Santri dan Pelajar Bekali Diri Untuk Mendeteksi Dini Radikalisme

0
22

Fahmina.or.id, Cirebon. Salah satu kelompok rentan penyebaran radikalisme adalah pelajar dan santri. Sehingga perlu penguatan keilmuan dan kewaspadaan terhadap para aktor penebar radikalisme.

Selain itu peningkatan deteksi dini radikalisme di lingkungan perlu ditingkatkan

Hal itu diungkapkan Direktur Fahmina Rosidin M. Hum di hadapan santri dan pelajar yang bertajuk Sekolah Cinta Perdamaian yang masuk dalam rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional 2019 PC. NU Kab. Cirebon di Ponpes Abu Mansur 2 Kaliwulu Plered Kab. Cirebon. Kamis, 27 Oktober 2029.

Ia mengajak para pelajar untuk tidak diam dan berperan aktif konsultasi dengan kiai, guru atau tokoh yang memiliki pengetahuan lebih tinggi serta lapor kepada aparat keamanan jika ada indikasi itu.

Adapun deteksi dini bisa dilakukan dengan melihat beberapa indikasinya.

Jika ada teman atau saudara yang cara pandangnya menyetujui kekerasan untuk menuntut sesuatu. Jika ada yang setuju dengan penggantian dasar-dasar negara. Ia tidak segan melakukan ancaman dan ketakutan kepada orang lain yang berbeda faham. “Tidak mesti mengekspresikan tindakan. Jika pandangannya begitu, sudah terpapar faham radikal,” katanya.

Para pelajar dan santri didorong untuk bersama menciptakan lingkungan yang aman. Berperan aktif dalam mempromosikan perdamaian serta bersikap terbuka terhadap perbedaan. “Penting kelompok pelajar dan santri mendeteksi dini sendiri baik kepada teman ataupun keluarga agar tidak terpengaruh faham radikal,” imbuhnya.

Senada, Wakil Ketua PC. NU Kab. Cirebon Dr Sholihin, S.H MH mengatakan, bahwa agama apapun tidak mengindahkan kekerasan sebaliknya mengecamnya. “Adanya hukum agama seperti hukuman mati karena sebab membunuh, ini bentuk aturan bahwa kita tidak boleh menyakiti bahkan membunuh orang,” jelasnya.

Dari sejak dini perlu dibekali toleransi dengan cara menghargai orang lain. “Sepanjang menghargai orang lain dari haknya, agamanya dan kemanusiannya, maka kita akan dihargai pula,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan penandatnganan deklarasi santri cinta damai.