Warga NU Majalengka Tuntut FPI Bubar

0
772
Majalengka, 3 Juni 2008 | Dalam aksi damai pada Selasa(04/06) lalu, sejumlah warga NU dari beberapa elemen seperti: Gerakan Masyarakat Ahlu Sunnah (GEMAS), PMII, GP. ANSHOR, BANSER, GARDA BANGSA, IPNU, IPPNU, LAKPESDAM NU , FATAYAT, MUSLIMAT NU, dan Pondok Pondok Pesantren beserta Komunitas Budayawan Majalengka yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Majalengka (AMM) mengecam tindakan anarkisme massa FPI terhadap Aliansi Kebangsaan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monas Jakarta beberapa waktu lalu.

Aksi dimulai pukul 08.00 WIB dengan berorasi didepan Gedung Bupati Majalengka, dilanjutkan dihalaman gedung DPRD Kabupaten Majalengka. Dalam orasinya, massa aksi mengecam keras tindak pemukulan dan penganiayaan terhadap tokoh masyarakat Majalengka KH Maman Immanulhaq Faqieh Pimpinan PP Al-Mizan Cborelang, Jatiwangi, Majalengka. “Kepolisian harus menindak tegas pelaku kekerasan Monas” tegas Rudi P, Kordinator Aksi. Massa juga menyatakan kebulatannya mendukung NKRI serta azaz negara Pancasila dan UUD 1945. “NKRI – Pancasila harga mati, FPI bubarkan” teriak massa. FPI harus segera dibubarkan sebab mengancam NKRI. “Mereka anti kebhinekaan dan perbedaan, selain telah menodai nilai-nilai Islam sebagai agama yang Rahmatan Lil’alamin,” tegas Rudi.

Sekitar pukul 12.30 perwakilan massa ditemui oleh perwakilan anggota DPRD Majalengka. Dalam pernyataan sikapnya, perwakilan DPRD mengungkapkan keprihatinannya atas kekerasan yang dialami oleh KH. Maman Immanulhaq Faqieh, dan tokoh-tokoh NU  lain. Selain juga meminta agar pelaku anarkis Monas diadili secara hukum serta menuntut Laskar Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan. Setelah selesai menyatakan sikap, sekitar pukul 13.30 WIB massa membubarkan diri secara tertib. []