Mbah Din: Perempuan adalah Gerbang Utama Pendidikan Anak

0
1253
Sesepuh Buntet Pesantren KH Nahduddin Royandi Abbas menyampaikan sambutan dalam acara puncak pengajian umum Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Buntet Pesantren Cirebon. Sabtu, (15/4) (Foto: website Buntet pesantren)

Fahmina.or.id, Cirebon.  Sesepuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon KH Nahduddin Royandi Abbas dalam sambutannya di acara puncak Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Buntet Pesantren mengatakan Perempuan adalah Gerbang Utama Pendidikan Anak. Sabtu, (15/4).

Dalam kesempatan itu Mbah Din sapaan akrabnya, mengapresiai gelaran Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang akan dilakukan di Pesantren Babakan Cirebon kegiatan menurutnya ini  dari penyadaran betapa penting peranan perempuan.

“Sehubungan akan diadakannya kongres ulama perempuan yang akan diselenggarakan di Babakan. Ini akan mengungkapkan, menekankan sekali lagi betapa petingnya peranan wanita, peranan ibu untuk mendidik putra-puterinya sebelum ke sekolah, sebelum mendapat pelajaran dari guru-guru yang lain. guru pertama, pendidikan utama, pelajaran utama adalah para ibu sendiri,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan fakta bahwa peran perempuan masih sedikit diperhatikan namun begitu ia meyakinkan bahwa perempuan harus berdaya, ia mencontohkan perempuan di Indonesia mampu mengemban amanat di sektor-sektor penting dalam pemerintahan.

“Ini kelihatannya sedikit, kelihatannya tidak begitu penting. Tapi sebenarnya inilah masa, inilah keadaan, inilah pendidikan dini dari para ibu sebelum mendapat pelajaran dari sekolah. Betul kita di sini sudah (berdaya-red) kalau di bandingkan negara lain. Kita mempunyai beberapa menteri wanita yang memegang peranan sangat penting, seperti menteri luar negeri, menteri keuangan, menteri BUMN,” imbuhnya.

Mbah Din juga mewasiatkan kepada para pengasuh pondok dan santri untuk tetap bersikap jujur dan ikhlas dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan kepentingan negara.

“Sekali lagi ini wasiat saya kepada pesantren, pada para guru agar lebih menekankan pentingnya jujur dan ikhlas, mari bersama-sama niat untuk lebih jujur dan ikhlas, insyaAllah untuk kepentingan negara bukan pesantren saja.

(zen ab)