Kamis, 12 September 2019

Kesbangpol Ingatkan Masyarakat Untuk Waspada Kelompok yang Ajak Anti Pancasila

Baca Juga

Fahmina.or.id. Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cirebon mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kelompok tertentu yang mengajak anti Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dengan ajakan anti Pancasila, NKRI. Karena kita hidup di negara Indonesia harus berdasarkan dan mengakui Pancasila sebagai dasar ideologi kita,” kata Kasubbid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Dini Bidang Kewaspadaan Nasional Badan Kesbangpol, Atat Hartati.

Menurutnya, Kesbangpol sudah memiliki tim pencegahan terorisme, radikalisme dan separatisme. “Kami menginginkan masyarakat yang aman, nyaman dan kondusif. Kami selalu mencegah dan mendeteksi dini konflik di masyarakat,” imbuhnya.

Sejauh ini pihaknya baru mengetahui di masyarakat ada lembaga yang meneliti isu dan misi yang sama. Pihaknya pun mengapresiasi hasil pertemuan yang disampaikan Fahmina Institute terkait pencegahan radikalisme di tingkat desa.

“Saya berharap ke depan ada koordinasi Fahmina dan Kesbangpol sebagai lembaga ketertiban umum,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Fahmina Institute, Rosidin, menyampaikan radikalisme dan terorisme bisa menyasar siapa saja tak terkecuali warga desa. Dalam temuannya ada 17 kecamatan yang terindikasi warganya terpapar paham radikal dengan berbagai indikasinya.

“Hal ini perlu dilakukan penanganan dengan deteksi dini agar masyarakat tercegah dari paham radikal terutama bagi masyarakat biasa, paling tidak, agar paham ini tidak menyebar ke yang lain,” pungkasnya. (ZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Dakwah Budaya; Belajar Kepada Para Wali

Oleh: Abdul RosyidiPada saat Syarif Hidayatullah mendarat di Cirebon, pertama kali dia menemui Uwaknya, Pangeran Walangsungsang. Oleh Walangsungsang, Sunan Gunung Jati disarankan untuk tidak...

Enam Alasan Mengapa Presiden Harus Tolak UU KPK Jika Tidak Ingin KPK Mati

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASudahkah Anda baca usulan revisi DPR terhadap UU KPK? Sudahkah Anda menemukan jawaban mengapa semua fraksi DPR tergesa-gesa menyetujui revisi...

Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak DPR RI Segera Sahkan RUU P-KS Sebelum Masa Jabatan Berakhir

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) telah masuk dalam Prolegnas sejak 26 Januari 2016. DPR RI juga telah membentuk Panja untuk pembasan RUU...

Manusia Sebagai Makhluk Seksual

Oleh: Dr. Hc. KH. husein MuhammadManusia di samping makhluk berpikir ia juga adalah makhluk biologis-seksual seperti juga binatang. Tuhan memberinya naluri-naluri dan hasrat-hasrat seksual...

Populer

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Dakwah Budaya; Belajar Kepada Para Wali

Oleh: Abdul RosyidiPada saat Syarif Hidayatullah mendarat di Cirebon, pertama kali dia menemui Uwaknya, Pangeran Walangsungsang. Oleh Walangsungsang, Sunan...

Enam Alasan Mengapa Presiden Harus Tolak UU KPK Jika Tidak Ingin KPK Mati

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASudahkah Anda baca usulan revisi DPR terhadap UU KPK? Sudahkah Anda menemukan jawaban mengapa semua...

Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak DPR RI Segera Sahkan RUU P-KS Sebelum Masa Jabatan Berakhir

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) telah masuk dalam Prolegnas sejak 26 Januari 2016. DPR RI juga telah...

Manusia Sebagai Makhluk Seksual

Oleh: Dr. Hc. KH. husein MuhammadManusia di samping makhluk berpikir ia juga adalah makhluk biologis-seksual seperti juga binatang. Tuhan...

Perjumpaan dan Etika

Oleh: Abdul RosyidiIni masih tentang ‘Ruang Perjumpaan’. Emmanuel Levinas, filsuf kontemporer Perancis percaya bahwa etika bukanlah sesuatu yang abstrak,...

Teori Interdependensi dan Mubadalah

Oleh: Abdul Rosyidi Satu yang paling menarik dan berbeda dari paparan KH Faqihuddin Abdul Kodir saat Bengkel Mubadalah di Malaysia...

Artikel Lainnya