Aktivis Rakom Ikuti Workshop Di Bangkok

0
609

Cirebon. Kabar gembira datang dari radio kommunitas (Rakom) Caraka 107,9 Fm, radio yang dikelola oleh warga desa Ciborelang, Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat. Salah seorang penggiat radio tersebut yakni Siti Maryam berkesempatan mengikuti Workshop Media Komunitas di Bangkok, Thailand pada 1-2 Agustus 2009.

Menurut Siti Maryam, yang kesehariannya dipanggil bu Iyam itu, acara yang akan dihadirinya bertitel “Awareness Worksop of Community Based Media on Labour Migration”, yakni Worksop kesadaran media berbasis komunitas untuk buruh migrant. Workshop diikuti oleh 20 orang yang seluruh pesertanya adalah perempuan. Mereka terdiri dari para penggiat radio komunitas dari berbagai Negara di kawasan Asia Tenggara, seperti : Thailand, Indonesia, Philippines, Myanmar, dan Kamboja. “Indonesia diwakili oleh 2 orang, saya sebagai representative rakom dan satu orang lagi wartawan dari Tempo”, tutur Iyam.

Untuk mengikuti workshop tersebut, lanjut Iyam bagi peserta yang berasal dari rakom harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain ; perempuan, aktiv sebagai penggiat radio komunitas, disamping mempunyai pengalaman dalam hal advokasi atau pendampingan korban-korban kasus-kasus buruh migrant atau Trafiking. Kapasitas lain yang juga menjadi bahan pertimbangan adalah mampu berbahasa Inggris, minimal pasif, tambahnya.

“dari Cirebon yang direkomendasikan Combine Resourch Institution (CRI) dan Fahmina Institute sebenarnya 3 orang, Mba Alif Bonbar FM, Mba Saadah AJ FM, dan saya sendiri”, katanya. Ia mengaku cukup kaget ketika dikontak oleh Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) dan Asian Media Information and Communication Centre (AMIC) sebagai pihak penyelenggara acara, jika dirinyalah yang terpilih untuk berangkat. “ya,,kejutan aja, soalnya tidak pernah menyangka sih,..”, Ungkapnya.

Iyam mengaku senang bisa mewakili rakom-rakom Indonesia dalam workshop di Bangkok. Ia tidak menyangka jika aktivitas-aktivitas sosial yang selama ini dilakukannya baik terkait rakom maupun dalam pendampingan kasus-kasus Buruh migrant dan trafiking mampu membawanya ke jaringan yang lebih luas, bukan hanya nasional tapi tingkat internasional. Hal itu membuatnya lebih semangat. Karena jaringan rakom di Indonesia itu tidaklah sendirian. Di belahan dunia lain radio komunitas dijadikan sebagai media yang sama pula untuk mendorong perubahan social di komunitas,.

“saya berterima kasih atas dampingan dan support dari teman-teman Fahmina Institute dan CRI yang telah memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman seputar rakom”, tuturnya. Ia berharap keberangkatannya ke Bangkok kali ini, bisa menjadi pengalaman berharga. Seraya menyebutkan semoga dirinya bisa menjalankan tugas berat ini, dan pulang dengan membawa pengetahuan dan pengalaman untuk ditularkan kepada teman-teman rakom lain.