Minggu, 15 September 2019

Pentingnya Kerjasama Untuk Menyuarakan Perdamaian

Baca Juga

Fahmina.or.id, Cirebon. Pada dasarnya agama memilki misi utama yaitu untuk kemanusiaan. Tugas kemanusiaan sendiri adalah untuk hidup damai, kedamaian sendiri  harus terus di upayakan dan perjuangan ini perlu adanya kerjasama yang baik dari berbagai pihak salah satunya tokoh agama. Hal itu di ungkapkan KH. Husein Muhammad pada kegiatan pertemuan bulanan Pelita Perdamaian di Gereja Katholik St. Yusuf Kota Cirebon. Minggu, (17/5) kemarin.

“Agama hadir untuk manusia, apa yang kita lakukan sesungguhnya puncak pengabdian kita kepada Tuhan,” ungkap Buya Husein.

Sekarang ini kita semua di tuntut untuk membangun komunikasi global dengan menyuarakan kesetaraan, keadilan dan penghormatan satu sama lain. Lebih dari itu harus terus mendukung upaya yang menjaga keberagaman.

“Di era sekarang ini kita dituntut mengupayakan komunikasi global, yakni menyuarkan kesetaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap yang berbeda. Kemudian harus terus mendorong upaya  yang mengarah kepada keragaman  eksistensi agama, karena prisnsipnya sama yaitu kasih sayang,” sambung Ketua Badan Pengurus Yayasan Fahmina.

Acara yang bertajuk Agama Untuk Manusia itu di hadiri sekitar 120 orang,  diantaranya perwakilan dari agama dan komunitas, seperti  Gereja St. Yusuf, Gereja Bunda Maria,  GKP Cireboon, Gereja Baptis, Vihara Buddha Sasana, Komunitas Yahudi, Pelita Perdamaian, Syiah,  PP. Kebon Jambu, ISIF, CSPC,  Rohis, Setaman, KSS, MMI.

Pertemuan Bulanan ini, merupakan bukti teman muda Cirebon menyadari, betapa penting kebersamaan dan mengenal satu sama lain agar terciptanya perdamaian. “Kita memiliki agenda pertemuan bulanan dengan tujuan mengenal saudara-saudara kita lebih dekat untuk mengurangi kecurigaan antar dan intra agama,” tutur Devida Ketua Umum Pelita Perdamian.

Forum ini juga diharapkan menjadi ajang dialog yang santai bergaya anak muda. “Agenda ini diharapkan sebagai gerbang pembuka dialog yang natural, yang outputnya kaula muda Cirebon bisa menghargai perbedaan,” sambung Devida

Bertepatan dengan hari komunikasi umat Katholik sedunia, Pastor Bekatmo sepakat dengan gagasan agama untuk kemanusiaan, ia menyerukan pentingnya komunikasi antara umat, salah satunya dengan belajar di dalam keluarga sendiri. “Pada dasarnya komunikasi merupakan instrumen penting untuk menjaga kebersamaan, Paus mengatakan kita harus terus belajar salah satunya didalam keluarga. Di keluarga banyak hal yang berbeda namun kita tetap menjadi keluarga,” paparnya

Senada dengan kedua pemateri tersebut, pengalaman bergaul dan berkomunikasi dengan yang berbeda menjadi kekuatan tersendiri bagi Nyai Hj. Masriyah Amva. Berkat pergaulannya itu, ia bisa lebih terbuka dan mendapatkan pelajaran berharga dari yang berbeda itu.

Saya adalah wanita sederhana saja, namun saya sangat menghormati orang-orang yang berebeda, beda agama , beda suku, beda kebudayaan, dari situ saya belajar ternyata agama lainpun sama mengajarkan cinta kasih. Saya pun tetap bergaul walau dengan orang yang berselisih paham, karena dengan itu kita terus belajar menjadi manusia lebih baik.” Jelas Pengasuh Pesantren Kebon Jambu Ciwaringin.

Agenda bulanan berikutnya akan mengenal kehidupan Biarawan-Biarawati yang ada di Cirebon, serta di bulan Ramadhan akan digelar buka puasa bersama di GKPB (Gereja Kristen Perjanjian Baru) Cirebon.

“Pertemuan bulan kedepan akan mengenal kehidupan biarawati dan bulan berikutnya, buka puasa bersama dengan tema Refleksi Puasa Menurut Agama dan Kepercayaan, di GKPB Cirebon,”turur Makmuri Abbas Kord. Divisi Bulanan Pelita.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Dakwah Budaya; Belajar Kepada Para Wali

Oleh: Abdul RosyidiPada saat Syarif Hidayatullah mendarat di Cirebon, pertama kali dia menemui Uwaknya, Pangeran Walangsungsang. Oleh Walangsungsang, Sunan Gunung Jati disarankan untuk tidak...

Enam Alasan Mengapa Presiden Harus Tolak UU KPK Jika Tidak Ingin KPK Mati

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASudahkah Anda baca usulan revisi DPR terhadap UU KPK? Sudahkah Anda menemukan jawaban mengapa semua fraksi DPR tergesa-gesa menyetujui revisi...

Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak DPR RI Segera Sahkan RUU P-KS Sebelum Masa Jabatan Berakhir

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) telah masuk dalam Prolegnas sejak 26 Januari 2016. DPR RI juga telah membentuk Panja untuk pembasan RUU...

Manusia Sebagai Makhluk Seksual

Oleh: Dr. Hc. KH. husein MuhammadManusia di samping makhluk berpikir ia juga adalah makhluk biologis-seksual seperti juga binatang. Tuhan memberinya naluri-naluri dan hasrat-hasrat seksual...

Populer

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Dakwah Budaya; Belajar Kepada Para Wali

Oleh: Abdul RosyidiPada saat Syarif Hidayatullah mendarat di Cirebon, pertama kali dia menemui Uwaknya, Pangeran Walangsungsang. Oleh Walangsungsang, Sunan...

Enam Alasan Mengapa Presiden Harus Tolak UU KPK Jika Tidak Ingin KPK Mati

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASudahkah Anda baca usulan revisi DPR terhadap UU KPK? Sudahkah Anda menemukan jawaban mengapa semua...

Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak DPR RI Segera Sahkan RUU P-KS Sebelum Masa Jabatan Berakhir

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) telah masuk dalam Prolegnas sejak 26 Januari 2016. DPR RI juga telah...

Manusia Sebagai Makhluk Seksual

Oleh: Dr. Hc. KH. husein MuhammadManusia di samping makhluk berpikir ia juga adalah makhluk biologis-seksual seperti juga binatang. Tuhan...

Perjumpaan dan Etika

Oleh: Abdul RosyidiIni masih tentang ‘Ruang Perjumpaan’. Emmanuel Levinas, filsuf kontemporer Perancis percaya bahwa etika bukanlah sesuatu yang abstrak,...

Teori Interdependensi dan Mubadalah

Oleh: Abdul Rosyidi Satu yang paling menarik dan berbeda dari paparan KH Faqihuddin Abdul Kodir saat Bengkel Mubadalah di Malaysia...

Artikel Lainnya