Pentingnya Pengkaderan Ulama Perempuan

0
182

Oleh: Shofi Puji Astiti*

Dawrah Kader Ulama Perempuan (DKUP) Muda Jawa Barat dan Jawa Tengah adalah salah satu bentuk dari pengkaderan ulama perempuan yang diinisiasi oleh Fahmina Institute. Yang melibatkan masing-masing 20 peserta dari jawa barat dan jawa tengah, jadi total 40 peserta DKUP. Semua peserta yang lolos DKUP adalah yang mendapatkan rekomendasi dari lembaga mitra, serta memenuhi kriteria dan telah melalui tahap seleksi.

Pelaksanaan DKUP (Dawrah Kader Ulama Perempuan) dimulai senin 15 Maret 2021, pukul 09.00 sampai 12.30 melalui online dengan menggunakan zoom. Adapun acaranya tidak hanya dilakukan secara online tapi juga ofline. Rencana pertemuan ofline akan dilaksanakan pada tanggal 24-25 maret 2021 di hotel ampera di jawa barat. Dan pada tanggal 3-5 di jawa tengah untuk tempatnya belum ditentukan oleh panitia.

Pada pertemuan perdana DKUP dibuka oleh Ibu Nyai Badriyah Fayumi selaku ketua KUPI (Konggres Ulama Perempuan Indonesia). Ibu Nyai Badriyah menjelaskan seputar peran ulama, visi misi ulama, serta menjelaskan bahwasannya KUPI adalah gerakan Islam rahmatan lil’alamin, yang berdimensi spiritual, intelektual, kultural dan struktural, untuk meneguhkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan serta kelestarian lingkungan dengan menitik beratkan pada perspektif keadilan gender.

Maka dalam hal ini Fahmina Institute merasa penting mengadakan acara kaderisasi ulama perempuan dari berbagai kalangan tokoh, penggerak atau komunikasi sebagai penerus para ulama dalam mendakwahkan serta menyebarluaskan pemahaman keislaman yang berwawasan kebangsaan dan kemanusiaan, yang menjiwai Islam Nusantara yang wasathiyah dan berkemajuan. Terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera seperti tujuan dari KUPI.

Acara selanjutnya perkenalan dan penjelasan dari Bpk Rosidin, Bpk Kyai Marzuki Wahid tentang DKUP, harapan dari para peserta, kontrak belajar selama acara dan lain-lain.

Para peserta mengikuti acara dengan penuh semangat meskipun ada yang terkendala sinyal, mati lampu dan hujan deras sekali. Tak lupa ucapan terima kasih banyak kepada para panitia yang luar biasa Ibu Nyai Roziqoh, Ibu Nyai Alif, Bpk Yai Marzuki, Bpk Yai Rosidin dan lain-lain yang menjadikan acara secara online tetap menyenangkan, serius tapi juga santai dan membahagiakan. []

*Kader Ulama Perempuan