Kamis, 10 Oktober 2019

Wisata Kota Cirebon

Baca Juga

 

1. Taman Rekreasi Plangon

Obyek wisata plangon berlokasi di kelurahan babakan kecamatan sumber kurang lebih 10 km dari kota corebon.Tempat rekreasi dengan panorama alam yang indah dan di huni oleh sekelompok kera liar. Selain tempat rekreasi, terdapat juga makam Pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan.Tempat wisata ini biasanya dibanjiri pengunjung di saat masa ziarah yaitu tanggl 2 syawal, 11 Dzulhijjah dan 27 Rajab. Kapasitas pengunjung rata-rata sekitar 58.000 pengunjung/tahun. Taman wisata ini berdiri di atas lahan sekitar 10 Ha, dan status tanahnya milik Kesultanan. Obyek wisata ini mempunyai prospek untuk di kembangkan, peluang untuk pengelolaannya terbukabaik dari segi lokasi wisata maupun bangunan makamnya.

2. Makam Gunug Jati

Kawasan tempat peziarahan makam Sunan Gunung Jati yang terletak di desa Astana kecamatan Cirebon Utara, sekitar 6 km dari Kota Cirebon yang di lintasi jalur Cirebon Indramayu. Kawasan ini telah di kenal luas,bahkan hingga ke mancanegara. kawasan ini potensial untuk di tingkatkan menjadi obyek wisata utama,dan tempat ziarah di Cirebon. Dihiasi dengan keramik buatan Cina jaman Dinasti Ming. Di komplek makam ini di samping tempat dimakamkannya Sunan Gunung Jati juga tempat dimakamkannya Fatahilah panglima perang pembebasan Batavia. Lokasi ini merupakan komplek pemakaman bagi keluarga Keraton Cirebon. Arahan pengembangan kawasan wisata makam Sunan Gunung Jati seluas 20 Ha telah di tuangkan dalam RDTR. Dalam pembangunnya dapat di padukan dalam situs kesejarahan yang tersebar di wilayah Kabupaten Cirebon seperti makam Nyi Mas Ganda Sari dan makam Ki Gede Trusmi.

3. Kurabelawa

Kurabelawa yang berlokasi kira-kira 25 km dari kota sumber ke arah timur ini merupakan obyek wisata yang memiliki daya tarik dari kura-kura yang mempunyai ciri khusus di punggungnya. Kura-kura dengan nama nama latin ” Aquatic Tortose Ortilia norneensis” ini menyimpan legenda menarik tentang keberadaannya di desa belawa kecamatan sedong Cirebon. Menurut hasi penelitian, kura-kura ini merupakan spesies kura-kura yang langka dan patut di lindungi keberadaannya. Obyek wisata ini di rencanakan untuk di kembangkan menjadi kawasan yang lebih lengkap Taman kura-kura ( Turle park ) atau taman reptilia.

4. Banyu Panas Palimanan

Obyek wisata ini terletak di desa Palimanan Barat kecamatan Palimanan sekitar 16 km dari Cirebon ke arah Bandung. Taman wisata ini merupakan pemandian air panas dengan kadar belerang yang di percaya dapat menyebuhkan penyakit kulit. Biasanya setiap hari banyak pengunjung yang sengaja datang ke tempat tersebut yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Pengunjung tidak hanya datang dari daerah Cirebon, tapi juga dari daerah lain seperti majalengka, Indramayu juga Kuningan. Bahkan di tempat ini disediakan penginapan khusus bagi para pengunjung yang ingin menginap dan haranya sangat terjangkau. Pemandian air panas ini ada di sekitar bukit Gunung Kapur Gunung Kromong yang mempunyai keistimewaan mata air selalu berpindah pindah.

5. Kraton Kasepuhan

Kraton Kasepuhan merupakan salah satu kraton tertua yang ada di Cirebon. Kraton ini pertama kali didirikan oleh Pangeran Cakrabuwana dengan nama Keraton Pakungwati, kemudian diperluas dan diperbaharui oleh Sunan Gunung Jati pada tahun 1483 M. Kini, Keraton Kasepuhan sangat potensial sebagai objek wisata, baik sebagai wisata sejarah maupun wisata budaya dengan nilai estetika religius yang tinggi. Lokasi kraton Kasepuhan terletak di Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon.

6. Setu Patok

Setu Patok yang memiliki luas 175 Ha terletak di desa setu patok sekita 6 km dari kota Cirebon ke arah Tegal. Obyek wisata ini selain mempunyai panorama indah juga tersedia sarana rekreasi air dan pemancingan. Jalan menuju ke arah lokasi cukup baik dan lebar, serta jaringan aliran listrik sudah tersedia dan saat ini minat masyarakat untuk mengunjungi wisata ini cukup banyak.

7. Gua Sunyaragi

Gua Sunyaragi atau yang lebih dikenal dengan Taman Sunyaragi ini terletak di kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon. Tempat ini biasanya ramai di datangi pengunjung dari berbagai daerah. Para pengunjung yang datang langsung terasa kemegahan akan satu bagian bangunan Kerajaan di masa lalu. Situs sejarah peninggalan Sultan Cirebon ini mempunyai luas sekitar 1,5 hektar.

8. Trusmi

Trusmi merupakan sentra batik tradisional dengan motif khas asal Cirebon. Terletak 9 Km dari Ibukota Cirebon ke arah utara (di desa Trusmi, Kecamatan Weru). Di samping itu terdapat juga makam Ki Buyut Trusmi yaitu salah seorang tokoh penyebar Agama Islam di Wilayah Cirebon.

