Pentingnya Analisis Sosial dalam Penyusunan Program Acara Radio Komunitas

0
717

Pelatihan Tahap Ketiga Kader PENGGERAK Warga (KPW) untuk radio Komunitas

Pelatihan Kader Penggerak Warga tahap III Radio Komunitas sebagai media jurnalistik warga, tidak hanya berkutat di soal broadcasting (baca: penyiaran) saja, demikian yang dieksplorasi 30 orang Kader Penggerak Warga (KPW) yang berangkat dari para penggiat di enam stasiun radio komunitas dalam Pelatihan Tahap Ketiga Kader Penggerak Warga di Hotel Bumi Asih Kota Cirebon pada 26-30 Desember 2007 lalu. 

Para KPW yang berasal dari  AJ FM dari Junjang-Arjawinangun, Baina FM dari Babakan Mulya Kuningan, Caraka FM dari Ciborelang Majalengka, Banyu FM dari Mertapada, Serra FM dari Margamulya Indramayu dan Bonbar FM dari Kebon Baru Kota Cirebon dengan difasilitatori oleh Budhi Hermanto dari Combine Resourche Indonesia (CRI) Yogyakarta, digali kemampuan dalam menganalisa persoalan-persoalan yang ada dikomunitasnya dengan perspektif yang lebih tajam dan berpihak kepada warga.

Dalam pelatihan ini juga didiskusikan soal bagaimana menyusun kuisoner yang baik sehingga hasilnya akurat. Dengan kemampuan ini diharapkan bisa menjadi pijakan untuk menyusun program acara di radio komunitas yang bisa mewakili kebutuhan komunitasnya. Radio komunitas bisa menjadi pusat informasi  dan pengorganisasian warga, yang memberikan tawaran solusi bagi warga dalam memecahkan persoalan yang muncul di warga.

Pelatihan yang merupakan bagian dari Program Jurnalisme Kemanusiaan Islam berbasis Komunitas Fahmina Institute ini diakhiri dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut berupa penyusunan program siaran yang terkait dengan isu-isu strategis dan membuat kuisoner lanjutan di masing-masing radio komunitasnya. (noes)