Dr Muhammad Zain: “Sertifikasi Bukan Soal Uang, tapi Soal Hak”

0
915

Sertifikasi Bukan Soal Uang, tapi Soal Hak“Sertifikasi Bukan Soal Uang, tapi Soal Hak”. Pernyataan tersebut diungkapkan Dr Muhammad Zain, Pejabat Ditjen Pendis Kementrian Agama RI, di depan sejumlah Dosen Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS) peserta “Pelatihan Percepatan Sertifikasi Dosen dan Manajemen Pengelolaan” yang digelar Institute Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, pada Rabu (24/2), di Gedung Training Center  ISIF Cirebon.

Muhammad Zain menekankan pentingnya mengetahui pedoman sertifikasi dosen, serta bahan-bahan terkait penyelenggaraan sertifikasi dosen. Karena selama ini banyak terjadi kesalahpamahan serta ditemukannya kekeliruan dan kesalahan dalam praktik pelaksanaan sertifikasi dosen maupun guru. Secara operasional, pelaksanaan sertifikasi dosen membutuhkan persiapan, perencanaan dan pola koordinasi yang intensif antar institusi yang terkait. Terutama antara perguruan tinggi penyelenggara dengan perguruan tinggi pengusul sertifikasi. Untuk menjamin pelaksanaan sertifikasi, juga dibutuhkan kegiatan yang dapat menjadi mediasi sosialisasi, koordinasi, dan persamaan persepsi antara pihak terkait dalam memahami regulasi dan ketentuan teknis penyelenggaraan sertifikasi dosen.

“Selama ini banyak yang tidak sadar, sehingga mengatakan bahwa ini program pemerintah. Bukan, ini adalah program bapak-bapak. Ini forum anda, bukan forum saya. Tolong proses itu diperhatikan. Ini bukan soal uang tapi soal hak,” terang Muhammad Zain di depan lima puluhan dosen peserta pelatihan. Para dosen tersebut mewakili kampusnya masing-masing, di antaranya 32 dosen dari ISIF Cirebon, 2 dosen dari Sekolah Tinggi Agama Islam Cirebon (STAIC), 2 dosen dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bunga Bangsa, 2 dosen dari Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Ali (STAIMA), dan 2 dosen dari Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Al Islah. 

Acara yang dimoderatori Marzuki Wahid, ini selain menghadirkan Pejabat Ditjen Pendis Kementrian Agama RI, juga menghadirkan beberapa narasumber lain seperti Dr Saefudin Zuhri, Asesor dari IAIN Syekh Nur Jati Cirebon, Drs A Tamami, Sekretaris Kopertais II Jawa Barat-Banten, serta Prof Dr A Khozin Nasuha MA, Rektor ISIF Cirebon selaku tuan rumah.

Pentingnya Memahami Peraturan dan Ketentuan Teknis

Sementara itu menurut Nurul Huda SA, Ketua Panitia Pelatihan, pentingnya acara pelatihan ini karena selama ini monitoring dan evaluasi ujicoba sertifikasi dosen awal tahun 2009 yang dilakukan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, masih banyak ditemukan perguruan tinggi pengusul, terutama perguruan tinggi swasta (PTS). Dimana PTS sendiri masih banyak yang belum memahami dengan baik berbagai ketentuan prosedural dan mekanisme penyelenggaraan sertifikasi dosen. Mulai dari proses pengusulan, pendataan, pemberkasan, dan pengisian portfolio sehingga menyebabkan terjadi berbagai keterlambatan dan kesalahan. Keterlambatan dan kesalahan tersebut mengakibatkan banyak dosen PTS yang tidak dapat memasukkan berkas dan tidak lulus uji sertifikasi.

“Dari realitas tersebut, maka pelatihan ini diharapkan akan dapat memberikan bekal pada dosen ISIF terutama yang non PNS, tentang prosedur dan mekanisme sertifikasi dosen. Seperti pengusulan, pemberkasan, pendataan, dan pengisian portfolio. Selain itu juga tentang ketentuan dan mekanisme Inpassing Dosen non PNS,” paparnya.

Sehingga, lanjutnya, dari pelatihan tersebut dapat tersosialisasikannya pedoman pelaksanaan sertifikasi dosen dan bahan-bahan yang terkait dengan penyelenggaraan sertifikasi dosen. Selain itu juga tersosialisasikannya peraturan dan ketentuan teknis penyelenggaraan sertifikasi dosen. Mulai dari pendataan, pemberkasan, pengusulan pengisian portfolio dan inpassing dosen non PNS. Serta terkoordinasikannya secara efektif dan terarah antarpihak yang terkait penyelenggaraan sertifikasi dosen. (a5)