Kamis, 10 Oktober 2019

PSBM ISIF Bersama Wikipedia Kenalkan Bahasa Cirebon di Internet

Baca Juga

Melalui WIkipedia menjadi  jalan untuk bahasa Cirebon itu dianggap ada oleh dunia internasinonal. Karena dalam WIkipedia semua warga internsional dapat melihat artikel-artikel dengan bahasa-bahasa berbeda di seluruh dunia

Fahmina.or.id, Cirebon. Sebanyak 25 orang dari kalangan mahasiswa dan umum mengikuti Wikilatih literasi Bahasa Cirebon yang digelar PSMB ISIF Cirebon. Lokakarya ini adalah bagian dari upaya pelestarian bahasa Cirebon melalui internet yang bekerjasama dengan Wikipedia Indonesia di Kampus Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon, Sabtu (27/1).

(Berita terkait: Kampus ISIF Cirebon Kedepankan Riset dan transformasi Sosisal)

Menurut Doddie Yulianto Ketua Pusat Studi Budaya dan Manuskrip (PSBM) ISIF, mengatakan perkembangan bahasa Cirebon saat ini mulai terkikis penggunaanya. disebabkan kurangnya referensi dan riset tentang kebahasaan, terutama yang digunakan oleh media.

“Bahasa Cirebon posisinya seperti anak walon (anak tiri), bahasa Cirebon dianggap sesuatu yang bernilai, kenyatannya sangat sedikit riset tentang kebahasaan, sangat sedikit media yang menggunakan bahasa Cirebon sebagai bahasa pengantarnya, demikian pula pada institusi resmi,” ungkap Filolog yang juga Alumnus ISIF.

Ia menambahkan kecendrungan untuk menggunakan bahasa Ibu atau daerah lebih kecil dibandingkan penggunaan bahasa nasional Indonesia. Sehingga bahasa Ibu atau daerah lemah eksistensinya.

(Baca berita terkait: ISIF Gelar Kuliah Umum Mengenal Tiga Gemelan Kuno Cirebon)

Hal ini diakui salah satu peserta Pipih Permatasari, ia menyatakan di desanya penggunaan basaha Cirebon hampir punah karena jarang digunakan sebagai bahasa utama di keseharian.

“Bahasa Cirebon hampir punah di desa saya sendiri, dari kecil diajarin bahasa Indoneisa, tanpa melestarikan bahasa sendiri,” katanya.

Senada dengan itu, Elang Agung Wijaya Karsa, penggunaaan bahasa Cirebon terlebih bahasa kromonya semakin jarang terutama di kalangan anak muda.

“Penggunaan bahasa Cirebon  banyak menggunakan bahasa sehari-hari tanpa mengunakan anggah ungguh (Kromo), padahal bahasa Cirebon ada bebasan yang memiliki tingkatan,” terang Dalang Cilik asal Desa Wanakaya Cirebon.

Mengembangkan Bahasa Melalui Internet

Pengembangan bahasa saat ini dimudahkan dengan teknologi salah satunya adalah melalui dunia internet. Hal itu diungkapka Adwi Nurdiansyah, Kontributor WIkipedia Bahasa Cirebon. Menurutnya program Wikilatih ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengenalkan bahasa Cirebon di dunia internasional.

“Melalui Wikipedia menjadi salahsatu  media bagi bahasa Cirebon dapat dikenal oleh dunia internasinonal. Karena dalam Wikipedia semua warga internsional dapat melihat artikel-artikel dengan bahasa-bahasa berbeda di seluruh dunia,” katanya.

Ia berharap dengan banyaknya referensi dan tulisan maupun penelitian dengan menggunakan bahasa Cirebon juga digunakan percakapan sehari-hari dapat menjadi bahasa mandiri.

“Bahasa daerah itu bukan bahasa kelas dua, semua bahasa di dunia memiliki posisi yang sama. Namun begitu Bahasa Cirebon masih dianggap dialek bahasa Jawa, kedepannya ingin basha Cirebon menjadi bahasa mandiri seiring banyak yang menggunakannya,” tambahnya.

Selain itu, Nurahmailah perwakilan dari Wikimedia Indonesia, mengatakan Wikipedia merupakan ensiklopedia bebas yang bisa diakses, disunting pengguna sekaligus pembaca bisa berkontribusi dengan layanan bahasa yang beragam. Saat ini Wikipedia Jawa  sudah memuat 25 ribu artikel dengan bahasa jiwa dari berbagai dialek. Sejumlah  seratus pengguna aktif Wikimedia Indonesia.namun Jumlah ini masih sangat sedikit dibanding pengguna aktif  Wikimedia negara lain.

“Tingkat orang mengakses intertnet sangat tinggi. Wikimedia bisa digunakan orang di manapun, kapanpun, termasuk Wikipedia Jawa,” kata admin Wikipedia Jawa itu.

Ima berharap dengan Wikilatih ini dapat meningkatkan kesadaran dan ketertarikan masyarkat terhadap Wikipedia akan semakin bertambah. Selain itu agar pengetahuan dan bahasa semakin berkembang.

Sementara itu menurut Doddie, PSBM sebagai lembaga yang konsen terhadap budaya dan bahasa, akan mengembangkan dan melakukan penelitian tentang kebahasaan Cirebon.

“Kelak PSBM melakukan penelitian lebih serius tentang kebahasaan di Cirebon, karena kita berbeda kosa kata, dan punya distingsi yang jelas dengan bahasa jawa,”pungkas Budayawan Cirebon itu. [] (ZA)

(Baca berita lainnya : ISIF Pelopor Tradisi Orasi Sarjana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi dan pesan kearifan Buya Husein...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh meninggal dan enam lainnya dalam...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 3)

Pertanyaan yang Ditunggu-tungguMungkin ini pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Apakah setelah Live-In ini, yang Kristen menjadi Islam, dan yang Islam menjadi Kristen? Tidak sama sekali ! Justru yang...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 2)

Pendekatan yang berbedaYang menarik, konsep acara yang kami susun pertama-tama bukan berangkat dari persamaan. Itu kuno! Bagi saya, pluralisme pertama-tama bukan bicara soal persamaan,...

Populer

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 3)

Pertanyaan yang Ditunggu-tungguMungkin ini pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Apakah setelah Live-In ini, yang Kristen menjadi Islam, dan yang Islam menjadi Kristen? Tidak...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 2)

Pendekatan yang berbedaYang menarik, konsep acara yang kami susun pertama-tama bukan berangkat dari persamaan. Itu kuno! Bagi saya, pluralisme...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 1)

Oleh Pdt. Kukuh Aji Irianda, Pendeta Jemaat di GKI Pamitran, CirebonPerkembangan toleransi antar umat beragama akhir-akhir ini, bagi saya,...

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Artikel Lainnya