Kamis, 12 September 2019

Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak DPR RI Segera Sahkan RUU P-KS Sebelum Masa Jabatan Berakhir

Baca Juga

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) telah masuk dalam Prolegnas sejak 26 Januari 2016. DPR RI juga telah membentuk Panja untuk pembasan RUU P-KS ini melalui komisi VIII. Rapat dengar pendapat umum juga sudah dilakukan sebanyak dua kali. Janji pengesahan RUU P-KS menjadi undang-undang sampai saat ini belum teralisasi.

Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan mendesak DPR-RI untuk segera sahkan RUU P-KS sebelum masa jabatan berakhir. Direktur Program Pengada Layanan WCC Mawar Balqis Saadah, mengatakan semakin hari banyak kasus kekerasan seksual terungkap. Sementara proses hukumyang ada belum memenuhi rasa keadilan para korban dan keluarganya.

Di Kabupaten Cirebon tidak kurang dari 321 kasus kekerasan seksual yang ditangani Pengada Layanan WCC Mawar Balqis selama 3 tahun terakhir. Bahkan kasus kekerasan terus tejadi di berbagai daerah di Indonesia.

“RUU P-KS dibuat untik mengisi kekeosongan hukum yang ada. Karena saat ini belum ada pemulihan korban. RUU P-KS tidak hanya untuk perempuan tapi juga laki laki, karena yang menjadi korban tidak hanya oerempuan,” kata Saadah dalam Pers Rilis, Jumat 6 September 2019 lalu. .

Saadah mengatakan ada anggapan sekelompok elemen tertentu yang mengaitkan rancanganundang-undang ini dengan pelgalan LGBT dan zinah, padahal tidak sama sekali.

“RUU P –KS menekankan kepada pemenuhan hak korban yaitu memfasilitasi pelaporan dan pembuktian. Selama ini masih sulit sehingga mereka psimis melaporkan. Dengan adanya undang-undang ini kesaksian korban dapat menjadi bukti,” sambungnya

“Jika dipending lagi kita sangat prihatin. Kita berharap panja komisi 8 DPR RI ini segera mengesahkan sebelum masa jabatan berakhir,” pungkasnya. (ZAIN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Dakwah Budaya; Belajar Kepada Para Wali

Oleh: Abdul RosyidiPada saat Syarif Hidayatullah mendarat di Cirebon, pertama kali dia menemui Uwaknya, Pangeran Walangsungsang. Oleh Walangsungsang, Sunan Gunung Jati disarankan untuk tidak...

Enam Alasan Mengapa Presiden Harus Tolak UU KPK Jika Tidak Ingin KPK Mati

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASudahkah Anda baca usulan revisi DPR terhadap UU KPK? Sudahkah Anda menemukan jawaban mengapa semua fraksi DPR tergesa-gesa menyetujui revisi...

Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak DPR RI Segera Sahkan RUU P-KS Sebelum Masa Jabatan Berakhir

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) telah masuk dalam Prolegnas sejak 26 Januari 2016. DPR RI juga telah membentuk Panja untuk pembasan RUU...

Manusia Sebagai Makhluk Seksual

Oleh: Dr. Hc. KH. husein MuhammadManusia di samping makhluk berpikir ia juga adalah makhluk biologis-seksual seperti juga binatang. Tuhan memberinya naluri-naluri dan hasrat-hasrat seksual...

Populer

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Dakwah Budaya; Belajar Kepada Para Wali

Oleh: Abdul RosyidiPada saat Syarif Hidayatullah mendarat di Cirebon, pertama kali dia menemui Uwaknya, Pangeran Walangsungsang. Oleh Walangsungsang, Sunan...

Enam Alasan Mengapa Presiden Harus Tolak UU KPK Jika Tidak Ingin KPK Mati

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASudahkah Anda baca usulan revisi DPR terhadap UU KPK? Sudahkah Anda menemukan jawaban mengapa semua...

Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak DPR RI Segera Sahkan RUU P-KS Sebelum Masa Jabatan Berakhir

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) telah masuk dalam Prolegnas sejak 26 Januari 2016. DPR RI juga telah...

Manusia Sebagai Makhluk Seksual

Oleh: Dr. Hc. KH. husein MuhammadManusia di samping makhluk berpikir ia juga adalah makhluk biologis-seksual seperti juga binatang. Tuhan...

Perjumpaan dan Etika

Oleh: Abdul RosyidiIni masih tentang ‘Ruang Perjumpaan’. Emmanuel Levinas, filsuf kontemporer Perancis percaya bahwa etika bukanlah sesuatu yang abstrak,...

Teori Interdependensi dan Mubadalah

Oleh: Abdul Rosyidi Satu yang paling menarik dan berbeda dari paparan KH Faqihuddin Abdul Kodir saat Bengkel Mubadalah di Malaysia...

Artikel Lainnya