Radio Komunitas Komitmen Lakukan Siaran Pemberdayaan

0
647
Pertemuan Jaringan 10 Radio Komunitas Se Wilayah III CirebonPada 21 Agustus 2008 di Baina FM Desa Babakanmulya Kec. Jalaksana Kab. KuninganLagi-lagi radio komunitas di wilayah Cirebon dan sekitarnya diminta untuk berkomitmen agar mengutamakan siaran infromatif dan pemberdayaan dari pada acara hiburan.  Radio-radio komunitas pun kemudian sepakat akan mengupayakan hal ini. Demikian hasil pertemuan radio komunitas wilayah Cirebon dan sekitarnya pada Kamis (21/08) di Baina FM Desa Babakanmulya Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan. Kesapakatan itu didasari oleh hasil pengamatan Fahmina Insitute terhadap program acara di 10 radio komunitas: Caraka FM, Baina FM, AJ FM, Bonbar FM, Banyu FM, Buana FM, Bilik FM, Sukajaya FM, BBC FM, dan Palem FM.

Temuan di lapangan menunjukkan muatan informasi dalam program acara radio belum sepenuhnya diperhatikan. Untuk radio-radio yang baru berdiri sekitar 2 bulan seperti, Buana FM, Bilik FM, BBC FM, Sukajaya FM, dan Palem FM, acara hiburan tampak masih dominan. Prosentase informasi hanya 0-40 %, sedangkan hiburan mencapai  60-100%.  Untuk radio-radio yang lebih awal berdiri seperti Caraka FM, Baina FM, dan AJ FM muatan informasi sudah lebih banyak dengan proporsi 60-80% sedangkan hiburan 20-40%.

“Perbedaan kecenderungan porsi hiburan dan informasi itu bisa dimaklumi”, kata fasilitator acara, Gani Rachman (JRK Jabar). Pada tahap awal, forum membicarakan bagaimana agar bisa menjaring pendengar terlebih dahulu. Selain didorong agar keberadaan radio bisa diterima oleh warga. “Untuk sampai pada radio sebagai media informasi dan pemberdayaan memang perlu proses panjang” tutur Gagan.

Adapun isu yang diusung radio diketahui cukup variatif, mulai dari isu pendidikan, kesehatan, sosial-keagamaan, jender dan perempuan, pertanian, buruh migran, trafiking, dan lain-lain. Tetapi persoalan-persoalan yang dibahas masih relatif umum, belum optimal menggali isu-isu lokal seputar komunitas radio. Di samping itu, radio belum kelihatan fokus pada salah satu isu tertentu.

Menurut Gani, ke depan  radio mestinya mulai mengedepankan berita-berita atau penyiaran yang berhubungan erat dengan warga sekitar, sehingga keberadaan radio semakin dirasakan oleh warga.

Pada akhir sesi, para peserta secara bersama-sama menyusun rencana tindak lanjut. Rencana itu diantaranya adalah adalah komitmen radio-radio lama untuk serius mengawal radio-radio baru baik dalam hal penguatan teknis, program acara, maupun pengelolaan radio. “Pertemuan jaringan kali ini hanya langkah stimulan saja, selanjutnya diharapkan terjadi tukar-menukar pengalaman dan kerjasama antar radio atas inisiatif sendiri dari para penggiat radio”, tutur Ade Duryawan, selaku panitia penyelenggara dari Fahmina. [ ]