Direktur Fahmina, Rosidin saat menyampaikan sambutan pada Pelatihan Kepemimpinan Gotong royong di Kuningan, 2-4 Agustus 2019.

Fahmina Institute telah sukses mengadakan pelatihan kepemimpinan yang diikuti puluhan anak muda dari Kabupaten Cirebon dan Kuningan di salah satu hotel Kuningan, Jumat-Minggu, 2-4 Agustus 2019.

Direktur Fahmina Institute, Rosidin mengatakan, pelatihan kepemimpinan ini merupakan salah satu upaya Fahmina Institute dalam rangka mengkampanyekan isu-isu perdamaian dan toleransi kepada anak muda.

“Alasan kami memilih anak muda, karena mereka punya potensi untuk mempromosikan isu-isu perdamaian dan toleransi di lingkungannya masing-masing, entah itu di karang taruna atau organisasi kepemudaan,” kata Kang Rosidin.

Ia menjelaskan, pelatihan kepemimpinan ini dalam rangka untuk mengurangi angka kasus-kasus intoleransi di Wilayah 3 Cirebon. Cara dan upaya yang dilakukan tentunnya dengan inisiatif damai, yakni mempromosikan isu damai kepada anak muda.

“Harapan kami adalah elemen-elemen lain, khususnya anak muda bisa berkontribusi dalam isu perdamaian. Misalnya dengan dialog, bukan dengan cara intoleran lagi pendekatannya,” ujar Kang Rosidin.

Dosen Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon juga menilai kemungkinan besar 80 persen anak muda dipengaruhi media sosial (medsos). Jika melihat data Kementerian Informasi dan Komunikasi disebutkan bahwa medsos hari ini banyak dipengaruhi narasi negatif.

Pasalnya, lanjut dia, informasi hari ini banyak memuat konten-konten ujaran kebencian dan hoaks. Jadi informasi yang bertebaran itu mengarahkan orang atau kelompok untuk curiga, membenci, bahkan bertindak intoleran.

“Mungkin hal itu bisa mempengaruhi kita, terutama anak muda jika mereka tidak punya pengetahuan memilih dan memilah informasi-informasi mana berita hoaks dan juga ujaran kebencian,” tuturnya.

Kang Rosidin pun berharap pelatihan kepemimpinan ini anak muda tidak mudah terpengaruh, tapi mereka dapat berpikir secara sehat, sehingga tidak mudah membenci kelompok atau siapapun.

“Diharapkan anak muda ini juga dapat membuat dan menyebarkan konten narasi damai di medsos serta menjadi agen-agen perdamaian, baik di desa ataupun komunitasnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pelatihan kepemimpinan anak muda bertajuk “Anak Muda Membangun Kepemimpinan Gotong-royong Untuk Perdamaian dan Toleransi” ini difasilitasi dari perwakilan The Asian Muslim Action Network (AMAN)Indonesia, Ghufron dan Manager Islam dan Demokrasi Fahmina Institute, Alifatul Arifiati.

Selain itu, ada tiga narasumber yang telah mengisi pelatihan anak muda ini, yakni Kang Rosidin, Ketua Pelita Perdamaian, Haryono dan Koordinator Peace Leader Indonesia, Redy Saputro. (WIN)