Devi Farida Menginspirasi untuk Aktif Bergerak dalam Upaya Bina Damai

0
99
Devi Farida: Pengalaman Mengkampanyekan Toleransi di Desa

Kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Cirebon asal Desa Pabuaran Lor Kec. Pabuaran Kab. Cirebon, Devi Farida terpilih untuk ikut serta dalam misi perdamaian di ajang Youth Exchange for Freedom on Religion an Belief di Kenya. Iven yang melibatkan negara yakni Kenya, Indonesia dan Belanda tersebut akan digelar pada 12-17 Januari mendatang.

Dilansir dari HU Fajar Cirebon (10/1). Manajer Islam dan demokrasi Fahmina Institute Alifatul Arifiati mengatakan,  kegiatan Youth Exchange for Freedom on Religion an Belief  merupakan kegiatan yang memiliki misi perdamaian dunia. kegiatan ini disuport oleh sebuah lembaga bernama Mensen met een Missie yang berpusat di Belanda.

“Kegiatannya berupa exposures (memperlihatikan -red) toleransi dan perdamaian ke beberapa tempatseperti di komunitas perempuan, komunitas anak muda, kantor kepolisian, dan komunitas lintas iman,” katanya.

Alif menjelaskan, keikutsertaan Indonesia dalam agenda tersebut karena Indonesia khususnya Fahmina Institute tergabung dalam konsorsium yang didukung oleh lembaga Mensen met een Missie tersebut.

“Ada delapan orang dari Indonesia yang akan mengikuti kegiatan ini. mereka adalah orang-orang yang aktif bergerak di isu toleransi perdamaian yang terlibat di daerahnya masing-masing di Yogyakarta, Makasar, Posi dan Cirebon. Devi adalah salah satunya,”ungkapnya.

Terpilihnya Devi merupakan alumni Sekolah Cinta Perdamaian (Setaman) yang digelar Fahmina Institute bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan  Ma`arif Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Cirebon.beberapa waktu yang lalu. Devi, kata dia, berhasil mengetuk menginsiprasi yang lain untuk aktif dalam upaya bina damai.

Baca: SETAMAN: Merajut Bhineka dalam Bingkai NKRI

Baca: Fahmina Institute dan LP Maarif Teken Kerjasama untuk Promosikan Islam Ramah dan Toleran

“Setelah mengikuti Setaman, Devi meginisiasi beberapa kegiatan yang menurut kami sangt baik. Misalnya, menyampaikan lagi ke organisasinya yaitu IPNU-IPPNU, menggerakan puasa bersama lintas iman di daerahnya dan lain-lain. jadi ini menginspirasi yang lain untuk aktif bergerak dalam upaya bina damai,” ujarnya.

Sementara itu Devi merasa sangat bersyukur bisa mengikuti ajang tersebut karena akan memperkenalkan budaya toleransi daerahnya di tingkat internasional. Tidak hanya itu pelajar berusia 20 tahun itu bakal mengenal budaya dan bahasa dari negara lain secara langsung. Dari situ pula dia belajar untuk bertoleransi dalam menanggapi perbedaan dari seluruh dunia.

“Saya belajar tanggal 10 Januari besok. Persiapan alhamdulillah sudah mantap, tentunya bangga dengan kesempatan ini,”pungkasnya.

Baca Juga: Devi Farida: Pengalaman Mengkampanyekan Toleransi di Desa