Jumat, 11 Oktober 2019

MSA 2015 Ajang Penganugrahan Bakat Pelajar Se-Wilayah Tiga Cirebon

Baca Juga

fahmina.or.id, Sumber. Ratusan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Wilayah III Cirebon berbondong-bondong memeriahkan acara  Media Sekolah Awards (MSA) 2015 di Asrama Haji Batubelah Sumber, Kabupaten Cirebon. Sabtu (9/5/2015).

Menurut Sobih Adnan, selaku konseptor acara mengatakan, acara ini diniatkan untuk menganugerahi sebanyak 3 kategori dalam hal karya tata kelola informasi dalam dunia pelajar dan sekolah yakni, kategori Majalah Cetak Sekolah Terbaik, Kategori Website Terbaik, serta Kategori Akun Media Sosial Sekolah Terbaik. Di samping itu juga, MSA 2015 menggelar festival Majalah Dinding dan Lomba Fotografi serta Lomba Film Pelajar yang menurutnya bersyukur semua dapat dilaksanakan dengan lancar.

Dea Sheila Hilalia, selaku Ketua Panitia mengtakan, acara tersebut adalah merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan event yang serupa di tahun sebelumnya. “Kali ini, kami mencob konsep pagelaran secara lebih semarak, dalam artian, menghadirkan banyak pilihan di tengah-tengah kegigihan para pelajar cerdas nan akfit, dalam hal mengembangkan diri menuju pribadi yang bermanfaat,” lanjut Dea yang juga selaku Pemred Madingsekolah.Net tersebut.

Selain itu, Ahmad Rovahan, Selaku Direktur Program JINGGA Media menyampaikan, acara yang digelar sedimikian rupa, hingga berhasil sukses berjalan lancar dan meriah ini adalah salah satu ikhtiar dalam rangka menyiapkan generasi penerus yang andal dan matang dalam menyongsong masa depan cemerlang dan menurutnya juga, selama ini, aktifitas karya kemediaan yang telah dilakukan oleh teman-teman pelajar di masing-masing sekolah dirasa masih minim apresiasi, terlebih oleh khalayak umum.

“Oleh sebab itu, JINGGA Media, melalui MadingSekolah.Net mencoba menghadirkan diri sebagai wadah apresiasi sekaligus berbagi dalam pengembangan bakat yang telah kami anggap akar dari segenap tindakan kreatif,” kata Rovahan.

Acara lomba yang digelar sejak pukul 08:00 WIB hingga berakhir pada pukul 15:00 WIB dengan ketentuan pemenang lomba sebagai berikut;

Awards 2015: Majalah Cetak Terbaik; nama majalah Light dari SMAN1 Lemahabang, Website Sekolah Terbaik dari SMKNU Mekanika, Akun Media Sosial Sekolah Terbaik; SMAN1 Waled dengan nama akun Diva Pelajar.

Lomba Mading Sekolah: Juara I : SMAN1 Plumbon dengan nama  Mading Rohis, Juara II : SMK Korpri Majalengka dengan nama madding Bomaz, Juara III : SMK Al- Hidayah dengan nama Mading The Gus 165.

Lomba Film Pelajar: Juara I : SMAN1 Babakan dengan judul “Senajan Urang teu Gaduh Bakat Tapi Seheunteuna Urang Gaduh Tekad”, Juara II : MA Nurul Huda dengan judul “Doa yang Terkabulkan”, Juara III : SMAN6 Cirebon dengan judul “The Rookie”.

Lomba Fotografi; Juara I : Fatimah Az Zahra dari Khas Kempek, Juara II : Erna Wati dari SMKN1 Lemahabang, Juara III : Guruh Nusantara dari SMN1 Lemahabang.

