Ternyata Agama Itu Haq’ Bagi Pemeluknya

0
255

Oleh: Ida Ad`hiah

Muhamad Aip Syaripuddin, S.H namanya, ia lebih dikenal dengan sebutan Aip di lingkungannya. Aip merupakan pemuda asal Kuningan yang  aktif di komunitas Inspiring Generation(ISGEN) dimana komunitas ini adalah kumpulan pemuda-pemudi Kuningan dari berbagai latar organisasi dan kampus yang berbeda. Selain aktif di Inspiring generation, Aip juga aktif di beberapa organisasi seperti di karang taruna putra Nallifah desa Tembong, Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Badan Komunikasi Forum Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Kuningan, Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) dan juga masih aktif di Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI).

Aip adalah aktivis keagamaan dilihat dari fokusnya di beberapa organisasi yang ia ikuti. Meski begitu Aip juga tertarik di bidang Ekonomi dan Sosial. Ketertarikannya dalam berorganisasi salah satunya  karena ia senang bertemu dengan teman-teman baru, termasuk pada saat diundang untuk terlibat dalam kelas moderasi beragama oleh temannya Sri yang berada di komunitas yang sama yaitu ISGEN.

Aip berpikir kelas moderasi beragama yang akan di ikuti akan sama dengan moderasi beragama yang pernah diikuti sebelumnya.

“Saya pikir kelas moderasi yang sekarang sama seperti yang sudah dari FKUB, tapi saya lihat KOPRI ini kerjasamanya dengan Fahmina yang saya tahu pemikirannya berbeda dengan pada umumnya,” jelas ALip.

Pesca mengikuti kelas moderasi beragama ini, Aip merasa seperti menemukan hal baru, keluarga baru, ruang baru dan pemikiran yang terbuka terkait keberagaman. Aip mengungkapkan bahwa sebelumnya dia mempunyai pemikiran bahwa agama Islam merupakan agama yang haq’ dan lawan dari kata haq’ ialah bathil, maka dia mengasumsikan bahwa di kelas moderasi ini akan menemukan agama-agama yang bathilnya,

“Saya paling tertarik dengan materi bu Elga. Saya merasa keimanan saya makin kuat. Awalnya saya pikir di kelas moderasi ini akan menemukan agama yang bathilnya, tapi ternyata pemikiran saya melenceng. Pokoknya melihat agama yang lain semuanya baik, agama itu haq’ bagi pemeluknya,” papar Alip.

Selain itu Aip juga pernah mendengar tafsir al Qur’an bahwa orang kafir tidak akan pernah tenang hidupnya sebelum orang islam mengikuti kekafirannya, akan tetapi itu terpatahkan ketika ia dan teman-teman yang berbeda latar belakang agama duduk bersama untuk sekedar bercengkrama pasca kelas moderasi beragama, Aip mengatakan tidak ada yang aneh dengan mereka, semuanya biasa saja.

Aip berharap bahwa ada ruang di Kuningan untuk sekedar cerita, berbagi pengalaman tentang keberagaman agama, ia juga ingin mengagendakan untuk berkunjung ke gua maria. “Saya pernah dengar orang islam tidak boleh ke Gua Maria karena nanti keimanannya goyah” Aip merasa penasaran, terlebih Aip merasa justru setelah mengikti kelas moderasi beragama keimannya makin teguh terhadap agamanya.

“Saya ingin alumni kelas moderasi beragama ini tetap komunikasi, dijadiin komunitas atau ikatan dan ada kelanjutan tidak berhenti pada webinar itu, berharap kita ini jadi pionir moderasi keberagaman di Kuningan, karena kita tahu di kuningan iya beragam, tapi tidak mau menyentuh keberagaman itu” harapannya.