Kamis, 12 September 2019

Cerita Baik Ibu Titin Ketua Fatayat NU Kuningan

Baca Juga

Oleh: Ida Ad’hiah

Titin Suhartini ,S.Pd.MM merupakan aktifis perempuan Kuningan yang sekarang aktif di PC Fatayat NU Kabupaten Kuningan sebagai ketua. Perempuan kelahiran Kuningan pada tanggal 12 Mei ini selain aktif di Fatayat, ia juga pernah aktif diberbagai organisasi lain seperti DPD KNPI Kabupaten Kuningan, PW Fatayat NU Jawa Barat, sekertaris GOW Kabupaten Kuningan, Karang Taruna Kabupaten Kuningan, IPEMI (Ikatan pengusaha Muslimah Indonesia), PERWIRA (Perkumpulan wanita wirausaha), dan GMDM (Garda Mencegah dan Mengobati).

Ibu Titin adalah salah satu peserta aktif kegiatan yang diadakan oleh Fahmina Institute, salah satunya adalah acara buka bersama dengan mengundang teman-teman dan jaringan lintas agama di Kabupaten Kuningan. Beliau senang dengan adanya acara bukber bersama lintas agama, hal ini menginspirasi beliau untuk melakukan acara bagi-bagi takjil bersama perempuan JAI Manislor dan perempuan umat kristiani, mereka menyatakan kesenangan mereka atas kegiatan yang dilakukan bersama.

Sebelumnya Ibu Titin mempunyai pandangan lain terhadap orang yang berbeda agama dengannya, tetapi  perubahan baik menimpanya setelah beliau mengenal Fahmina dan Gusdurian serta mengikuti kegiatan yang Fahmina adakan.

“Sebelum kenal dengan Fahmina dan sebelum kenal dengan Gusdurian , aku gak pernah bersilaturahmi dengan teman lintas iman. Dulu sebelum kenal Gus Dur  dengan toleransinya kepada orang yang minoritas dan teraniaya  , dari sana baru aku faham subhanalloh Gus Dur begitu menyayangi dan melindungi mereka yg minoritas bahkan sambut baik seperti saudara sendiri,” jelasanya.

Beliaupun lebih berani dan bisa bersilaturahmi dengan orang yang berbeda agama, seprti yang beliau katakan ia pernah bersilaturahmi dengan pendeta Yayan dari GKP Cigugur, “bahkan lajnah Imainillah ahmadiyah mengunjungi Kami fatayat dengan memberikan buku2 tentang ahmadiyah” ungkapnya.

Melalui organisasi Fatayat NU Kuningan yang di pimpinnya, beliau berupaya untuk bisa merangkul mereka bersatu dalam kebaikan dan toleransi. Beliau merasa senang bisa mengenal agama lain dan saling berkomunikasi.

“Perasaanku , tidak bisa digambarkan dan diluapkan mudah-mudahan kami bisa terus membina jalinan silaturahmi dengan mereka, karena perbedaan itu indah”ucapnya. Beliau juga berkeinginan untuk menyelenggarakan kemah bersama dengan teman-teman lintas iman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Dakwah Budaya; Belajar Kepada Para Wali

Oleh: Abdul RosyidiPada saat Syarif Hidayatullah mendarat di Cirebon, pertama kali dia menemui Uwaknya, Pangeran Walangsungsang. Oleh Walangsungsang, Sunan Gunung Jati disarankan untuk tidak...

Enam Alasan Mengapa Presiden Harus Tolak UU KPK Jika Tidak Ingin KPK Mati

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASudahkah Anda baca usulan revisi DPR terhadap UU KPK? Sudahkah Anda menemukan jawaban mengapa semua fraksi DPR tergesa-gesa menyetujui revisi...

Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak DPR RI Segera Sahkan RUU P-KS Sebelum Masa Jabatan Berakhir

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) telah masuk dalam Prolegnas sejak 26 Januari 2016. DPR RI juga telah membentuk Panja untuk pembasan RUU...

Manusia Sebagai Makhluk Seksual

Oleh: Dr. Hc. KH. husein MuhammadManusia di samping makhluk berpikir ia juga adalah makhluk biologis-seksual seperti juga binatang. Tuhan memberinya naluri-naluri dan hasrat-hasrat seksual...

Populer

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Dakwah Budaya; Belajar Kepada Para Wali

Oleh: Abdul RosyidiPada saat Syarif Hidayatullah mendarat di Cirebon, pertama kali dia menemui Uwaknya, Pangeran Walangsungsang. Oleh Walangsungsang, Sunan...

Enam Alasan Mengapa Presiden Harus Tolak UU KPK Jika Tidak Ingin KPK Mati

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASudahkah Anda baca usulan revisi DPR terhadap UU KPK? Sudahkah Anda menemukan jawaban mengapa semua...

Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak DPR RI Segera Sahkan RUU P-KS Sebelum Masa Jabatan Berakhir

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) telah masuk dalam Prolegnas sejak 26 Januari 2016. DPR RI juga telah...

Manusia Sebagai Makhluk Seksual

Oleh: Dr. Hc. KH. husein MuhammadManusia di samping makhluk berpikir ia juga adalah makhluk biologis-seksual seperti juga binatang. Tuhan...

Perjumpaan dan Etika

Oleh: Abdul RosyidiIni masih tentang ‘Ruang Perjumpaan’. Emmanuel Levinas, filsuf kontemporer Perancis percaya bahwa etika bukanlah sesuatu yang abstrak,...

Teori Interdependensi dan Mubadalah

Oleh: Abdul Rosyidi Satu yang paling menarik dan berbeda dari paparan KH Faqihuddin Abdul Kodir saat Bengkel Mubadalah di Malaysia...

Artikel Lainnya