BBC peroleh Hibah CPU dan AJ Segera tempati Studio Baru

0
512

 

Cirebon. Setelah kurang lebih 1 bulan Off, karena CPU radio raib digondol pencuri pada Minggu (07/06) lalu, kini BBC FM radio komunitas Babakan, Ciwaringin, Cirebon kembali mengudara. Kabar itu diutarakan oleh M. Salman Al Farisi atau yang biasa dipanggil Bonggan, salah seorang penggiat rakom BBC FM kepada Blakasuta beberapa waktu lalu. Menurutnya, CPU yang kini dipakai merupakan hibah dari lembaga Desantara, Jakarta.

“Musibah hilangnya computer jadi pelajaran berharga, kami harus ekstra hati-hati menjaganya, Karen waktu cari CPU pengganti terus terang kita sangat kerepotan” ungkap Bonggan. Ia bercerita pula, soal para Fans radionya yang tetap setia. Walaupun off hampir 1 bulan, para pendengarnya itu ternyata tidak begitu saja melupakan BBC FM.

“Selama seminggu ini siaran, sudah banyak sahabat BBC yang masuk reques ke line kami”. Itu artinya BBC sudah memperoleh tempat di hati para pendengarnya, tambah Bonggan. Sementara itu, kabar baik datang pula dari rakom AJ FM. Setelah hampir 2 bulan Off karena studio mereka dipakai, sehingga AJ harus pindah, kini rakom milik warga Desa Junjang-Arjawinangun, Cirebon itu positif akan menempati studio baru. Hal itu diungkapkan oleh Arif, aktivis AJ seraya menyebutkan biaya sewa untuk studio akan ditanggung pihak Kecamatan Arjawinangun. “kita masih mencari kontrakan, targetnya awal Agustus sudah dapat tempat” tutur Arif.

Ketua Badan Pelaksana Penyiaran Komunitas (BPPK) AJ FM, Nasirudin Riharto, yang biasa dipanggil Midun, menegaskan walaupun sewa kontrakan akan ditanggung pihak Kecamatan, tapi bukan berarti AJ tidak akan kritis lagi. Ia menegaskan AJ akan tetap berdiri netral, tidak berpihak. Melainkan berpihak kepada kepentingan warga. “kita akan tetap konsisten untuk menyuarakan kepentingan warga”, katanya.

Ungkapan itu sekaligus menepis kekhawatiran jika biaya sewa bantuan dari pihak kecamatan akan mengikis tujuan AJ FM sebagai radio komunitas yang berorientasi bagi pemberdayaan warga/komunitas. AJ akan mengambil peran menjembatani komunikasi dan informasi antara pihak pemerintah (red Kecamatan) dengan masyarakat. “ini bukan persoalan pihak kecamatan baik atau tidak baik, tapi sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk turut aktif mendorong proses demokratisasi informasi di masyarakat” tambah aktivis rakom AJ FM yang bisa dipanggil Midun ini.