Mengapa Ahmadiyah Selalu Menjadi Sasaran Kekerasan; Tinjauan Sejarah, Politik, Dan Teologi.

0
33

Peristiwa kekerasan atas nama agama, kembali terjadi. Jumat, 3 September 2021 Masjid Ahmadiyah kembali menjadi sasaran kekerasan sekelompok orang yang mengatasnamakan Aliansi Umat Islam. Masjid yang menjadi tempat Ibadah Jama’ah Ahmadiyah di Sintang Kalimantan Barat dirusak dan disegel. Bahkan bangunan gudang disebelahnya di bakar.

Peristiwa perusakan ini, bermula dari keluarnya surat Bupati Sintang pada 14 Agustus yang menutup sementara aktivitas masjid Miftahul Huda Desa Balaiharapan Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang. Selanjutnya pada 27 Agustus 2021, Bupati mengeluarkan surat yang isinya menutup secara permanan Masjid tersebut.

Dalam beberapa tahun belakangan, terutama pasca reformasi, Jama’ah Ahmadiyah kerap menjadi sasaran kelompok lain atas tuduhan sesat, karena meyakini pendirinya Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi. Dimana keyakinan ini dianggap bertentangan dengan mayoritas Muslim, yang meyakini tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad.

Lalu bagaimana sebenarnya konsep kenabian menurut Ahmadiyah maupun menurut Islam? Bagaimana JAI masuk ke Indonesia dan kenapa mereka selalu menjadi sasaran kekerasan?

Pusat Studi Agama, Perdamaian dan Inklusi Sosial (PUSAPIS) ISIF Cirebon akan membedahnya bersama narasumber yang kompeten dibidangnya dari sudut pandang Sejarah, Politik, dan Teologi. Oleh karena itu kami mengundang Bapak/Ibu menjadi Narasumber dalam diskusi/webinar tersebut yang akan dilaksanakan pada:

Hari, tanggal   : Selasa, 14 September 2021

Waktu : Pukul, 19.30 s/d 21.30

Tempat           : Via Zoom Meeting

Materi dan Narsumber:

  1. Eva Nur Arofah, M. Hum, Dosen Ma’had Aly PP. Kebon Jambu: Sejarah masuknya Ahmadiyah di Indonesia.
  2. Marzuki Wahid, M.Ag, Rektor ISIF: Latar sosial-politik dibalik penyerangan Ahmadiyah
  3. Hajam, M.Ag, Dekan FUAD IAIN SNJ Cirebon: Konsep Kenabian Menurut Islam.
  4. Buldan Burhanudin, S.Pd.I, Muballigh Ahmadiyah: Konsep Kenabian menurut Ahmadiyah

Moderator: Alifatul Arifiati S.H (Staf Dept. Islam & Demokrasi Fahmina Institute)

Terima Kasih

PUSAPIS ISIF Cirebon