Massa Turun ke Jalan Tuntut Penegakan HAM

0
634

CIREBON, (PRLM).- Ratusan orang dari belasan elemen masyarakat Cirebon turun ke jalan menuntut penegakan hak asasi manusia (HAM) pada peringatan Hari HAM Sedunia, Kamis (10/12). Massa meneriakan yel-yel penegakan hukum dan HAM di sepanjang jalan dari mulai kampus STAIN Cirebon sampai gedung DPRD Kota Cirebon sejauh sekitar 3 km.

Sebelum sampai di gedung dewan, massa melakukan orasi secara bergantian di bunderan kawasan Gunungsari. Akibatnya lalu lintas di kawasan tersebut macet untuk beberapa saat. Sepanjang jalan, massa yang menyebut diri Forum Warga Peduli HAM, memprotes beragam praktik berbau diskriminatif dan intervensi hukum pada kasus pelanggaran HAM.

Forum Warga Peduli HAM terdiri dari Fahmina Institute, BEM ISIP, Asjap Institute, Woman Crisis Center (WCC) Balqis, Fatayat NU, GP Ansor, Forum Pedagang Kaki Lima (FPKL), PMII, Forum Sabtuan, JARIK, Lakpesdam NU, FWBMI, serta Institut Kebhineka Tunggal Ika-an.

Koordinator aksi Erlinus Tahar menegaskan, aksi dilakukan sebagai bentuk tuntutan agar pemerintah lebih peduli untuk menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu. “Tentunya penuntasan kasus melalui peradilan HAM yang bebas intervensi dan campur tangan pihak lain,” katanya.

Massa juga menyerukan semua pihak untuk tidak lagi melakukan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan, anak, dan kelompok minoritas. “Hentikan kriminalisasi terhadap para pembela HAM,” seru salah seorang orator saat beraksi di bundaran Gunungsari.

Selain tuntutan-tuntutan itu, Forum Warga Peduli HAM pun mengkritisi kebijakan pemerintah menggusur lahan-lahan yang ditempati rakyat kecil. Mereka menyatakan penolakan atas penggusuran untuk pembangunan yang tidak berkeadilan.

Massa mendesak pemerintah menjamin seluruh hak rakyat untuk mendapatkan perlindungan, layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan secara penuh dalam kehidupan nyata dengan cara pendidikan dan kesehatan gratis bagi rakyat. “Pecat dan hukum penjara bagi pejabat dan penyelenggara negara yang korup, dan tidak berpihak pada kepentingan serta pembelaan rakyat,” teriak massa. (A-92/A-50)***