Minggu, 15 September 2019

Fatayat NU Kab. Cirebon Dorong Perempuan Melek Investasi

Baca Juga

Fahmina.or.id, Sumber. Maraknya investasi bodong atau illegal khususnya di Kabupaten Cirebon, membuat PC Fatayat NU setempat tergerak untuk membentengi masyarakat terutama perempuan dengan pengetahuan terkait investasi. Sebab organisasi ini menilai, mayoritas yang menjadi korban investasi bodong adalah perempuan.

Demikian disampaikan Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon, Hj. Ijah Bahijah. Menurut dia, di daerahnya banyak sekali investasi yang ditawarkan oleh perorangan atau pun perusahaan. Bahkan beberapa perusahaan investasi ternama telah dinyatakan illegal yang di dalamnya banyak sekali masyarakat yang sudah berinvestasi ke perusahaan tersebut.

“Karena kita melihat latar belakang seperti itu, artinya banyak investasi yang bermasalah dan dalam hal ini yang paling banyak tergiur serta menjadi korbannya mayoritas kaum perempuan, maka kami menyambut baik program PP Fatayat NU dari Bidang Koperasi untuk ngaji investasi,” kata Ijah, di sela-sela kegiatan “Ngaji Investasi” yang bertema “Mengatur Keuangan Menjauhkan Kemudharatan Bersama PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon”, di Gedung NU Sumber, Selasa (15/8/2017).

Ijah menjelaskan, program ngaji investasi tersebut tak lain untuk mengkaji atau menelaah terkait investasi serta pengelolaan keuangan khususnya bagi perempuan agar lebih baik. Dalam kegiatan tersebut, kata dia, para peserta yang lebih dari 150 perempuan itu, akan diberikan pemahaman serta pengetahuan tentang investasi.

Bahkan kata dia, ke depan program ngaji investasi tersebut akan berkelanjutan dan ada tingkatannya. Pertama kata dia, terdapat kelas dasar yang di dalamnya mengenalkan tentang investasi, baik yang legal maupun illegal serta pemahaman tentang tata kelola keuangan yang baik dan benar.

“Kemudian ada kelas wustho atau lanjutan. Dengan cara praktik langsung bagaimana caranya bertransaksi dalam saham serta memilih investasi yang baik maupun praktik mengelola keuangan dengan benar,” kata Ijah.

Di tempat yang sama, Ketua Penanggung Jawab Kegiatan, Hijrotul Magfiroh menjelaskan, dari ratusan peserta yang mengikuti kegiatan, selain perwakilan dari seluruh PAC Fatayat NU se-Kabupaten Cirebon, juga perwakilan dari beberapa OKP serta organisasi lainnya pun turut diundang dan mengikuti. Dalam kesempatan itu pula, telah dihadiri oleh Ketua PP Fatayat NU beserta jajaran pengurusnya.

Ia menilai, kegiatan tersebut sangat penting karena menimbang bahwa di daerahnya kini telah marak ditemukan investasi bodong. ”Dan banyak yang menjadi korbannya itu terutama perempuan yang mempunyai kewenangan lebih dalam mengelola keuangan. Maka perlu untuk memilah mana yang bodong? mana yang tidak? Dan supaya mampu juga untuk mengelola keuangan dengan baik,” kata Magfiroh.

Ia melanjutkan, tujuan kegiatan ngaji investasi juga memberikan alternatif berinvestasi. Seperti dengan memberikan informasi investasi saham yang berupa saham syariah dan hal-hal penting lainnya agar para perempuan khususnya tidak tergiur dan terjerumus dalam investasi bodong.

“Harapannya, teman-teman perempuan bisa melek investasi, serta bisa mempunyai pengetahuan dan mempunyai kemandarian ekonomi, serta pengelolaan keuangan dan investasi,” kata Magfiroh mengharapkan. (Zen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Dakwah Budaya; Belajar Kepada Para Wali

Oleh: Abdul RosyidiPada saat Syarif Hidayatullah mendarat di Cirebon, pertama kali dia menemui Uwaknya, Pangeran Walangsungsang. Oleh Walangsungsang, Sunan Gunung Jati disarankan untuk tidak...

Enam Alasan Mengapa Presiden Harus Tolak UU KPK Jika Tidak Ingin KPK Mati

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASudahkah Anda baca usulan revisi DPR terhadap UU KPK? Sudahkah Anda menemukan jawaban mengapa semua fraksi DPR tergesa-gesa menyetujui revisi...

Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak DPR RI Segera Sahkan RUU P-KS Sebelum Masa Jabatan Berakhir

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) telah masuk dalam Prolegnas sejak 26 Januari 2016. DPR RI juga telah membentuk Panja untuk pembasan RUU...

Manusia Sebagai Makhluk Seksual

Oleh: Dr. Hc. KH. husein MuhammadManusia di samping makhluk berpikir ia juga adalah makhluk biologis-seksual seperti juga binatang. Tuhan memberinya naluri-naluri dan hasrat-hasrat seksual...

Populer

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Dakwah Budaya; Belajar Kepada Para Wali

Oleh: Abdul RosyidiPada saat Syarif Hidayatullah mendarat di Cirebon, pertama kali dia menemui Uwaknya, Pangeran Walangsungsang. Oleh Walangsungsang, Sunan...

Enam Alasan Mengapa Presiden Harus Tolak UU KPK Jika Tidak Ingin KPK Mati

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASudahkah Anda baca usulan revisi DPR terhadap UU KPK? Sudahkah Anda menemukan jawaban mengapa semua...

Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak DPR RI Segera Sahkan RUU P-KS Sebelum Masa Jabatan Berakhir

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) telah masuk dalam Prolegnas sejak 26 Januari 2016. DPR RI juga telah...

Manusia Sebagai Makhluk Seksual

Oleh: Dr. Hc. KH. husein MuhammadManusia di samping makhluk berpikir ia juga adalah makhluk biologis-seksual seperti juga binatang. Tuhan...

Perjumpaan dan Etika

Oleh: Abdul RosyidiIni masih tentang ‘Ruang Perjumpaan’. Emmanuel Levinas, filsuf kontemporer Perancis percaya bahwa etika bukanlah sesuatu yang abstrak,...

Teori Interdependensi dan Mubadalah

Oleh: Abdul Rosyidi Satu yang paling menarik dan berbeda dari paparan KH Faqihuddin Abdul Kodir saat Bengkel Mubadalah di Malaysia...

Artikel Lainnya