RAPAT KERJA RAKOM BERLANGSUNG SEMARAK

0
659

Program “Jurnalisme Kemanusiaan Islam Berbasis Komunitas” sudah memasuki tahap pelaksanaan. Salah satunya Workshop Kurikulum Kursus Kader Ulama Humanis dan Comitte Organizer yang rencananya berlangsung tanggal 17 s/d 19 bulan ini. Demikian seperti diputuskan pada Rapat Kerja (Raker) Radio Komunitas selama tiga hari, Sabtu (05/08/) sampai Senin (07/08). Pada hari pertama sempat dibahas tentang pemilihan mitra program. Hal ini mengacu pada hasil Need Assesment yang dilakukan tiga bulan yang lalu, serta beberapa pertimbangan strategis lainnya.

Hari pertama juga membahas rancangan Term of Refrence (ToR) beberapa event dalam devisi Wacana dan Media, meliputi Kursus Ulama Humanis, Workshop KUH, dan event lainnya. Setelah istirahat, Raker dilanjutkan dengan pembahasan rancangan ToR devisi Advokasi dan Pengembangan Radio Komunitas, meliputi Workshop dan Pelatihan Comitte Organizer (CO), advokasi Rakom, dan lain-lain.

Sebelumnya, sempat didiskusikan tentang alur logika keseluruhan Program ini selama dua tahun ke depan. Termasuk juga penentuan target atau tujuan ideal Fahmina di program ini. Tentunya, agar program ini tepat sasaran dan menghasilkan sesuatu yang berarti bagi pemberdayaan masyarakat.

Sedangkan hari kedua, Raker mereview kembali tema bahasan hari kemarin, kemudian dilanjutkan pada rancangan ToR bebeberapa terbitan dalam program ini. Antara lain, Agenda Info Program dan News Letter. Tentang News Letter misalnya, sempat menjadi perdebatan serius. Disepakati News Letter ini bernama Blakasuta; Risalah Kemanusiaan untuk Komunitas. Blakasuta dipilih karena untuk melestarikan majalah yang sebelumnya pernah diterbitkan Fahmina dengan nama yang sama. Lebih-lebih Blakasuta sudah banyak dikenal khalayak, terutama komunitas mitra Fahmina, baik pesantren-pesantren, kelompok marginal dan lain sebagainya. Cuma contentnya saja yang berubah mengikuti isu, kalau dulu lebih banyak tentang Otonomi Komunitas, sekarang tentang Jurnalisme Kemanusiaan Berbasis Komunitas.

Raker diakhiri pada hari Senin, untuk mendiskusikan tentang alokasi pendanaan. Dengan persediaan budget yang terbatas, bagaimana tetap memenuhi target pelaksanaan sebaik mungkin. Oleh karena itu, dalam beberapa hal, diupayakan adanya share holder, partisipasi aktif komunitas untuk memenuhi kebutuhan Radio Komunitas di lingkungan mereka.[]