Pentingnya Sosialisasi Empat Pilar di Tengah Kekerasan Bernuansa SARA

0
600

Jakarta – Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara (Empat Pilar) dipandang harus terus disosialisasikan. Terutama sekali, di beberapa daerah yang belum bisa menerima pluralisme secara utuh. Empat Pilar ini terdiri atas Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, harus diserap dengan baik oleh masyarakat. Apalagi, masih banyak kekerasan bernuansa SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) di Indonesia.

Menurut berita yang dilansir tempo.co, empat pilar yang merupakan “warisan” almarhum Taufik Kiemas yang juga Ketua MPR RI, ini penting disosialisasikan secara konsisten. Begitu pun penunjukan penggantinya, Sidharto Danusubroto sebagai Ketua MPR dinilai sudah tepat. Seperti diungkapkan Maruar Sirait, anggota Komisi XI DPR, pada Senin (8/7).

Dikatakannya, salah satu tugas utama Sidharto tentu adalah menyelesaikan “warisan” Taufiq, yaitu Empat Pilar.”Ukurannya jelas, dari Sabang sampai Merauke mesti terima Empat Pilar, khususnya Pancasila, dalam aturan dan tatanan kehidupan masyarakat. Pancasila harus bisa jadi ideologi yang hidup,” tuturnya.

Ia menambahkan, sosialisasi Empat Pilar harus terus jalan, (terutama) di daerah yang belum menerima pluralisme. Seperti diketahui bersama bahwa dalam pemetaan politik Indonesia, ada daerah yang plural, tapi ada juga yang belum plural. Oleh karenanya keberadaan Ketua MPR baru ini harus meneruskan tradisi merangkul kalangan dan latar belakang politik yang berbeda.

Sidharto sendiri menurutnya, dikenal sebagai sosok yang humoris tapi mempunyai prinsip yang kuat. Kita bisa punya pendapat yang sama dan berbeda. Walau beda generasi, beliau (Sidharto) bisa menghargai perbedaan. (a5)

Sumber: http://tempo.co