerdaskan, menggerakkan, dan menguatkan kemandirian masyarakat sekaligus menebarkan kedamaian dan kasih sayang dalam relasi kesalingan (reciprocal relationship) sesama penghuni bumi untuk menjamin kemaslahatan semesta, tanpa sekat-sekat ras, suku, gender, golongan, dan agama.

Atas dasar ini semua, segala ikhtiar transformatif untuk mengubah kehidupan umat manusia secara berkelanjutan ke arah relasi sosial yang berkeadilan, bermartabat, sikap yang humanis, demokratis, dan pluralis, berbasis tradisi pesantren dan kearifan lokal, baik pada tataran struktural maupun kultural, merupakan cita-cita dan inisiatif nyata Fahmina yang terus diwujudkan dalam gerak sejarah.

NAMA, PENDIRIAN, DAN BADAN HUKUM

Nama
Yayasan ini bernama Yayasan Fahmina (selanjutnya disebut Yayasan).

Pendirian
Yayasan ini didirikan di Cirebon pada tanggal 10 Nopember 2000 oleh Husein Muhammad, Affandi Mochtar, Marzuki Wahid, dan Faqihuddin Abdul Kodir.

Badan Hukum
Sebagai badan hukum, Yayasan Fahmina didaftarkan pada Akta Notaris Idris Abbas, SH., Nomor 08 tanggal 10 Agustus 2007 dengan nama Yayasan Fahmina yang berkedudukan di Kota Cirebon.

Makna Nama
(1) Nama “Fahmina” diambil dari kata fahm yang dalam bahasa Arab berarti pemahaman, nalar, dan perspektif; dan kata na (nahnu) berarti kita atau “ina” akronim dari Indonesia. Dengan demikian, “Fahmina” berarti pemahaman kita, nalar kita, atau perspektif kita tentang teks keagamaan dan realitas sosial, atau pemahaman tentang keindonesiaan.

(2) Nama Fahmina menyiratkan niat untuk menggugah kesadaran bahwa apa yang dianggap sebagai kebenaran sebenarnya adalah sebatas pemahaman manusia yang bersifat kontekstual. Oleh karena itu, perlu upaya saling bertukar pemahaman antara satu dengan yang lain, tanpa memaksakan kehendak kepada orang lain untuk menerima atau menolak kebenaran yang dianut.

(3) Nama Fahmina juga merupakan penegasan bahwa kebenaran dan kebaikan ada pada komunitas dan kelompok manapun. Oleh karena itu, perlu ada pengakuan dan penghormatan atas perbedaan dan keragaman.

VISI DAN MISI

Visi
Visi yang menjadi cita sosial perjuangan Yayasan adalah terwujudnya peradaban manusia yang bermartabat dan berkeadilan berbasis kesadaran kritis tradisi pesantren.

Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, Yayasan menetapkan lima misi sebagai berikut:

(1) Mengembangkan wacana kritis keagamaan dan ilmu pengetahuan yang transformatif dan membebaskan.

(2) Menguatkan gerakan kultural Islam untuk perubahan sosial dari Cirebon.

(3) Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembangnya kader-kader pemikir-penggerak Islam-kritis dengan prakarsa pendidikan.

(4) Melakukan pembelaan yang tanggap, efektif, dan berkelanjutan bagi kelompok-kelompok yang dilemahkan.

(5) Menguatkan dan mengembangkan kapasitas dan kelembagaan Fahmina.

Ruang Lingkup

Untuk misi tersebut di atas, Yayasan akan bergerak pada:

(1) Bidang keagamaan dalam berbagai bentuknya, seperti penyebaran ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, penyelenggaraan pondok pesantren, penyaluran zakat/sedekah, dan yang lain sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Yayasan;

(2) Bidang sosial dalam berbagai bentuk kegiatan, seperti penyelenggaraan pendidikan formal, informal, dan non-formal, pelayanan informasi dan penerbitan, penyelenggaraan kesehatan masyarakat, dan kegiatan lain sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Yayasan;

(3) Bidang kemanusiaan dalam berbagai bentuknya, seperti pemberdayaan masyarakat, pendampingan korban, dan pelestarian lingkungan hidup, dan kegiatan lain sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Yayasan;

(4) Bidang kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam berbagai bentuknya, seperti pengkajian, penelitian, advokasi kebijakan publik, dan kegiatan lain sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Yayasan;

(5) Bidang usaha untuk mendukung kerja-kerja yang sesuai dengan visi dan misi Yayasan.

NILAI-NILAI DASAR

Nilai-nilai dasar yang menjadi landasan bagi pengelolaan Yayasan sebagai berikut:

  1. Kesetaraan dan keadilan
  2. Kebhinnekaan dan kebersamaan
  3. Kejujuran dan keterbukaan
  4. Kemandirian dan keberlanjutan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi dan pesan kearifan Buya Husein...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh meninggal dan enam lainnya dalam...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 3)

Pertanyaan yang Ditunggu-tungguMungkin ini pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Apakah setelah Live-In ini, yang Kristen menjadi Islam, dan yang Islam menjadi Kristen? Tidak sama sekali ! Justru yang...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 2)

Pendekatan yang berbedaYang menarik, konsep acara yang kami susun pertama-tama bukan berangkat dari persamaan. Itu kuno! Bagi saya, pluralisme pertama-tama bukan bicara soal persamaan,...

Populer

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 3)

Pertanyaan yang Ditunggu-tungguMungkin ini pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Apakah setelah Live-In ini, yang Kristen menjadi Islam, dan yang Islam menjadi Kristen? Tidak...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 2)

Pendekatan yang berbedaYang menarik, konsep acara yang kami susun pertama-tama bukan berangkat dari persamaan. Itu kuno! Bagi saya, pluralisme...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 1)

Oleh Pdt. Kukuh Aji Irianda, Pendeta Jemaat di GKI Pamitran, CirebonPerkembangan toleransi antar umat beragama akhir-akhir ini, bagi saya,...

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Artikel Lainnya