Gus Dur: MUI Hanya Menjadikan Rakyat Sebagai Objek Fatwa

0
700
Pengasuh Pondok Pesantren Ciganjur KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sangat menyayangkan fatwa-fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI) yang hanya menjadikan rakyat sebagai objek semata.

Menurut Gus Dur, MUI hanya mementingkan kelompok-kelompok tertentu yang menguntungkan bagi mereka saja. Demikian dinyatakan Gus Dur dalam pengajian rutinnya di Pesantren Ciganjur, Jl. Warung Silah Jakarta Selatan, Sabtu (24/1).

“Dari dahulu sampai sekarang, MUI hanya berpihak kepada pihak-pihak tertentu yang menginginkan dikeluarkannya sebuah fatwa atau keputusan hukum. MUI tidak pernah menimbang maslahat atau mudharatnya bagi umat,” kata Gus Dur.

Lebih lanjut, mantan presiden ini juga membandingkan dengan fatwa MUI yang lain, yakni tentang fatwa golput. menurut Gus Dur, MUI tidak pernah menimbang bahwa golput merupakan reaksi dari ketidakpercayaan rakyat atas kredibilitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara proses pergantian pemimpin.

“Golput bukan sebuah sikap politik yang berdiri sendiri. Karenanya, tidak dapat pula rakyat dipersalahkan dengan hukum yang tunggal. Saya sendiri tidak percaya pada kredibilitas KPU. Mestinya MUI juga meninjau hal ini,” kata Gus Dur.

Dalam kesempatan ini Gus Dur juga menyangsiukan kredibilatas KPU dalam mendata pemilih. Menurutnya banyak sekali warga negara yang semestinya mendapatkan hal pilih, namun tidak terdata oleh KPU.

“Kerja KPU itukan asal-asalan saja, coba saja bandingkan dengan data warga negara dalam usia hak pilih yang dimiliki oleh Badan Statistik Nasional (BPS), pasti banyaks ekali selisihnya. ini karena KPU memang bekerja asal-asalan saja,” tandas Gus Dur.


Sumber: NU Online, edisi 25 Januari 2009