Paul Marshall : Semakin Penting Orang Barat Untuk Melihat dan Belajar dari Indonesia

0
789

Fahmina.or.id, Cirebon. Peneliti Senior Institute Leimena, Jakarta Paul Mashall mengatakan, dengan berkembangnya wajah Islam yang terkesan ekstrim di dunia Arab, semakin penting orang Barat untuk melihat dan Belajar dari Indonesia, terkait pandangan mereka melihat wajah dunia Islam.

“Pertamakali saya ke Indonesia 26 tahun yang lalu, saya sangat terkesan dengan hubungan antar umat beragama dan kemajemukan masyarkatnya. Dengan adanya perkembangan ektrimisme di dunia Arab, saya rasa penting bagi orang-orang di Barat untuk mengenal dan belajar dari Indonesia,” ujar Marshall setelah melakukan pertemuan singkat dengan jajaran pengurus Yayasan Fahmina di Cirebon, Selasa (18/8/2015)

Marshall menambahkan, hal itu di rasakan penting karena kecendrungan orang-orang Barat, ketika bicara Islam selalu berfikir dunia Arab Timur Tengah. Sehingga menurutnya Islam Indonesia menjadi model dan akan memeberikan kontribusi yang baik bagi perkembangan islam di dunia. “Islam Indonesia menurut saya akan memberikarn peranan dan pengaruh besar bagi perkembangan Islam dunia,” katanya.

Marshall juga menyayangkan tren gerakan radikal yang mulai ramai di Indonesia. Ia menyebut penyebab terbesarnya adalah kurangnya penegakkan hukum. “Kehidupan keagamaan di Indonesia secara umum baik, tapi ada kecendrungan menghawatirkan dengan tumbuhnya gerakan radikal di beberapa tempat, hal itu seharusnya dapat dicegah dengan penegakkan hukum, ini yang menjadi masalah besar,” ungkap Dosen Tamu UIN Syarif Hidayatullah itu.

Saat ditanya terkait kunjungannya di Cirebon, penulis buku Religious Freedom in the World itu mengatakan kegembiraannya bisa mengenal sejarah dan perkembangan Cirebon. Ia berkesempatan  mengunjungi situs Makam Sunan Gunung Jati, Masjid Merah Panjunan dan Keraton Kasepuhan serta Keraton Kanoman.

Saya senang sekali melihat  sejarah Cirebon, khususnya bagaimana perkembangan Cirebon, dan khususnya perkembangan Islam pertama kali di Jawa. Makanannya juga enak, tapi sayang saya kurang banyak melihat orang asing yang berkunjung kesini,” katanya.