Partisipasi Perempuan Masih Dipandang Sebelah Mata

0
1093
Foto bersama Komunitas Perempuan Cirebon seusai kegiatan

Fahmina.or.id, Cirebon. Partisipasi perempuan baik dalam ranah domestik maupun publik masih dipandang sebelah mata. Hal itu diungkapkan  Alifatul Arifiati, fasilitator dalam forum lokalatih Movement Building Inisiatif (MBI) yang berlangsung di  Gedung Pertemuan Kampus ISIF Jl. Swasembada No. 15 Majasem Kota Cirebon. Sabtu (30/7).

“Begitu banyak perempuan yang tidak dilibatkan dalam pembangunan negeri karena perempuan masih dipandang sebelah mata, hal ini pun menjadi faktor banyaknya peraturan daerah yang tidak ramah perempuan,” kata Alif sekaligus Koordinator FAMM Wilayah Jawa Barat.

Lokalatih ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kritis dan kepemimpinan perempuan muda menjadi harpan sehingga mendorong terwujudnya gerakan perempuan untuk  keadilan gender yang kuat dan mandiri di masyarakat.

Kegiatan yang belangsung selama tiga hari, sejak tanggal 30 Juli samapai 1 Agustus itu digelar atas kerjasama Fahmina Institute, FAMM Indonesai dan PEKKA. Diikuti  oleh perwakilan dari berbagai organisasi dan komunitas pemuda diantaranya komunitas Pelita Perdamaian,KOPRI, Bayt Al Hikmah, SAPA Institute, KOHATI, IPPNU. Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), dan Nonoman Sunda Wiwitan.

“Meski perempuan sudah membuktikan perannya dimasyarakat, tetap saja masyarakat menilai perempuan lebih rendah dari laki-laki. Harus ada kesadaran bersama untuk mengubahnya ” ungkap Asih salah satu pesrta dari komunitas Bayt Al Hikmah.

Herawati perwakilan organisasi KOHATI Cirebon menaruh harpaan kedepan agar ada gerakan nyata setelah lokalatih ini baik di organisasi sendiri maupun di masyarkat..

“Saatnya perempuan muda untuk ikut andil dalam segala hal termasuk ikut serta dalam pembangunan daerah,” tukas Hera. (ZA)