Acara tersebut digagas JINGGA Media melalui MadingSekolah.Net, atas dukungan Pemerintah Kabupaten Cirebon, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), Gramedia, Bank Indonesia, Bank BJB, BizNet, PT. Serayu Kayu Indo, serta puluhan Komunitas yang terdiri dari Komunitas Bayt Al-Hikmah, Sekolah Cinta Perdamaian (Setaman), Lawan Teater, Sofi Institute, Justlib, Komunitas Linux Cirebon (Kincir), Blogger Cirebon, IdeBeda, Sineas Cirebon, Fatayat NU Tengahtani, PC. IPPNU Kabupaten Cirebon, Pemuda Lintas Iman (Pelita), About Cirebon, Rumah Kertas, Cirebon Photography Forum (CPF), MB2, LKP, English Langueage (ELC), serta Indokios ini telah memikat ratusan pelajar yang ad di Wilayah III Cirebon.

Ajang ini diamini banyak pihak termasuk para pelajar, acara ini ruang penghargaan dan asah bakat. Acara tersebut diharapkan dapat di gelar setiap tahun.

“Semoga acara seperti ini setiap tahunnya terus diadakan, supaya karya-karya kami dapat diapresiasi dan bisa dilihat oleh banyak orang, serta supaya kami bisa lebih semangat dalam mengembangkan karya-karya kami di sekolah,” harap Siti Hajar pelajar SMAN1 Plumbon.

Senada dengan Siti, harapan itu menjadi tekad tersendiri bagi pemerintah. Dalam hal ini pemerintahan Kabupaten Cirebon. “Mudah-mudahan adik-adik yang berprestasi ini akan terus di dukung, kedepan lebih meriah dan banyak peserta,” ungkap Wakil Bupati Cirebon Tasiya Sumadi.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi dan pesan kearifan Buya Husein...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh meninggal dan enam lainnya dalam...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 3)

Pertanyaan yang Ditunggu-tungguMungkin ini pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Apakah setelah Live-In ini, yang Kristen menjadi Islam, dan yang Islam menjadi Kristen? Tidak sama sekali ! Justru yang...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 2)

Pendekatan yang berbedaYang menarik, konsep acara yang kami susun pertama-tama bukan berangkat dari persamaan. Itu kuno! Bagi saya, pluralisme pertama-tama bukan bicara soal persamaan,...

Populer

Islam dan Budaya Lokal: Upaya Menjawab Kekinian

Oleh: Abdul RosyidiIslam dan Budaya Lokal adalah tema lama yang sudah dibahas sejak berpuluh-puluh tahun lalu di Indonesia. Ada...

Cara Merasakan Keberadaan Allah SWT yang Maha Indah

https://www.youtube.com/watch?v=ZXs67P6ZjL8AssalamualaikumUntuk memenuhi dahaga spiritualitas dan renungan laku diri sebagai manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Indah.Fahmina akan mengunggah puisi...

Fahmina Institute Gelar Pertemuan Multistakeholder Upaya Pencegahan Radikalisme di Desa

Terkait dengan maraknya aksi teroris di Cirebon meskipun jumlah prosenstasenya sangat sedikit dalam data ada 16 orang teroris. sepuluh...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 3)

Pertanyaan yang Ditunggu-tungguMungkin ini pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Apakah setelah Live-In ini, yang Kristen menjadi Islam, dan yang Islam menjadi Kristen? Tidak...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 2)

Pendekatan yang berbedaYang menarik, konsep acara yang kami susun pertama-tama bukan berangkat dari persamaan. Itu kuno! Bagi saya, pluralisme...

Perbedaan itu Bukan untuk Dijauhi: Refleksi Jemaat Gereja “Nyantri” di Pesantren (Bag. 1)

Oleh Pdt. Kukuh Aji Irianda, Pendeta Jemaat di GKI Pamitran, CirebonPerkembangan toleransi antar umat beragama akhir-akhir ini, bagi saya,...

Quo Vadis Revisi Undang-Undang KPK?

Oleh: KH. Marzuki Wahid MASetelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada...

Artikel Lainnya