Jumat, 11 Oktober 2019

Deklarasi Makkah, NU Serukan Perdamaian Dunia

Baca Juga

Silaturahmi Nahdlatul Ulama Se-Dunia Ke XVIII yang digelar oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Hotel Altayseer Towers Hotel, Makkah, Kamis (8/8) menyerukan warga NU untuk berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An Nahdliyyah baik secara fikrah dan amaliyah maupun secara manhajiyah dan harakah.

Forum tahunan yang dilaksanakan pada setiap musim haji tersebut juga menyerukan kepada seluruh umat di dunia untuk terus mendukung teciptanya perdamaian dunia berdasarkan asas keadilan dan kemanusiaan. Hal ini selaras dengan tema besar yang diangkat yakni “Merajut Kembali Ukhuwah Wathaniyah Menuju Perdamaian Dunia”.

Berbagai paparan dari tokoh NU disampaikan di antaranya dari Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, dan Mauidzah Hasanah oleh Pengasuh Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo, KH Agus Ali Mashuri.

Putra almarhum KH Maimoen Zubaer, Gus Taj Yasin Maimoen juga berkesempatan menyampaikan sambutan atas nama keluarga terkait wafatnya sang ayahanda yang juga ulama kharismatik NU di Kota Suci Makkah pada Selasa (6/8).

“Kiai Maimoen mengajak kepada kita semua untuk meneruskan apa yang sudah dicita-citakan oleh para pendiri NU yakni amar Ma’ruf nahi munkar, Islam Rahmatan lil Alamin, wasathiyah. Ini yang harus ada di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Gus Yasin mengisahkan juga saat-saat akhir hayatnya, Mbah Maimoen terus menyerukan persatuan dan kesatuan bangsa dengan tanpa melihat suku, bahasa, apalagi partainya.

“Ia hanya membawa NU, mengkampanyekan NU, mengajak kebersamaan, mengajak kebersamaan. Ayo, kita itu satu bangsa. Kita itu satu negara. Beliau mengajak itu yang dikedepankan,” katanya.

Hadir pada acara tersebut para Kiai NU seperti KH Anwar Mansur, KH Asep Saifudin, KH Bunyamin Ruhiyat, dan para pengurus NU se-dunia yang sedang menjalankan ibadah haji.

Berikut selengkapnya Deklarasi Makkah pada Silaturahmi Nahdlatul Ulama Se-Dunia Ke XVIII:

DEKLARASI MAKKAH

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan mengharap ridha Allah SWT serta dengan selalu bertawakkal kepadaNya bertempat di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah serta di waktu yang sakral menjelang wukuf di Padang Arafah, kami warga Nahdliyyin seluruh dunia berikrar:

1. Berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An Nahdliyyah baik secara fikrah dan amaliyah maupun secara manhajiyah dan harakah.

2. Mempererat tali Ukhuwah lslamiyah, Ukhuwah Wathaniyah maupun Ukhuwah Basyariyah sesuai dengan misi Islam rahmatan Iil ’alamin.

3. Siap mempertahankan empat pilar negara Indonesia; Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45. Oleh karena itu berbagai upaya untuk merongrong dasar dan falsafah negara harus ditolak.

4. Menumbuhkan sikap toleransi dan moderasi dalam semua aspek kehidupan serta menolak berbagai bentuk kekerasan, intoleransi dan diskriminasi.

5. Mendukung teciptanya perdamaian dunia berdasarkan asas keadilan dan kemanusiaan.

Mudah-mudahan Allah SWT meridhai bangsa dan negara Indonesia menuju Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur, Amiin.

Makkah Al Mukarramah, 07 Dzul Hijjah 1440 H / 8 Agustus 2019 M.

(Muhammad Faizin)

Sumber: Bangkitmedia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi dan pesan kearifan Buya Husein...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh meninggal dan enam lainnya dalam...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 3)

Pertanyaan yang Ditunggu-tungguMungkin ini pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Apakah setelah Live-In ini, yang Kristen menjadi Islam, dan yang Islam menjadi Kristen? Tidak sama sekali ! Justru yang...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 2)

Pendekatan yang berbedaYang menarik, konsep acara yang kami susun pertama-tama bukan berangkat dari persamaan. Itu kuno! Bagi saya, pluralisme pertama-tama bukan bicara soal persamaan,...

Populer

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 3)

Pertanyaan yang Ditunggu-tungguMungkin ini pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Apakah setelah Live-In ini, yang Kristen menjadi Islam, dan yang Islam menjadi Kristen? Tidak...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 2)

Pendekatan yang berbedaYang menarik, konsep acara yang kami susun pertama-tama bukan berangkat dari persamaan. Itu kuno! Bagi saya, pluralisme...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 1)

Oleh Pdt. Kukuh Aji Irianda, Pendeta Jemaat di GKI Pamitran, CirebonPerkembangan toleransi antar umat beragama akhir-akhir ini, bagi saya,...

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Artikel Lainnya