Jumat, 11 Oktober 2019

Festival Mubadalah Akan Diisi Berbagai Kegiatan Menarik

Baca Juga

Festival Mubadalah yang akan digelar di kawasan Yayasan Fahmina pada tanggal 26-28 April 2019 mendatang akan diisi dengan berbagai kegiatan menarik yang tak akan membosankan peserta.

Ketua Panitia Festival Mubadalah, Alifatul Arifiati mengatakan, Festival Mubadalah nanti akan ada tujuh kegiatan dan setiap kegiatannya akan dilaksanakan secara berturut-turut di hari yang berbeda.

“Hari pertama akan ada seminar tentang Agama dan Media Sosial di Indonesia: Harapan dan Tantangannya. Hari kedua itu akan ada rangkaian kegiatan Kelas Mubaadalah. Kemudian hari ketiga ada kegiatan funtainment,” kata Mbak Alif, panggilan akrabnya kepada Mubadalahnews, belum lama ini.

Mbak Alif menjelaskan, kegiatan Festival Mubadalah nanti, setiap peserta harus memilih satu kelas seperti Kelas Kursus Analisis Sosial untuk Penulisan yang Berperspektif Keadilan. Kemudian, lanjut dia, ada Kelas Bedah Buku Qira’ah Mubadalah dan Kursus Perspektif serta Metodologi Mubadalah.

Selain itu, Kelas Pelatihan Pembuatan Video Pendek dan Maksimalisasi Media Sosial dan terakhir Kelas Mubadalah Post-Graduate Conference. Jadi di hari kedua ada 4 kelas dan malamnya itu ada malam apresiasi.

“Di malam apresiasi itu akan ada launching website Mubadalah yang terbaru. Kemudian ada orasi budaya dari tokoh-tokoh ulama perempuan Indonesia,” jelasnya.

Mbak Alif menambahkan, di hari kedua juga ada pembagian hadiah-hadiah, karena sudah ada dua lomba yang dilakukan sebelum Festival Mubadalah dilangsungkan, yaitu Lomba Shalawat Mubadalah dan Pembuatan Meme.

“Kemudian di hari ketiganya kita akan main-main agar lebih memeriahkan kegiatan ini,” kata Mbak Alif.

Mbak Alif memaparkan, setiap kegiatan ada Penanggung Jawab (PJ)-nya masing-masing. Untuk tim PJ itu ada kerjasama dari tiga lembaga yaitu, Fahmina Institute, Mubaadalah, dan Institut Studi Islam Fahmina (ISIF).

Lebih lanjut lagi, PJ seminar itu Ida Adhiah dari Fahmina Institute, Kelas Mubadalah: Kursus Analisis Sosial PJ-nya Zahra Amin, Bedah Buku Qiraah Mubadalah dan Kursus Perspektif PJ-nya Yulianah Fatikha, Kursus Pembuatan Video Pendek dan Maksimalisasi Media Sosial itu ada Abdulloh. “Ketiganya dari Mubadalah,” imbuhnya.

Kemudian Post-Graduate Conference PJ-nya adalah Dr. Ali Zumrud Chozin dari ISIF. Sedangkan PJ malam apresiasi ada Zaenal Abidin dari Fahmina Institute, dan terakhir PJ Funtainment Komala Dewi dari Fahmina Institute.

“Jadi itu beberapa nama yang bertanggung jawab secara kegiatannya,” terangnya.

Selain panitia teknis, Mbak Alif menuturkan, kegiatan ini juga didukung secara pendanaan oleh program yang ada di Fahmina Institute, Rumah Kitab, Aman Indonesia, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Kami berharap semoga Festival Mubadalah ini bisa berlangsung sukses. Dan para peserta yang hadir bisa mendapatkan pengetahuan dan kemeriahan dari kegiatan ini,” tutupnya. (FIF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi dan pesan kearifan Buya Husein...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh meninggal dan enam lainnya dalam...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 3)

Pertanyaan yang Ditunggu-tungguMungkin ini pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Apakah setelah Live-In ini, yang Kristen menjadi Islam, dan yang Islam menjadi Kristen? Tidak sama sekali ! Justru yang...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 2)

Pendekatan yang berbedaYang menarik, konsep acara yang kami susun pertama-tama bukan berangkat dari persamaan. Itu kuno! Bagi saya, pluralisme pertama-tama bukan bicara soal persamaan,...

Populer

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 3)

Pertanyaan yang Ditunggu-tungguMungkin ini pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Apakah setelah Live-In ini, yang Kristen menjadi Islam, dan yang Islam menjadi Kristen? Tidak...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 2)

Pendekatan yang berbedaYang menarik, konsep acara yang kami susun pertama-tama bukan berangkat dari persamaan. Itu kuno! Bagi saya, pluralisme...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 1)

Oleh Pdt. Kukuh Aji Irianda, Pendeta Jemaat di GKI Pamitran, CirebonPerkembangan toleransi antar umat beragama akhir-akhir ini, bagi saya,...

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Artikel Lainnya