HDH Terima Keputusan MUI Siap Ikuti Pengajian Bersama

0
689

SUMBER – Akhirnya pimpinan aliran Hidup Dibalik Hidup (HDH), Rohasan (45) menerima keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon yang meminta kelompoknya membubarkan pengajiannya. MUI menyarankan agar pengikut HDH mencari guru yang benar-benar ahli dalam agama Islam, agar tidak mengarah kepada kesesatan.

“Terus terang kalau itu keputusan MUI kami akan mentaati. Dan kami siap untuk bersama-sama dengan warga desa yang lain menggelar pengajian rutin seperti yang diusulkan kepala desa,” katanya saat pertemuan dengan perangkat desa di Balai Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jumat (23/11).

Dirinya mengaku, apa yang ditulis berbagai media massa tentang kepercayaan adanya nabi yaitu Mohamad Kusnan setelah Nabi Muhammad SAW adalah tidak benar, demikian juga tentang syafaat Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat.

“Pada hakekatnya kami ini mempercayai adanya syafaat Nabi Muhammad pada hari kiamat dan kami juga melakukan syariat Islam lainnya seperti salat, zakat dan puasa, sebagaimana yang dilakukan umat Islam lainnya,” katanya di depan warga dan tokoh yang hadir di pertemuan tersebut. Rohasan saat itu juga didampingi Hendri, putra keempat dari enam bersudara.

Dia juga membantah adanya ajaran bahwa salat hanya cukup dengan niat saja tanpa dilaksanakan dengan gerakan salat. “Jelas itu tidak benar. Semua itu hanya isu, karena kami tetap menjalankan salat bahkan diajurkan untuk salat tahajud setiap malam,” katanya.

Sebelumnya, pada pertemuan itu Kepala Desa Sigong, H Saefudin kepada Rohaman mengajak untuk bersama-sama membuat pengajian rutin dengan kiai yang akan didatangkan dari salah satu pondok pesantren. “Kami berharap dan minta bapak dan pengikutnya mulai berbaur dengan masyarakat, salat di masjid dan mengikuti pengajian yang akan diagendakan bersama. Nanti topik pengajian bisa diusulkan bersama,” katanya.

Berkaitan dengan jarangnya Rohasan, warga Dusun IV, RT 30 RW 08 salat di masjid dekat balai desa, diungkapkan bahwa dirinya merasa risih karena sering diolok-olok warga kalau ikut salat di masjid.

“Kami khawatir dan juga takut, kalau ke masjid jemaah lain kadang perhatiannya tertuju ke kami, karena itu jadi lebih baik salat lima waktu di rumah,” katanya.

Adapun berkaitan dengan buku-buku ajaran HDH berhasil disita warga, Rohasan mengungkapkan, dirinya juga belum sempat membaca secara seksama isi buku itu. “Saya hanya baca sepintas, lalu dipinjam Sukari, mantan kuwu Sarajaya dan tidak dikembalikan,” katanya.

Menurut dia, apa yang ada di buku itu hanyalah pengalaman spiritual Kusnandar alias Mohamad Kusnan yang diungkapkan kepada Mudjoni lalu oleh Mudjoni dirangkum dalam sebuah buku. “Tapi selama pengajian, tidak ada yang mengulas isi buku itu, sehingga saya heran dianggap sesat karena buku itu,” katanya.

Ketua MUI Kabupaten Cirebon, KH Ja’far Sodik Aqil Siraj juga menegaskan, kelompok itu tidak sesat seluruhnya tetapi ada pandangan yang menyimpang yang harus diluruskan. Sehingga MUI meminta kelompok itu membubarkan diri dan mencari guru agama yang benar.

“Pengikutnya masih melakukan ibadah sesuai syariat Islam, tetapi adanya buku yang beredar di kalangan pengikutnya ternyata isinya tidak sesuai dengan keyakinan umat Islam,” katanya.

Dari buku penjelasan ajaran Hidup Dibalik Hidup yang didapat Radar dari kepala Desa Sigong, terungkap riwayat Muhamad Kusnan yang lahir tahun 1926 dan pada usia 10 tahun mengaku dibelah tubuhnya oleh dua malaikat yang sekaligus memberinya cahaya dan jubah putih bercahaya. Sejak saat itu, Kusnan mempunyai kemampuan melihat hal-hal gaib dan biasa berbicara dengan Jibril, bahkan dengan ditemani Jibril menemui semua nabi mulai dari Nabi Adam. Dia juga mengaku diberi kesempatan melihat Sidratul Muntaha, alam barzah, surga dan neraka.

Dalam buku tersebut Kusnan juga menyebutkan bahwa adanya tujuh surga dan tujuh neraka yang masih kosong, karena semua orang yang meninggal sekarang ada di alam barzah termasuk para nabi. Penjelasan tentang alam barzah juga disebut adanya bagian alam barzah yang terdiri dari tiga kelas nikmat dan empat kelas tempat azab kubur. Kusnan juga menceritakan adanya azab yang menimpa manusia di alam barzah seperti lidah yang dipotong dan manusia yang ditusuk besi dari dubur sampai ubun-ubun.(ugi)


Sumber: www.radarcirebon.com