Mengokohkan Tali Kemanusiaan Melalui Silaturahim

0
208
Mengokohkan Tali Kemanusiaan Melalui Silaturahim. (fi)

Cirebon, Fahmina.or.id.- Pemilu tahun 2019 menyisakan konflik antara kedua pendukung calon presiden dan wakil presiden hal ini disebabkan paparan berita hoax dan profokasi melalu media sosial. Diskriminasi dapat terjadi karena perbedaan pilihan, pendapat, dan ideologi. Adanya rasa dirinya yang paling benar dan menganggap orang lain salah.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon Iing Daiman dalam diskusi publik yang digelar Jaringan Cirebon untuk Kenamusiaan, pada Selasa 25 Juni 2019 lalu.

“Banyak berita yang tersebar di internet tentang pemilu untuk memecah belah antar pendukung calon nomor satu dan dua,” katanya.

“Maka dari itu, dihimbau kepada teman-teman semua agar bijak dalam pemakaian sosial media, dan tidak asal, tidak memprovokasi hal yang tidak jelas kebenarannya,” sambungnya.

Sementara narasumber lain M. Ma’shum Al-Mustawa menyoroti persoalan lain yang dapat merusak bangsa ini selain penyalahgunaan media sosial yaitu narkotika. Penyalahgunaaan Narkotika dapat merenggut produktifitas anak bangsa dalam berkarya.

“Indonesia pada saat ini tidak akan terkalahkan oleh negara-negara manapun, akan tetapi Indonesia bisa hancur dengan cepat oleh karena media sosial dan narkotika,” kata Tokoh Agama asal Cirebon itu.

Momentum silaturahim ini dijadikan ajang penyadaran bersama untuk mengokohkan tali kemanusiaan antar anakbangsa agar tidak mudah pecah dengan profokasi dan terpapar narkotika.

“Pesta demokrasi sudah usai. Intinya kita harus move on. Harus kembali membangun semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini,” tukas Iing Daiman. (Joel/Yohan).