Kamis, 24 Oktober 2019

LPM LATAR ISIF Adakan Pelatihan Jurnalistik

Baca Juga

Dalam rangka meningkatkan kemampuan mahasiswa Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon di bidang jurnalistik, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) LATAR ISIF menyelenggarakan pelatihan Jurnalistik Dasar selama tiga hari,  Minggu s/d Selasa (22-24/11) bertempat di kampus ISIF Jl. Swasembada no. 15 Majasem-Cirebon. Pelatihan diikuti oleh 60 orang peserta berasal dari berbagai perguruan Tinggi, seperti dari ISIF, IAIN Syeh Nurjati-Cirebon, dan Universitas Wiralodra – Indramayu.

Ketua LPM LATAR ISIF, Masitoh, selaku ketua panitia pelatihan, menyebutkan bahwa pelatihan jurnalistik kali ini baru tingkat dasar. Karena itu pada kesempatan lain akan diadakan pelatihan Jurnalistik untuk tingkat berikutnya.

“Ini hanyalah langkah awal, LPM Latar ISIF akan mengadakan pelatihan lanjutan”, jelasnya.

Pelatihan yang difasilitasi oleh dua dosen ISIF yakni ; Nurul Huda SA dan Muhammad Hanafi,MA itu menghadirkan para praktisi media massa sebagai pemateri, antara lain: Mahrus, M. Ag (Dosen ISIF dan STAIN Cirebon), Timbuktu Harthana (Wartawan Kompas), Anto Sulistyanto dan Sin Anas S. (Redaktur Foto dan Redaktur Lay Out Koran Mitra Dialog Cirebon).

Dalam paparannya, Mahrus M.Ag, lebih banyak menguraikan soal sejarah dan kode etik jurnalistik, termasuk awal mula terbentuknya pers mahasiswa pada masa sebelum kemerdekaan.

Sedangkan Timbuktu Harthana, Wartawan Kompas, menyebutkan bahwa jurnalistik bukanlah sekedar menulis dan menyiarkan informasi kepada khalayak. Namun, menurutnya ada nilai-nilai penting yang mesti dijunjung tinggi oleh seorang jurnalis, yakni: kebebasan, kemerdekaan yang bertanggung jawab, kebenaran, kejujuran, dan objektivitas. Selain, jurnalisme tidak pernah lepas pula dari sensitif gender, nilai-nilai keadilan, dan kemanusiaan.

Pada sesi lain, Anto Sulistyanto dan Sin Anas S., Redaktur Foto dan Redaktur Lay Out Koran Mitra Dialog Cirebon masing-masing menjelaskan tentang bagaimana metode pengambilan foto yang baik dan etika pemotretan serta bagaimana teknis lay out media.

Di akhir sesi pelatihan, para peserta terjun langsung ke lapangan untuk praktik liputan berita di lingkungan sekitar kampus ISIF. Praktik reportase itu kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan media atau buletin sederhana.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan, dalam waktu dekat para peserta pelatihan sepakat akan menerbitkan media kampus sebagai wadah berekspresi bagi mahasiswa ISIF.[] 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Pesantren, Kyai dan Eksistensi Negara Bangsa

Oleh: Dr. (HC) KH. Husein MuhammadDengan pandangan hidup kiyai dan nilai-nilai yang dianut pesantren, maka dalam momen-moment sejarah berbangsa...

Santri dan Pelajar Bekali Diri Untuk Mendeteksi Dini Radikalisme

Fahmina.or.id, Cirebon. Salah satu kelompok rentan penyebaran radikalisme adalah pelajar dan santri. Sehingga perlu penguatan keilmuan dan kewaspadaan terhadap para aktor penebar radikalisme.Selain itu...

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada kesan ‘bosan’ untuk membahas tema...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi dan pesan kearifan Buya Husein...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh meninggal dan enam lainnya dalam...

Populer

Pesantren, Kyai dan Eksistensi Negara Bangsa

Oleh: Dr. (HC) KH. Husein MuhammadDengan pandangan hidup kiyai dan nilai-nilai yang dianut pesantren, maka dalam momen-moment sejarah berbangsa...

Santri dan Pelajar Bekali Diri Untuk Mendeteksi Dini Radikalisme

Fahmina.or.id, Cirebon. Salah satu kelompok rentan penyebaran radikalisme adalah pelajar dan santri. Sehingga perlu penguatan keilmuan dan kewaspadaan terhadap...

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 3)

Pertanyaan yang Ditunggu-tungguMungkin ini pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Apakah setelah Live-In ini, yang Kristen menjadi Islam, dan yang Islam menjadi Kristen? Tidak...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 2)

Pendekatan yang berbedaYang menarik, konsep acara yang kami susun pertama-tama bukan berangkat dari persamaan. Itu kuno! Bagi saya, pluralisme...

Artikel Lainnya