Khutbah Jumat: Manusia Terbaik Adalah Manusia yang Baik Akhlaknya

0
69

Oleh: KH. Husein Muhammad

سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وعلى اله وأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أما بعد: فيايها المسلمون، أوصيكم و نفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون، قال الله تعالى في القران الكريم: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صدق الله العظيم

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Marilah kita bersama2 meningkatkan taqwa kita kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum Muslimin

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits :

‏ إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخَلاقِ

Artinya : “Sungguh aku diutus menjadi    untuk menyempurnaka akhlak yang mulia.”

Hadits in menegaskan bahwa Islam hadir ke dunia ini untuk memperbaiki akhlak manusia. Rasulullah SAW menyatakan bahwa manusia terbaik adalah manusia baik akhlaknya:

خَيْرُ النَّاسِ أحْسَنُهُمْ خُلُقًا

Hadits ini menjadi sangat penting dan relevan pada saat

sekarang dimana manusia berlomba-lomba memburu hal-hal yang bersifat duniawi yang sering tanpa menghiraukan norma-norma hukum agama – halal dan haram – maupun etika bermasyarakat. Berita-berita di media massa masih banyak dipenuhi hal-hal negatif seperti caci maki, ujaran kebencian, fitnah memfitnah, korupsi, penipuan, kejahatan, penganiayaan, pembunuhan dan sebagainya. Semua perbuatan itu merupakan perilaku yang tidak terpuji atau akhlak yang buruk. Semua perbuatan itu bertentangan dengan aturan-aturan agama Islam.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Rasulullah SAW sangat menekankan kepada kaum Muslimin untuk senantiasa berakhlak yang baik, seperti jujur, adil, rendah hati, sabar, saling menyayangi, tidak saling menyakiti, saling menolong, saling menghormati. yang lebih kecil atau muda, menghormati yang lebih dan lain sebagainya.

Semua akhlak yang terpuji itu telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW secara nyata sehingga beliau  mampu melakukan perubahan besar terhadap umat manusia.  Para sahabat Nabi saw memberikan kesaksiannya bahwa Nabi Muhammad Saw, adalah manusia paling baik di muka bumi ini.

Ahsan al-Nas khalqan wa khuluqan. Beliau manusia yang tidak pernah berkata-kata buruk, apalagi mengutuk atau mencaci-maki orang lain, meskipun sering disakiti, dihina dan dicaci-maki.  Mereka mengatakan:

لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَاحِشًا وَلاَ لَعَّاناً ولا سَبَّاباً

“Nabi saw. bukanlah orang yang biasa berkata-kata kotor, bukan orang yang suka mengutuk dan bukan pula tukang cacimaki,” [HR. Muslim dari Anas].

Abu Hurairah, seorang sahabat Nabi saw pernah meminta kepada Nabi agar mendoakan sial, kecelakaan, keburukan atau kesengsaraan bagi orang-orang musyrik yang telah melukai hati Nabi. Apa jawab Nabi?. Beliau dengan rendah hati mengatakan:

إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعَّانًا ، وَإِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً (رواه مسلم).

“Akutidak diutus Tuhan untuk mengutuk orang. Aku diutus hanya untuk menyebarkan kasih sayang”. (HR. Muslim). Anas bin Malik, sahabat Nabi yang saban hari di rumah dan melayani atau membantu beliau selama sepuluh tahun memberikan kesaksiannya secara lebih detail tentang pribadi Nabi yang mulia itu:

‏ عن أنس رضي الله عنه  خدمتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم عشرَ سنين ، فما سبَّني سبَّةً قط ، وَلاَ ضَرَبَنِي ضَرْبَةً، وَلاَ انْتَهَرَنِي، وَلَا عبَسٌ فِي وَجْهِي، وَلَا أَمَرَنِي بِأَمْرٍ فَتَوَانَيْتُ فِيهِ فَعَاتَبَنِي عَلَيهِ، فَإِنْ عَاتَبَنِي أَحَدٌ مِنْ أَهْلِهِ قَالَ : دَعُوهُ ، فَلَوْ قُدِّرَ شَيءٌ كَانَ.

“Aku membantu Nabi selama sepuluh tahun.

Beliau tidak pernah sekalipun berkata-kata kasar, tidak pernah menyakitiku, tidak pernah membentakku, tidak pernah menunjukkan wajah masam di depanku, dan bila menyuruh aku melakukan sesuatu lalu aku terlambat, beliau tidak pernah memarahiku. Bahkan bila ada salah seorang keluarganya memarahiku, beliau mencegahnya sambil mengatakan: ‘Biarkan saja, tidak apa-apa. Bila Allah menghendaki sesuatu, itu pasti akan terjadi’.

Pada saat yang lain Nabi Saw  mengatakan:

‏لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلاَ الْفَاِحِش وَلا الْبَذِيء . رواه الترمذي والحاكم.

“Orang yang suka mencela, yang suka mengutuk, yang suka berkata-kata kotor/kasar, bukanlah orang mukmin (yang baik)”.

Al-Qur’an menyatakan

‏; وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا.

“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti hati orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan, maka dia benar-benar telah melakukan kedustaan dan dosa yang nyata,” [QS. al-Ahzâb (33): 58].[]

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Mudah-mudahan apa yang saya uraikan dapat memberikan dorongan kepada kita semua, khususnya  diri saya sendiri, untuk berakhlak mulia secara istiqamah. Mudah-mudahan pula kita senantiasa dimudahkan oleh  Allah SWT dalam menghindari dan meninggalkan akhlak-akhlak yang buruk.  Amin… Amin ya Rabbal Alamin.

جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا  باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ.  إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