Mahasiswa FIB UI Lakukan Penelitian Islamologi di Fahmina

0
719

Fahmina.or.id, Cirebon. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Program Studi Arab Universitas Indonesia Jakarta, melakukan praktik penelitian lapangan  mata kuliah Islamologi di Fahmina. Selasa, (9/5/2015). Menurut Marreta, salah seorang mahasiswi, kagiatan ini merupakan lajutan tugas ujian akhir semester (UAS) yang mengharuskan untuk terjun ke lapangan.

“Kami dari FIB UI sedang melakukan praktik penelitian mata kuliah Islamologi. Angkatan kami meneliti di wiliyah Cirebon,” katanya.

Saat ditanya alasan memilih Cirebon sebagai objek penelitian lapangan, menurutnya Cirebon merupakan salah satu wilayah yang menarik untuk di kaji, Cirebon juga memiliki peradaban Islam yang sudah ada sejak lama. “Di Cirebon banyak sekali objek penelitian yang menarik untuk di kaji, sehingga angkatan kami sepakat di semester ini, melakukan penelitian di Cirebon,” katanya.

Ketua kelompok Nadiah Dinillah, mengungkapkan bahwa mereka datang ke Cirebon sebanyak 60 orang, yang terbagi atas empat kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 15 orang, yang meneliti  beberapa lembaga diantaranya Pesantren Jagasatru, Muhammadiyah, Al Irsyad, dan Yayasan Fahmina.

“Kami ke Cirebon sebnyak 60 orang, kami terbagi menjadi empat kelompok, kelompok kami sendiri meneliti Fahmina, sementara yang lain ada yang ke Al Irsyad di Panjunan, Muhammadiyah kota, dan Pesantren Jagasatru,” katanya

Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari, terhitung  tanggal 7-11 Juni 2015. Di hari pertama mahasiswa berdiskusi dengan Staf Fahmina Institute, hari kedua berbagi pengalaman dengan Mahasiswa Institute Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon serta dialog bersama Buya Husein Muhammad.

“Kami   sekarang  menjadi tahu, ada intitusi yang sudah di kenal di dunia internasional, yang konsen kepada Islam-Gender, Islam-Pluralisme dan Demokrasi, serta Islam dan Penguatan Otonomi Komunitas, dan inilah yang nanti kami tuliskan” ujarnya.

 “Banyak pengetahuan baru yang kami dapat, ternyata Islam itu tidak hanya ibadah ritual saja, tapi juga ada Islam untuk gerakan sosial dan perdamaian. Kami pula dapat memahami  bagaimana Islam dan Gender, yang dulu kami anggap masih tabu, dan belum banyak kami bahas,” imbuhnya.