Rabu, 23 Oktober 2019

Buntet Pesantren Bahas Soal Radikalisme Agama

Baca Juga

Cirebon, 02 April 2008, pesantren Buntet bekerjasama dengan The Wahid Isntitute, Lakpesdam Cirebon dan juga didukung penuh oleh kawan-kawan dari Fahmina Institute Cirebon menyelengarakan Halqah Maudhu’iiyah yang membahas seputar Pandangan Pesantren Mengenai Radikalisme Agama. Narasumber yang akan dihadirkan adalah KH. Syarif Utsman Yahya, Moqsith Ghazali dan Hamami Zadah.

Menurut panitia, halqah ini diselenggarakan dalam rangka memperingati haul al-marhumiin para ulama Buntet pesantren. “Halqah ini diselenggarakan sebagai pra acara haul Buntet, yang haulnya sendiri akan diselenggarakan pada tgl 04 April 2008”, kata Mamay Mujahid, mewakili panitia. Halqah ini mengangkat tema seputar radikalisme agama, karena memang fenomen radikalisme adalah fakta keberagamaan di tanah air yang belakangan mncul dan mewarnai opini masyarakat mengenai Islam.

 

Padahal pesantren selama ini mengopinikan Islam sebagai agama yang ramah dan berorientasi pada kemashlatahan bukan pada sikap-sikap radikalis atau extrimis. Karena itu tema ini diangkat, dalam rangka meluruskan dan mendudukan persoalan radikalisme secara benar, dan agar ini tidak lagi jadi arus utama Islam Indonesia.

Pertama-tama acara akan dibuka secara seremonial oleh pihak panitia. Selanjutnya diisi sessi presentasi narasumber yang langsung diikuti dengan sessi diskusi. Acara ini akan diikuti oleh kiai-kiai pesantren yang ada di wilayah III Cirebon, baik kiai sepuh maupun kiai muda.

Setelah istirahat siang, acara akan dilanjutkan dengan diskusi difasilitatori oleh Rumadi. Dalam sessi ini selain akan membahas berbagai persoalan pesantren dan radicalism, juga akan dibahas langkah-langkah strategis ke depan. Selamat haul Buntet, selamat berhalqah, semoga kejayaanmu bukan hanya karena kejayaan para pendahulu. (AM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Pesantren, Kyai dan Eksistensi Negara Bangsa

Oleh: Dr. (HC) KH. Husein MuhammadDengan pandangan hidup kiyai dan nilai-nilai yang dianut pesantren, maka dalam momen-moment sejarah berbangsa...

Santri dan Pelajar Bekali Diri Untuk Mendeteksi Dini Radikalisme

Fahmina.or.id, Cirebon. Salah satu kelompok rentan penyebaran radikalisme adalah pelajar dan santri. Sehingga perlu penguatan keilmuan dan kewaspadaan terhadap para aktor penebar radikalisme.Selain itu...

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada kesan ‘bosan’ untuk membahas tema...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi dan pesan kearifan Buya Husein...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh meninggal dan enam lainnya dalam...

Populer

Pesantren, Kyai dan Eksistensi Negara Bangsa

Oleh: Dr. (HC) KH. Husein MuhammadDengan pandangan hidup kiyai dan nilai-nilai yang dianut pesantren, maka dalam momen-moment sejarah berbangsa...

Santri dan Pelajar Bekali Diri Untuk Mendeteksi Dini Radikalisme

Fahmina.or.id, Cirebon. Salah satu kelompok rentan penyebaran radikalisme adalah pelajar dan santri. Sehingga perlu penguatan keilmuan dan kewaspadaan terhadap...

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 3)

Pertanyaan yang Ditunggu-tungguMungkin ini pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Apakah setelah Live-In ini, yang Kristen menjadi Islam, dan yang Islam menjadi Kristen? Tidak...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 2)

Pendekatan yang berbedaYang menarik, konsep acara yang kami susun pertama-tama bukan berangkat dari persamaan. Itu kuno! Bagi saya, pluralisme...

Artikel Lainnya