Pertukaran Pelajar Muslim Australia Berkunjung Ke Fahmina

0
734

Fahmina.or.id, Majasem. Hari yang cerah mengiringi kedatangan rombongan para pelajar muslim Australia yang tiba di Fahmina Intitute, Senin (11/5). Sebanyak 7 orang, yang terdiri dari lima orang pelajar asal Australia dan dua orang pendamping.

Rombongan disambut hangat oleh KH Husein Muhammad selaku pengurus Yayasan Fahmina, Direktur Fahmina Istitute Rosidin, dan para staf Fahmina Institute serta ISIF Cirebon.

Rombongan merupakan para pelajar Australia yang ingin mempelajari kebudayaan Indonesia terutama keislaman yang berkembang  di Indonesia. “Kegiatan ini merupakan kegiatan dari pertukaran pelajar muslim Australia, yang diselenggarakan oleh kedutaan besar Australia, kementrian luar negeri Australia dan bekerjasama dengan pemerintahan Indonesaia”, ungkap Khotibul Umam yang merupakan pendamping kegiatan ini.

Kegiatan ini pula bagian dari usaha kedua negara untuk saling menguatkan persaudaraan dengan mengenali kebudayaan masing-masing. “Pemerintah Australia  mengirimkan pemuda muslim ke Indonesia  untuk belajar kebudayaan Indonesia, karena menurut mereka Australia dan Indonesia itu tetangga tapi kebudyaannya sangat bertolak belakang. Untuk memperkuat persatuan dan persaudaraan, saling mempelajari budaya masing-masing terutama kebudayaan  Islam Indonesia” tamabah Khotibul Umam

Saat ditanya apa alasan mereka memilih Cirebon sebagai tempat kunjungan, seperti yang telah di ungkapkan pendamping Khotibul Umam, Cirebon memiliki peradaban Islam yang cukup tua, oleh karenanya ini menjadi alasan dan pertimbngan tersendiri bagi mereka, kegiatan yang sama sebelumnya pernah dilakukan di Jakarta, Yogyakarta dan tahun ini ke Cirebon.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari. Hari pertama mengenalkan pendidikan pesantren dengan berkunjung ke pesantren, hari kedua pengenalan kebudyaan Cirebon ke Keraton Kasepuhan, hari ketiga berkunjung ke komunitas-komunitas ke Islaman yang ada di Cirebon, dan Fahmina Institute salah satunya.

“Sekitar tiga hari dari hari Sabtu, Minggu dan Senin. Kegiatannya pertama berkunjung ke pesantren Darul Ulum dan menginap, supaya mengerti kehidupan pesantren, hari Minggu bertemu dengan Sultan di Keraton Kasepuhan, lalu  ziarah ke Makam Gunung Jati, dan terakhir betemu ormas termasuk Fahmina”. Jelas Umam

Ragam kebudayaan dan bentuk keislaman yang ada di Cirebon nampaknya memilki kesan tersendiri bagi Yusuf, salah satu peserta rombangan ini. ia mengungkapkan kekagumannya akan keramahan dan juga kekayaan kebudayaan Islam yang ada di Cirebon.

“Pesantren adalah ruh keilsaman di indonesia, saya sangat senang sekali berkunjung di Cirebon dengan kebudayaannya yang sangat ramah dan keislamannya yang sungguh toleran, saya berhap akan kembali kesini”

Acarapun diisi dengan pengenalan Fahmina kepada para peserta dan menjelaskan potret keislaman yang ada di Cirebon, mereka merasa senang, karena waktu sangat terbatas meraka harus berkunjung ke komunitas lain, acarapun berakhir pukul 14.00 WIB.