Pondok Buntet Miliki Radio Komunitas

0
757
Suasana Studio Best FMSuasana sekretariat IKAPB pada kamis (28/8) terasa sangat berbeda. Di ruangan tengah gedung IKAPB terdapat banyak sekali peralatan elektronik dan perkakas yang kurang tertata rapi. Terdapat empat orang teknisi, dua orang sedang mengutak atik mixer pengatur suara, satu orang sedang menyambung kabel-kabel dan satu orang lagi sedang mempersiapkan antena pemancar radio.  Tidak kalah sibuknya rekan-rekan pengurus IKAPB yang dikomandoi oleh M. Zidni mempersiapkan segala peralatan pendukung, seperti tiang, kawat , paku dan peralatan pendukung lainnya.

Itu sekilas persiapan pendirian radio komunitas 107.7 BEST FM atau kependekan dari Buntet Pesantren FM di sekretariat IKAPB, hasil kerjasama IKAPB dan Fahmina Institue. Menurut ketua BEST FM Ahmad Rofahan, pendirian radio ini merupakan jawaban dari banyaknya harapan santri dan masyarakat, agar buntet pesantren memiliki sebuah alat komunikasi dan informasi yaitu Radio. “Banyak masyarakat dan santri Buntet Pesantren yang mengharapkan adanya sebuah radio di Buntet Pesantren, termasuk Kiyai Sepuh yaitu Mbah Din. Dan pendirian radio Best FM ini merupakan jawaban dari harapan tersebut“ ujarnya.

Rofahan juga menambahkan pendirian radio komunitas ini merupakan kerjasama IKAPB dengan Fahmina Institute. “Kami diberi kepercayaan oleh fahmina institute, untuk mengelola sebuah radio komunitas di Buntet Pesantren. Untuk masalah content siaran atau yang lainnya kepengurusan Best fm yang menentukan asal tidak menyalahi peraturan tentang radio komunitas“ tambahnya.

Untuk saat ini program Best FM belum maksimal terselenggara karena terbentur dengan adanya bulan ramadhan dan persiapan yang belum matang, tapi beberapa kegiatan seperti pidato santri dan dialog agama yang dinarasumberi oleh kiyai-kiyai sepuh dan kiyai-kiyai muda sudah berjalan. “Bulan ramadhan itu bulan yang penuh kegiatan, jadi rekan-rekan yang lain belum sempat bisa full untuk siaran. Tapi, siraman rohani sekaligus yang dilaksanakan oleh santriwan dan santriwati sudah dilaksanakan setiap pukul 5 sore” kata Rofahan lagi.

Selain itu dialog agama yang dinarasumberi oleh para kiyai sepuh dan kiyai muda Buntet Pesantren sudah berjalan, kita pernah dialog live dengan KH.Akhmad Mansur mengenai ilmu falaq dan penentuan bulan puasa dan idul fitri, dan dialog dengan K. TB. A. Rifqi Chowas, Ust. H. Faris El-Haque, Ust. H. Salman Alfarisi, Ust. A. Syauqi. Untuk empat narasumber ini, alhamdullillah setiap hari dari jam 1 – 3 pagi menjelang sahur, beliau-beliau berkenan mengisi acara di Best FM” tutur M. Mubarok Divisi Penyiaran Best FM.

Selain program acara yang belum maksimal terselenggara, Best FM juga masih terkendala dengan berbagai fasilitas yang belum terpenuhi salah satunya adalah ketinggian antena pemancar yang hanya 11 meter, sehingga hal tersebut berpengaruh terhadap kualitas penerimaan frekwensinya“ di sekitar buntet ada radio yang menggunakan frekwensi yang sama, sehingga sering kalah frekwensinya. Mungkin itu salah satu pengaruh dari ketinggian antena“ ujar hasbi salah satu pendengar Best FM.

Menanggapi hal tersebut Achmad Rofahan selaku ketua Best FM akan berusaha semaksimal mungkin untuk merealisasikannya “masih banyak kekurangan yang dimiliki Best fm, selain tiang antena, kita juga belum memiliki handphone ataupun telephon untuk interaktif, mudah-mudahan banyak yang peduli terhadap Best Fm sehingga siaran Best FM bisa diterima dengan maksimal”.

Pendirian Best FM ini juga mendapatkan tanggapan yang cukup bagus dari para kiyai-kiyai Buntet Pesantren. Seperti yang disampaikan oleh KH. Adib Rofiuddin kepada salah satu crew Best FM, beliau mengatakan setiap kegiatan yang maslahat pasti akan didukung“ setiap kegiatan yang maslahat pasti akan saya dukung. Begitu juga kegiatan radio yang isi programnya acaranya diantaranya berupa pidato para santri dan dialog agama yang dinarasumberi oleh para kiyai-kiyai Buntet Pesantren, karena menurut saya itu adalah maslahat” Ujar KH. Adib Rofiuddin. (Barok)


Sumber: www.buntetpesantren.org