Kamis, 12 September 2019

Doa KH. Husein Muhammad untuk Negeri yang Damai dan Bersatu

Baca Juga

Oleh: KH. Husein Muhammad

Bila segalanya telah selesai, seyogyanya kita bersyukur dan berdoa kepada Allah untuk kebaikan bersama kini dan nanti.

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا،
وأصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا،
وأصلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا،
اللهم اجعل الحياة زيادة لنا فى كل خير

اللهم أصلح أئمتنا وولاة أمورنا،
وآمنا في أوطاننا ودورنا
وبلغنا مما يرضيك آمالنا
واختم بالباقيات الصالحات أعمالنا،

اللهم احفظ بلادنا من كل سوء ومكروه،
وأدم علينا الأمن والاستقرار،
وجنبنا جميعا كل ما يؤدي إلى تباعد القلوب وتباغضها،

اللهم اجمع كلمتنا على الحق،
واطفئ مشاعل الفتنة، وسد مسارب الفوضى،
واجعلنا صفا واحدا على كل من أراد الشر لبلادنا
يا أرحم الراحمين.

Wahai Allah, Tuhan kami
Baguskankanlah agama/keyakinan kami
Ialah yang menjaga semua urusan kami
Baguskanlah keadaan dunia ini
tempat kami menjalani hidup
Baguskanlah akhirat kami,
tempat kami kembali
Jadikanlah hidup kami semakin baik hari demi hari

Wahai Allah
Baguskanlah para pemimpin dan pemerintah kami
Jadikan tanah air dan rumah kami aman, damai dan sentosa
Kabulkan cita-cita bangsa kami
dan Engkau rela atasnya
Akhiri hidup kami dengan amal-amal saleh

Wahai Allah
Lindungi negara kami dari segala petaka dan yang tak dikehendaki
Jadikan negeri ini selalu aman dan stabil
Jauhkan kami semua dari segala yang memisahkan hati kami

Wahai Allah
Persatukan tekad kami untuk berjalan di atas kebenaran
Padamkan bara api kebencian
Tutuplah segala sumber petaka
Jadikan kami satu barisan untuk menghentikan pihak yang akan merusak negeri kami
Wahai Yang Maha Kasih

Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Dakwah Budaya; Belajar Kepada Para Wali

Oleh: Abdul RosyidiPada saat Syarif Hidayatullah mendarat di Cirebon, pertama kali dia menemui Uwaknya, Pangeran Walangsungsang. Oleh Walangsungsang, Sunan Gunung Jati disarankan untuk tidak...

Enam Alasan Mengapa Presiden Harus Tolak UU KPK Jika Tidak Ingin KPK Mati

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASudahkah Anda baca usulan revisi DPR terhadap UU KPK? Sudahkah Anda menemukan jawaban mengapa semua fraksi DPR tergesa-gesa menyetujui revisi...

Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak DPR RI Segera Sahkan RUU P-KS Sebelum Masa Jabatan Berakhir

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) telah masuk dalam Prolegnas sejak 26 Januari 2016. DPR RI juga telah membentuk Panja untuk pembasan RUU...

Manusia Sebagai Makhluk Seksual

Oleh: Dr. Hc. KH. husein MuhammadManusia di samping makhluk berpikir ia juga adalah makhluk biologis-seksual seperti juga binatang. Tuhan memberinya naluri-naluri dan hasrat-hasrat seksual...

Populer

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Dakwah Budaya; Belajar Kepada Para Wali

Oleh: Abdul RosyidiPada saat Syarif Hidayatullah mendarat di Cirebon, pertama kali dia menemui Uwaknya, Pangeran Walangsungsang. Oleh Walangsungsang, Sunan...

Enam Alasan Mengapa Presiden Harus Tolak UU KPK Jika Tidak Ingin KPK Mati

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASudahkah Anda baca usulan revisi DPR terhadap UU KPK? Sudahkah Anda menemukan jawaban mengapa semua...

Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak DPR RI Segera Sahkan RUU P-KS Sebelum Masa Jabatan Berakhir

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) telah masuk dalam Prolegnas sejak 26 Januari 2016. DPR RI juga telah...

Manusia Sebagai Makhluk Seksual

Oleh: Dr. Hc. KH. husein MuhammadManusia di samping makhluk berpikir ia juga adalah makhluk biologis-seksual seperti juga binatang. Tuhan...

Perjumpaan dan Etika

Oleh: Abdul RosyidiIni masih tentang ‘Ruang Perjumpaan’. Emmanuel Levinas, filsuf kontemporer Perancis percaya bahwa etika bukanlah sesuatu yang abstrak,...

Teori Interdependensi dan Mubadalah

Oleh: Abdul Rosyidi Satu yang paling menarik dan berbeda dari paparan KH Faqihuddin Abdul Kodir saat Bengkel Mubadalah di Malaysia...

Artikel Lainnya