9. Makam Nyi Mas Gandasari
Nyi Mas Gandasri adalah salah seorang murid Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) dalam penyebaran Agama Islam di Jawa. Beliau terkenal dengan kemampuan ilmunya yang tiada tanding. Banyak para pengunjung yang berziarah ke makamnya untuk mendapatkan barokah. Makam ini terletak di desa Pangurangan Kecamatan Panguragan atau 27 Km dari kota Sumber.

10. Makam Syekh Magelung Sakti
Syakh Magelung sakti adalah seorang pendekar dan beliau di kenal sebagai seorang yang berjasa dalam penyebaran islam di Cirebon. Dahulu dalam hidupnya beliau adalah salah seorang pedekar yang sangat di segani. Makam beliau terletak di desa Karang Kendal Kecamatan Kapetakan, 21 Km dari kota Sumber.

11. Makam Talun
Talun merupakan tempat dimakamkannya Mbah Kuwu Cirebon yaitu salah seorang pimpinan tertinggi di wilayah Cirebon. Disamping sebagai tokoh masyarakat, beliau seoarang ilmuwan yag sangat disegani. Sampai saat ini makam beliau masih banyak diziarahi oleh masyarakat Cirebon. Makam ini terletak di desa Cirebon Girang Kecamatan Cirebon Selatan 5 Km dari pusat kota Sumber.

12. Situ Sedong
Situ Sedong ini terletak di desa Sedong sekitar 26 km dari arah pusat kota Sumber, dengan luas lahan sekitar 62,5 Ha. Selain memiliki panorama yang indah, situ ini juga di sebut situ pengasingan yang merupakan tempat rekreasi air dan pemancingan. Biasanya disaat liburan, situ ini ramai dikunjungi oleh para wisata baik dari daerah Cirebon sendiri maupun luar Cirebon.

14. Lapangan GOLF Ciperna
Kawasan ini berada di tepi jalan raya Cirebon Kuningan dengan kondis tanah berbukit sekitar 5 km ke selatan dari kota Cirebon, dan berada pada ketinggian 200 m di atas permukaan laut.
Daya tarik utama kawasan ini adalah keindahan pemandangan kota Cirebon dengan latar belakang laut lepas ke arah utara, sedangkan ke arah selatan Gunung Ciremai di suasana yang menarik. Berdasarkan perda nomor 25 tahun 1996, kawasan wisata Ciperna ditetapkan seluas 300 Ha yang di pertunjukan bagi 5 (lima) ruang kawasan pengembangan antara lain:
Kawasan wisata Agro Griya Pembangunan Agro Griya dalam bentuk rumah kebun yang dapat di sewakan dengan fasilitas Hotel Bintang.
Kawasan wisata Agro Tirta. Pembangunan Agro Tirta dalam bentuk pembuatan danau buatan yang di lengkapi rekreasi air.
Kawasan Agro Wisata I dan Kawasan Agro Wisata II. Agro wisata I dan II di arahkan dalam bentuk pembangunan kawasan perkebunan mangga gedong gincu, srikaya, atau tanaman jenis lainya. Di samping itu membangun track olah raga yang dapat menyesuaikan dengan kontur tanah sekitarnya.

15. Cikalahang
Kawasan Cikalahang merupakan kawasan yang baru berkembang dengan daya dukung alam. sasaran wisatawan pada awalnya adalah obyek wisata Telaga Remis yang berada di wilayah Kuningan. Hingga saat ini kawasan Telaga Remis masih menarik wisatawan yang dapat di andalkan. Akan tetapi jalan menuju obyek wisata ini adalah melalui desa Cikalahang yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon, sehingga keberadaan memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar. Di samping itu juga kawasan Cikalahang telah berkembang menjadi suatu kawasan yang mempunyai daya tarik sendiri yaitu dari usaha restoran/rumah makan ikan bakar. Dengan banyaknya peminat menjadi wilayah itu berkembang pesat menjadi daya tarik wisata makan, sehingga pada hari-hari libur penuh dikunjungi wisatawan.Kawasan wisata Cikalahang ini terletak sekitar 6 km dari kota Kabupaten Cirebon di Sumber dan 1 km dari jalan alternatif Cirebon Majalengka.

16. Wanawisata Ciwaringin
Wanawisata Ciwaringin adalah salah satu hutan untuk wisata dengan menampilkan keindahan alam dan banyak ditumbuhi oleh pohon kayu putih. Di hutan ini, terdapat lokasi bagi para penggemar jalan kaki dan arena motor cross. Selain itu, di lokasi ini juga terdapat danau Ciranca bagi penggemar memancing. Tempat ini berlokasi di desa Ciwaringin Kecamatan Ciwaringin, 17 Km dari kota Sumber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi dan pesan kearifan Buya Husein...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh meninggal dan enam lainnya dalam...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 3)

Pertanyaan yang Ditunggu-tungguMungkin ini pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Apakah setelah Live-In ini, yang Kristen menjadi Islam, dan yang Islam menjadi Kristen? Tidak sama sekali ! Justru yang...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 2)

Pendekatan yang berbedaYang menarik, konsep acara yang kami susun pertama-tama bukan berangkat dari persamaan. Itu kuno! Bagi saya, pluralisme pertama-tama bukan bicara soal persamaan,...

Populer

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 3)

Pertanyaan yang Ditunggu-tungguMungkin ini pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Apakah setelah Live-In ini, yang Kristen menjadi Islam, dan yang Islam menjadi Kristen? Tidak...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 2)

Pendekatan yang berbedaYang menarik, konsep acara yang kami susun pertama-tama bukan berangkat dari persamaan. Itu kuno! Bagi saya, pluralisme...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 1)

Oleh Pdt. Kukuh Aji Irianda, Pendeta Jemaat di GKI Pamitran, CirebonPerkembangan toleransi antar umat beragama akhir-akhir ini, bagi saya,...

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Artikel Lainnya